Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 26 August 2026 |
KALBARONLINE.com - Pebulutangkis muda asal Kalimantan Barat, Muhammad Naufal, mencuri perhatian di ajang Polytron Pontianak International Challenge 2026 yang digelar di GOR Terpadu Ayani, Pontianak.
Sebagai penyandang disabilitas tuna rungu, Naufal mampu menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bersaing di turnamen bulutangkis bertaraf internasional.
Perjalanan Naufal dimulai dari babak kualifikasi. Pada kualifikasi pertama, ia tampil meyakinkan dengan mengalahkan atlet asal Brunei Darussalam, M Iqbal, melalui dua gim dengan skor 21-4, 21-15.
Performa positif tersebut berlanjut di babak final kualifikasi. Naufal kembali tampil gemilang dan menyingkirkan wakil Malaysia, Jovian Francis, dua gim langsung dengan skor 21-15, 21-18.
Hasil tersebut sekaligus memastikan Naufal melaju ke babak utama Polytron Pontianak International Challenge 2026.
Namun, langkah Naufal di babak utama akhirnya harus terhenti setelah berhadapan dengan pebulutangkis top Indonesia yang juga mantan pemain Pelatnas, Christian Adinata.
Meski menghadapi lawan dengan pengalaman lebih tinggi, Naufal tetap memberikan perlawanan sengit. Ia membuat Christian harus bekerja keras sebelum akhirnya menyelesaikan pertandingan dengan skor 21-15, 21-15.
Pelatih bulutangkis asal Kalimantan Barat, Rony Alkusari, memberikan apresiasi atas perjuangan anak asuhnya tersebut.
Menurut Rony, keberhasilan Naufal menembus babak utama turnamen internasional menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seorang atlet untuk bersaing di level tinggi.
“Dari hasil pertandingan ini, kita jadikan bahan evaluasi dari latihan selama ini agar bisa lebih baik ke depannya. Yang luar biasa, atlet tuna rungu kita mampu membuktikan diri bisa bersaing di tingkat internasional,” ujar Rony Alkusari, Rabu (26/8/2026).
Penampilan Naufal di hadapan publik sendiri tidak hanya menjadi pencapaian bagi dirinya. Perjuangannya juga mengharumkan nama Kalimantan Barat sekaligus memberikan motivasi bagi penyandang disabilitas lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi di dunia olahraga.
KALBARONLINE.com - Pebulutangkis muda asal Kalimantan Barat, Muhammad Naufal, mencuri perhatian di ajang Polytron Pontianak International Challenge 2026 yang digelar di GOR Terpadu Ayani, Pontianak.
Sebagai penyandang disabilitas tuna rungu, Naufal mampu menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bersaing di turnamen bulutangkis bertaraf internasional.
Perjalanan Naufal dimulai dari babak kualifikasi. Pada kualifikasi pertama, ia tampil meyakinkan dengan mengalahkan atlet asal Brunei Darussalam, M Iqbal, melalui dua gim dengan skor 21-4, 21-15.
Performa positif tersebut berlanjut di babak final kualifikasi. Naufal kembali tampil gemilang dan menyingkirkan wakil Malaysia, Jovian Francis, dua gim langsung dengan skor 21-15, 21-18.
Hasil tersebut sekaligus memastikan Naufal melaju ke babak utama Polytron Pontianak International Challenge 2026.
Namun, langkah Naufal di babak utama akhirnya harus terhenti setelah berhadapan dengan pebulutangkis top Indonesia yang juga mantan pemain Pelatnas, Christian Adinata.
Meski menghadapi lawan dengan pengalaman lebih tinggi, Naufal tetap memberikan perlawanan sengit. Ia membuat Christian harus bekerja keras sebelum akhirnya menyelesaikan pertandingan dengan skor 21-15, 21-15.
Pelatih bulutangkis asal Kalimantan Barat, Rony Alkusari, memberikan apresiasi atas perjuangan anak asuhnya tersebut.
Menurut Rony, keberhasilan Naufal menembus babak utama turnamen internasional menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seorang atlet untuk bersaing di level tinggi.
“Dari hasil pertandingan ini, kita jadikan bahan evaluasi dari latihan selama ini agar bisa lebih baik ke depannya. Yang luar biasa, atlet tuna rungu kita mampu membuktikan diri bisa bersaing di tingkat internasional,” ujar Rony Alkusari, Rabu (26/8/2026).
Penampilan Naufal di hadapan publik sendiri tidak hanya menjadi pencapaian bagi dirinya. Perjuangannya juga mengharumkan nama Kalimantan Barat sekaligus memberikan motivasi bagi penyandang disabilitas lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi di dunia olahraga.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini