Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 31 August 2026 |
KALBARONLINE.com - Belum benar-benar selesai euforia Polytron Pontianak International Challenge 2026, Pontianak langsung mendapat tantangan baru. Kota Khatulistiwa kembali menjadi panggung bulu tangkis internasional melalui Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 yang berlangsung pada 1-6 September 2026.
Bedanya, kali ini level kompetisinya naik. Turnamen yang digelar di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak tersebut masuk dalam rangkaian BWF World Tour Super 100.
Jika International Challenge menjadi pembuka rangkaian turnamen internasional di Pontianak, Indonesia Masters 2026 membawa persaingan ke level yang lebih tinggi.
Para pemain bukan hanya mengejar gelar dan hadiah, tetapi juga poin ranking BWF yang penting untuk memperbaiki posisi mereka di peringkat dunia. Total hadiah yang diperebutkan mencapai USD120.000.
Besarnya hadiah dan poin ranking tersebut membuat persaingan diprediksi berlangsung ketat sejak babak awal hingga partai final.
Turnamen ini merupakan kolaborasi Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Pengprov PBSI Kalimantan Barat (Kalbar), dan Polytron sebagai sponsor utama.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kompetisi bulu tangkis internasional di daerah sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat menyaksikan pertandingan secara langsung.
Ketua Panitia Pelaksana Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026, Yuni Kartika, mengatakan peningkatan level turnamen menjadi tantangan sekaligus kebanggaan bagi Pontianak sebagai tuan rumah.
“Setelah International Challenge, sekarang Pontianak langsung naik level dengan hadirnya Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 yang merupakan rangkaian BWF World Tour Super 100. Ini menjadi tantangan bagi kami sebagai penyelenggara, tetapi sekaligus kebanggaan karena masyarakat Pontianak dapat kembali menyaksikan pertandingan dengan persaingan yang lebih ketat,” ujar Yuni.
Menurut Yuni, antusiasme masyarakat saat Polytron Pontianak International Challenge 2026 sangat luar biasa. Ia berharap atmosfer tersebut kembali hadir, bahkan lebih meriah pada Indonesia Masters.
Dengan harga tiket yang tetap terjangkau, penyelenggara ingin semakin banyak Badminton Lovers datang ke GOR Terpadu Ahmad Yani dan merasakan langsung atmosfer pertandingan internasional.
Ketua Pengprov PBSI Kalbar, Joko Sularso, juga menyambut positif penyelenggaraan Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.
Menurutnya, digelarnya dua turnamen internasional secara berurutan menjadi momentum penting bagi perkembangan bulu tangkis di Kalimantan Barat.
“Ini momentum yang sangat baik untuk bulu tangkis di Kalimantan Barat. Dalam waktu berdekatan, Pontianak dipercaya menggelar dua turnamen internasional dan sekarang meningkat level BWF World Tour Super 100. Ini menunjukkan bahwa Pontianak memiliki potensi dan kapasitas untuk menjadi salah satu kota penyelenggara event bulu tangkis internasional,” papar Joko.
Ia juga berharap kehadiran pemain nasional dan internasional memberikan dampak positif bagi pembinaan atlet-atlet muda di Kalbar. Para atlet muda dapat melihat langsung kualitas pertandingan di level internasional sekaligus mendapatkan motivasi untuk berkembang.
Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 akan diikuti 356 atlet dari 17 negara. Selain Indonesia sebagai tuan rumah, peserta berasal dari Tiongkok, Hong Kong, Prancis, India, Jepang, Korea, Malaysia, Portugal, Singapura, Thailand, Chinese Taipei, Amerika Serikat, Jerman, Vietnam, Kanada, dan Finlandia.
Indonesia menjadi negara dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 107 atlet. Posisi berikutnya ditempati Chinese Taipei dengan 79 atlet, India 34 atlet, Tiongkok 29 atlet, dan Thailand 22 atlet.
Komposisi peserta tersebut membuat persaingan semakin menarik. Pemain dari Asia, Eropa hingga Amerika Utara akan bertemu dalam satu panggung di Pontianak.
Dari kubu Indonesia, sejumlah nama yang sudah tidak asing bagi pecinta bulu tangkis juga akan tampil di hadapan publik tuan rumah. Mulai dari pemain berpengalaman hingga talenta muda yang tengah dipersiapkan untuk menjadi bagian penting dari kekuatan bulu tangkis Indonesia.
Di sektor tunggal putra, Indonesia menurunkan Anthony Sinisuka Ginting, Prahdiska Bagas M. Shujiwo, Muhamad Yusuf, Richie Duta Richardo, Bismo Raya Oktora, Dendi Triansyah, dan Christian.
Sementara di tunggal putri terdapat Thalita Ramadhani Wiryawan, Mutiara Ayu Puspitasari, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, Chiara Marvella Handoyo, dan Dalila Aghnia Puteri.
Sektor ganda putra akan diramaikan Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino, Dexter Farrell/Anselmus Breagit Fredy Prasetya, Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo, Taufik Aderya/Alexius Ongkytama Subagio, serta Aquino Evano Keneddy Tangka/Ikhsan Lintang Pramudya.
Di ganda putri, Indonesia diperkuat Salsabila Zahra Aulia/Sheila Lidia dan Lanny Tria Mayasari/Ester Nurumi Tri Wardoyo.
Sedangkan sektor ganda campuran menghadirkan Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti, Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran, M. Nawaf Khoiriyansyah/Nahya Muhyifa, Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindiya Wardana, serta Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu.
Indonesia datang dengan modal positif setelah keluar sebagai juara umum pada Polytron Pontianak International Challenge 2026 dengan raihan tiga gelar.
Tiga gelar tersebut masing-masing dipersembahkan Richie Duta Richardo dari tunggal putra, Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu dari ganda campuran, serta Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo dari ganda putra.
Khusus ganda putra, Indonesia bahkan menciptakan semifinal sesama wakil Merah Putih. Empat wakil Indonesia menembus babak tersebut sebelum Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo akhirnya berdiri di podium tertinggi.
Hasil tersebut menjadi modal positif sekaligus menambah kepercayaan diri para pemain Indonesia menghadapi persaingan di Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.
Namun, jalan menuju gelar tentu tidak akan mudah. Sejumlah pemain kuat dari berbagai negara juga datang dengan ambisi yang sama.
Di tunggal putra, Prannoy H. S. dari India menjadi salah satu pemain yang patut diperhitungkan. Pemain berpengalaman tersebut akan menjadi tantangan bagi para wakil Indonesia. Dari Chinese Taipei, Wang Po Wei juga siap meramaikan persaingan.
Di tunggal putri, tiga wakil India berada di jajaran unggulan teratas, yakni Ashmita Chaliha, Rakshitha Sree Santosh Ramraj, dan Anmol Kharb.
Persaingan ganda juga tidak kalah menarik. Di ganda putra, pasangan Hong Kong Hung Kuei Chun/Lui Chun Wai menjadi unggulan pertama, sedangkan Chia Yen Lin/Lin Yong Sheng dari Chinese Taipei berada di posisi unggulan kedua.
Untuk ganda putri, pasangan Thailand Hathaithip Mijad/Napapakorn Tungkasatan dan Phattarin Aiamvareesrisakul menjadi lawan yang patut diwaspadai.
Sementara di ganda campuran, Supak Jomkoh/Ornnicha Jongsathapornparn dari Thailand serta pasangan Chinese Taipei Ming Che Lu/Chou Yun An turut hadir dan siap memperebutkan gelar.
Menariknya, meski level turnamen naik menjadi bagian dari BWF World Tour Super 100, harga tiket Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 tetap dipatok Rp20.000.
Harga tersebut sama dengan tiket Polytron Pontianak International Challenge. Artinya, penonton bisa menyaksikan pertandingan dengan level kompetisi lebih tinggi, hadiah lebih besar, dan perebutan poin ranking BWF yang lebih tinggi tanpa harus membayar tiket lebih mahal.
Setiap pembelian tiket juga mendapatkan voucher makan dan minum senilai Rp10.000. Tiket dapat dibeli secara online melalui tiket.com maupun di Ticket Box yang berada di GOR Terpadu Ahmad Yani.
Harga tiket yang terjangkau menjadi bentuk komitmen penyelenggara untuk membawa atmosfer bulu tangkis kelas dunia lebih dekat kepada masyarakat.
Dukungan penonton diharapkan menciptakan atmosfer pertandingan yang meriah sekaligus menjadi energi tambahan bagi para pemain.
Public Relation Manager Polytron, Kenny Meigar, mengatakan dukungan terhadap turnamen tersebut merupakan bagian dari komitmen Polytron untuk membawa pertandingan bulu tangkis internasional lebih dekat dengan masyarakat.
“Bagi Polytron, mendukung turnamen ini bukan sekadar menjadi bagian dari sebuah ajang olahraga, tetapi juga merupakan bentuk komitmen kami untuk membawa atmosfer dan pertandingan bulu tangkis internasional lebih dekat kepada masyarakat. Kami bangga dapat melanjutkan dukungan yang sebelumnya kami berikan di level International Challenge dan kini meningkat ke level BWF World Tour Super 100,” jelas Kenny.
Kenny berharap masyarakat Pontianak memanfaatkan kesempatan tersebut untuk hadir langsung di GOR, menikmati pertandingan berkualitas, sekaligus memberikan dukungan dan energi positif kepada atlet Indonesia.
“Dengan harga tiket yang tetap terjangkau, yaitu Rp20.000, kami ingin bulu tangkis internasional dapat dinikmati oleh sebanyak mungkin pecinta bulu tangkis di Pontianak,” ujarnya.
Bagi pecinta bulu tangkis yang belum bisa hadir langsung di GOR Terpadu Ahmad Yani, pertandingan Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 juga dapat disaksikan melalui siaran langsung iNews TV.
Siaran langsung tersedia mulai babak semifinal pada Sabtu (5/9/2026) dan partai final pada Minggu (6/9/2026). Kedua siaran tersebut dimulai pukul 13.00 WIB.
KALBARONLINE.com - Belum benar-benar selesai euforia Polytron Pontianak International Challenge 2026, Pontianak langsung mendapat tantangan baru. Kota Khatulistiwa kembali menjadi panggung bulu tangkis internasional melalui Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 yang berlangsung pada 1-6 September 2026.
Bedanya, kali ini level kompetisinya naik. Turnamen yang digelar di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak tersebut masuk dalam rangkaian BWF World Tour Super 100.
Jika International Challenge menjadi pembuka rangkaian turnamen internasional di Pontianak, Indonesia Masters 2026 membawa persaingan ke level yang lebih tinggi.
Para pemain bukan hanya mengejar gelar dan hadiah, tetapi juga poin ranking BWF yang penting untuk memperbaiki posisi mereka di peringkat dunia. Total hadiah yang diperebutkan mencapai USD120.000.
Besarnya hadiah dan poin ranking tersebut membuat persaingan diprediksi berlangsung ketat sejak babak awal hingga partai final.
Turnamen ini merupakan kolaborasi Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Pengprov PBSI Kalimantan Barat (Kalbar), dan Polytron sebagai sponsor utama.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kompetisi bulu tangkis internasional di daerah sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat menyaksikan pertandingan secara langsung.
Ketua Panitia Pelaksana Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026, Yuni Kartika, mengatakan peningkatan level turnamen menjadi tantangan sekaligus kebanggaan bagi Pontianak sebagai tuan rumah.
“Setelah International Challenge, sekarang Pontianak langsung naik level dengan hadirnya Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 yang merupakan rangkaian BWF World Tour Super 100. Ini menjadi tantangan bagi kami sebagai penyelenggara, tetapi sekaligus kebanggaan karena masyarakat Pontianak dapat kembali menyaksikan pertandingan dengan persaingan yang lebih ketat,” ujar Yuni.
Menurut Yuni, antusiasme masyarakat saat Polytron Pontianak International Challenge 2026 sangat luar biasa. Ia berharap atmosfer tersebut kembali hadir, bahkan lebih meriah pada Indonesia Masters.
Dengan harga tiket yang tetap terjangkau, penyelenggara ingin semakin banyak Badminton Lovers datang ke GOR Terpadu Ahmad Yani dan merasakan langsung atmosfer pertandingan internasional.
Ketua Pengprov PBSI Kalbar, Joko Sularso, juga menyambut positif penyelenggaraan Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.
Menurutnya, digelarnya dua turnamen internasional secara berurutan menjadi momentum penting bagi perkembangan bulu tangkis di Kalimantan Barat.
“Ini momentum yang sangat baik untuk bulu tangkis di Kalimantan Barat. Dalam waktu berdekatan, Pontianak dipercaya menggelar dua turnamen internasional dan sekarang meningkat level BWF World Tour Super 100. Ini menunjukkan bahwa Pontianak memiliki potensi dan kapasitas untuk menjadi salah satu kota penyelenggara event bulu tangkis internasional,” papar Joko.
Ia juga berharap kehadiran pemain nasional dan internasional memberikan dampak positif bagi pembinaan atlet-atlet muda di Kalbar. Para atlet muda dapat melihat langsung kualitas pertandingan di level internasional sekaligus mendapatkan motivasi untuk berkembang.
Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 akan diikuti 356 atlet dari 17 negara. Selain Indonesia sebagai tuan rumah, peserta berasal dari Tiongkok, Hong Kong, Prancis, India, Jepang, Korea, Malaysia, Portugal, Singapura, Thailand, Chinese Taipei, Amerika Serikat, Jerman, Vietnam, Kanada, dan Finlandia.
Indonesia menjadi negara dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 107 atlet. Posisi berikutnya ditempati Chinese Taipei dengan 79 atlet, India 34 atlet, Tiongkok 29 atlet, dan Thailand 22 atlet.
Komposisi peserta tersebut membuat persaingan semakin menarik. Pemain dari Asia, Eropa hingga Amerika Utara akan bertemu dalam satu panggung di Pontianak.
Dari kubu Indonesia, sejumlah nama yang sudah tidak asing bagi pecinta bulu tangkis juga akan tampil di hadapan publik tuan rumah. Mulai dari pemain berpengalaman hingga talenta muda yang tengah dipersiapkan untuk menjadi bagian penting dari kekuatan bulu tangkis Indonesia.
Di sektor tunggal putra, Indonesia menurunkan Anthony Sinisuka Ginting, Prahdiska Bagas M. Shujiwo, Muhamad Yusuf, Richie Duta Richardo, Bismo Raya Oktora, Dendi Triansyah, dan Christian.
Sementara di tunggal putri terdapat Thalita Ramadhani Wiryawan, Mutiara Ayu Puspitasari, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, Chiara Marvella Handoyo, dan Dalila Aghnia Puteri.
Sektor ganda putra akan diramaikan Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino, Dexter Farrell/Anselmus Breagit Fredy Prasetya, Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo, Taufik Aderya/Alexius Ongkytama Subagio, serta Aquino Evano Keneddy Tangka/Ikhsan Lintang Pramudya.
Di ganda putri, Indonesia diperkuat Salsabila Zahra Aulia/Sheila Lidia dan Lanny Tria Mayasari/Ester Nurumi Tri Wardoyo.
Sedangkan sektor ganda campuran menghadirkan Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti, Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran, M. Nawaf Khoiriyansyah/Nahya Muhyifa, Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindiya Wardana, serta Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu.
Indonesia datang dengan modal positif setelah keluar sebagai juara umum pada Polytron Pontianak International Challenge 2026 dengan raihan tiga gelar.
Tiga gelar tersebut masing-masing dipersembahkan Richie Duta Richardo dari tunggal putra, Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu dari ganda campuran, serta Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo dari ganda putra.
Khusus ganda putra, Indonesia bahkan menciptakan semifinal sesama wakil Merah Putih. Empat wakil Indonesia menembus babak tersebut sebelum Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo akhirnya berdiri di podium tertinggi.
Hasil tersebut menjadi modal positif sekaligus menambah kepercayaan diri para pemain Indonesia menghadapi persaingan di Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.
Namun, jalan menuju gelar tentu tidak akan mudah. Sejumlah pemain kuat dari berbagai negara juga datang dengan ambisi yang sama.
Di tunggal putra, Prannoy H. S. dari India menjadi salah satu pemain yang patut diperhitungkan. Pemain berpengalaman tersebut akan menjadi tantangan bagi para wakil Indonesia. Dari Chinese Taipei, Wang Po Wei juga siap meramaikan persaingan.
Di tunggal putri, tiga wakil India berada di jajaran unggulan teratas, yakni Ashmita Chaliha, Rakshitha Sree Santosh Ramraj, dan Anmol Kharb.
Persaingan ganda juga tidak kalah menarik. Di ganda putra, pasangan Hong Kong Hung Kuei Chun/Lui Chun Wai menjadi unggulan pertama, sedangkan Chia Yen Lin/Lin Yong Sheng dari Chinese Taipei berada di posisi unggulan kedua.
Untuk ganda putri, pasangan Thailand Hathaithip Mijad/Napapakorn Tungkasatan dan Phattarin Aiamvareesrisakul menjadi lawan yang patut diwaspadai.
Sementara di ganda campuran, Supak Jomkoh/Ornnicha Jongsathapornparn dari Thailand serta pasangan Chinese Taipei Ming Che Lu/Chou Yun An turut hadir dan siap memperebutkan gelar.
Menariknya, meski level turnamen naik menjadi bagian dari BWF World Tour Super 100, harga tiket Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 tetap dipatok Rp20.000.
Harga tersebut sama dengan tiket Polytron Pontianak International Challenge. Artinya, penonton bisa menyaksikan pertandingan dengan level kompetisi lebih tinggi, hadiah lebih besar, dan perebutan poin ranking BWF yang lebih tinggi tanpa harus membayar tiket lebih mahal.
Setiap pembelian tiket juga mendapatkan voucher makan dan minum senilai Rp10.000. Tiket dapat dibeli secara online melalui tiket.com maupun di Ticket Box yang berada di GOR Terpadu Ahmad Yani.
Harga tiket yang terjangkau menjadi bentuk komitmen penyelenggara untuk membawa atmosfer bulu tangkis kelas dunia lebih dekat kepada masyarakat.
Dukungan penonton diharapkan menciptakan atmosfer pertandingan yang meriah sekaligus menjadi energi tambahan bagi para pemain.
Public Relation Manager Polytron, Kenny Meigar, mengatakan dukungan terhadap turnamen tersebut merupakan bagian dari komitmen Polytron untuk membawa pertandingan bulu tangkis internasional lebih dekat dengan masyarakat.
“Bagi Polytron, mendukung turnamen ini bukan sekadar menjadi bagian dari sebuah ajang olahraga, tetapi juga merupakan bentuk komitmen kami untuk membawa atmosfer dan pertandingan bulu tangkis internasional lebih dekat kepada masyarakat. Kami bangga dapat melanjutkan dukungan yang sebelumnya kami berikan di level International Challenge dan kini meningkat ke level BWF World Tour Super 100,” jelas Kenny.
Kenny berharap masyarakat Pontianak memanfaatkan kesempatan tersebut untuk hadir langsung di GOR, menikmati pertandingan berkualitas, sekaligus memberikan dukungan dan energi positif kepada atlet Indonesia.
“Dengan harga tiket yang tetap terjangkau, yaitu Rp20.000, kami ingin bulu tangkis internasional dapat dinikmati oleh sebanyak mungkin pecinta bulu tangkis di Pontianak,” ujarnya.
Bagi pecinta bulu tangkis yang belum bisa hadir langsung di GOR Terpadu Ahmad Yani, pertandingan Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 juga dapat disaksikan melalui siaran langsung iNews TV.
Siaran langsung tersedia mulai babak semifinal pada Sabtu (5/9/2026) dan partai final pada Minggu (6/9/2026). Kedua siaran tersebut dimulai pukul 13.00 WIB.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini