Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 01 September 2026 |
KALBARONLINE.com - Bima Al Ayman Modjo, putra vokalis Sheila On 7, harus mengakui keunggulan wakil China Liu Yu Xuan pada babak kualifikasi Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.
Bertanding di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Selasa (1/9/2026), Bima yang akrab disapa Ayman Modjo tersebut tak mampu mengimbangi permainan Liu Yu Xuan dan harus menyerah dua gim langsung dengan skor 6-21 dan 14-21.
Kekalahan tersebut sekaligus menghentikan langkah Ayman untuk melaju lebih jauh pada turnamen yang merupakan bagian dari rangkaian BWF World Tour Super 100 tersebut.
Ayman mengakui penampilannya belum maksimal, terutama pada gim pertama. Ia merasa masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan dan membaca arah permainan lawan.
“Iya memang dari segi kesiapan set pertama saya kurang banget. Saya merasa jauh banget, dia lebih tahu arah bola ke mana. Saya masih adaptasi dengan lapangan, masih lambat banget,” ujar Ayman seusai pertandingan.
Memasuki gim kedua, permainan Ayman mulai menunjukkan perlawanan. Ia mampu menjaga jarak dan sempat terjadi kejar-kejaran angka sebelum interval.
Namun, setelah melewati poin 11, permainan Ayman kembali menurun. Sejumlah kesalahan sendiri membuat Liu Yu Xuan kembali menjauh dan akhirnya mengamankan kemenangan.
“Set kedua mungkin lumayan. Sebelum poin 11 ada kejar-kejaran sedikit, itu saya mulai nemu mainnya. Cuma habis 11 agak hilang lagi. Saya banyak mati sendiri dan lain-lain,” katanya.
Ayman menilai persoalan utama dalam pertandingan tersebut adalah kesiapan dan kecepatan beradaptasi.
Menurutnya, kondisi angin dalam pertandingan internasional sebenarnya relatif tidak jauh berbeda. Karena itu, pemain dituntut mampu segera membaca kondisi lapangan dan permainan lawan.
“Semua pertandingan internasional semuanya anginnya mirip-mirip, jadi kita yang harus adaptasi. Cuma tadi saya agak kaget juga pas masuk, agak berasap-asapnya agak kelihatan, tapi masih aman sih,” ungkapnya.
Meski gagal melaju, Ayman menjadikan pertandingan tersebut sebagai bahan evaluasi. Ia mengaku perlu meningkatkan kemampuan membaca permainan lawan sekaligus mempercepat adaptasi sejak awal pertandingan.
“Saya evaluasi harus lebih cepat adaptasi dan lebih cepat dalam membaca lawan dan lainnya. Karena tadi saya merasa lambat banget. Dari segi kesiapan saya kurang banget,” tegasnya.
Kekalahan di Pontianak juga menjadi bagian dari rangkaian jadwal pertandingan yang cukup padat bagi Ayman.
Ia mengungkapkan, dalam waktu dekat dirinya berencana mengikuti sejumlah turnamen, termasuk sirkuit nasional di Yogyakarta. Setelah itu terdapat agenda Thailand International Series, meski keikutsertaannya masih akan dipertimbangkan.
“Saya mungkin minggu depan ada sirkuit nasional di Jogya, minggu depannya Thailand International Series. Tapi itu masih saya pikirkan lagi. Ini saya lumayan beruntun, minggu lalu, minggu ini dan minggu depan,” jelasnya.
Bagi Ayman, pertandingan di Pontianak menjadi pengalaman penting untuk memperbaiki performa menghadapi kompetisi berikutnya.
Ia menyadari bahwa menghadapi pemain internasional tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis. Kecepatan membaca pola permainan, adaptasi terhadap kondisi lapangan dan kesiapan sejak awal pertandingan menjadi faktor penting untuk bisa bersaing.
Kini, setelah tersingkir dari babak kualifikasi Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026, Ayman memilih fokus melakukan evaluasi dan mempersiapkan diri menghadapi agenda berikutnya.
KALBARONLINE.com - Bima Al Ayman Modjo, putra vokalis Sheila On 7, harus mengakui keunggulan wakil China Liu Yu Xuan pada babak kualifikasi Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.
Bertanding di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Selasa (1/9/2026), Bima yang akrab disapa Ayman Modjo tersebut tak mampu mengimbangi permainan Liu Yu Xuan dan harus menyerah dua gim langsung dengan skor 6-21 dan 14-21.
Kekalahan tersebut sekaligus menghentikan langkah Ayman untuk melaju lebih jauh pada turnamen yang merupakan bagian dari rangkaian BWF World Tour Super 100 tersebut.
Ayman mengakui penampilannya belum maksimal, terutama pada gim pertama. Ia merasa masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan dan membaca arah permainan lawan.
“Iya memang dari segi kesiapan set pertama saya kurang banget. Saya merasa jauh banget, dia lebih tahu arah bola ke mana. Saya masih adaptasi dengan lapangan, masih lambat banget,” ujar Ayman seusai pertandingan.
Memasuki gim kedua, permainan Ayman mulai menunjukkan perlawanan. Ia mampu menjaga jarak dan sempat terjadi kejar-kejaran angka sebelum interval.
Namun, setelah melewati poin 11, permainan Ayman kembali menurun. Sejumlah kesalahan sendiri membuat Liu Yu Xuan kembali menjauh dan akhirnya mengamankan kemenangan.
“Set kedua mungkin lumayan. Sebelum poin 11 ada kejar-kejaran sedikit, itu saya mulai nemu mainnya. Cuma habis 11 agak hilang lagi. Saya banyak mati sendiri dan lain-lain,” katanya.
Ayman menilai persoalan utama dalam pertandingan tersebut adalah kesiapan dan kecepatan beradaptasi.
Menurutnya, kondisi angin dalam pertandingan internasional sebenarnya relatif tidak jauh berbeda. Karena itu, pemain dituntut mampu segera membaca kondisi lapangan dan permainan lawan.
“Semua pertandingan internasional semuanya anginnya mirip-mirip, jadi kita yang harus adaptasi. Cuma tadi saya agak kaget juga pas masuk, agak berasap-asapnya agak kelihatan, tapi masih aman sih,” ungkapnya.
Meski gagal melaju, Ayman menjadikan pertandingan tersebut sebagai bahan evaluasi. Ia mengaku perlu meningkatkan kemampuan membaca permainan lawan sekaligus mempercepat adaptasi sejak awal pertandingan.
“Saya evaluasi harus lebih cepat adaptasi dan lebih cepat dalam membaca lawan dan lainnya. Karena tadi saya merasa lambat banget. Dari segi kesiapan saya kurang banget,” tegasnya.
Kekalahan di Pontianak juga menjadi bagian dari rangkaian jadwal pertandingan yang cukup padat bagi Ayman.
Ia mengungkapkan, dalam waktu dekat dirinya berencana mengikuti sejumlah turnamen, termasuk sirkuit nasional di Yogyakarta. Setelah itu terdapat agenda Thailand International Series, meski keikutsertaannya masih akan dipertimbangkan.
“Saya mungkin minggu depan ada sirkuit nasional di Jogya, minggu depannya Thailand International Series. Tapi itu masih saya pikirkan lagi. Ini saya lumayan beruntun, minggu lalu, minggu ini dan minggu depan,” jelasnya.
Bagi Ayman, pertandingan di Pontianak menjadi pengalaman penting untuk memperbaiki performa menghadapi kompetisi berikutnya.
Ia menyadari bahwa menghadapi pemain internasional tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis. Kecepatan membaca pola permainan, adaptasi terhadap kondisi lapangan dan kesiapan sejak awal pertandingan menjadi faktor penting untuk bisa bersaing.
Kini, setelah tersingkir dari babak kualifikasi Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026, Ayman memilih fokus melakukan evaluasi dan mempersiapkan diri menghadapi agenda berikutnya.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini