Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 26 August 2026 |
KALBARONLINE.com - Sebanyak 286 anak dari Sekolah Rakyat, santri dan panti asuhan diajak mengikuti nonton bareng film “Anak-Anak Bambu” di XXI Ayani Pontianak, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Ketua TP PKK Pontianak, Yanieta Arbiastutie, tersebut menjadi ruang kebersamaan sekaligus pembelajaran karakter bagi anak-anak.
Yanieta mengatakan kegiatan tersebut terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak. Kebahagiaan anak-anak juga semakin lengkap karena kegiatan dihadiri langsung oleh pihak produksi film.
Menurutnya, kehadiran pihak produksi memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak. Mereka tidak hanya mengenal film dari layar, tetapi juga berkesempatan bertemu langsung dengan orang-orang di balik karya tersebut.
Film “Anak-Anak Bambu” menghadirkan cerita yang dekat dengan dunia anak. Di dalamnya terdapat pesan tentang kesantunan, penghormatan kepada orang tua, keikhlasan serta keteguhan hati dalam menjalani kehidupan.
Nilai-nilai tersebut, kata Yanieta, penting dikenalkan kepada anak-anak sejak dini.
“Saya berharap momen ini tidak hanya dijadikan momen nonton bersama saja, tetapi menjadi ruang pertumbuhan untuk anak-anak kita,” katanya.
Yanieta menilai film dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan. Anak-anak tidak merasa sedang dinasihati, tetapi dapat menyerap nilai kehidupan melalui cerita, tokoh, konflik dan pengalaman emosional yang ditampilkan di layar.
“Di sini bisa kita lihat banyak nilai filosofi dari film ini, bagaimana mereka harus sopan santun, menghormati orang tua, dan mempunyai sifat ikhlas,” jelasnya.
Bagi Yanieta, kegiatan seperti ini penting karena anak-anak membutuhkan lebih dari sekadar bantuan material. Mereka juga membutuhkan pengalaman yang dapat membangun rasa percaya diri, menumbuhkan empati dan memperkaya cara pandang terhadap kehidupan.
Ia berharap setelah menonton film tersebut, anak-anak dapat membawa pulang pesan baik yang tertanam dalam cerita. Film tersebut diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bekal bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter.
“Mudah-mudahan setelah menonton film ini, mereka bisa menjadi anak yang tumbuh dengan karakter baik, ikhlas, dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Produser film “Anak-Anak Bambu”, Elma Theana, mengatakan semangat utama dari film tersebut adalah berbagi kebaikan.
Melalui kegiatan nonton bersama, anak-anak tidak hanya diajak menikmati film, tetapi juga merasakan perhatian, kebahagiaan dan pengalaman yang menyenangkan.
“Saya ingin berbagi kebaikan, bagaimana kita nonton sambil memberikan kebahagiaan untuk anak-anak yatim,” jelasnya.
Elma menyebut “Anak-Anak Bambu” memang dibuat untuk anak-anak dan diharapkan dapat menjadi cerita yang menyentuh bagi mereka.
Di balik alurnya, film tersebut membawa pesan tentang kepedulian, kasih sayang, kebersamaan dan perhatian terhadap anak-anak yang membutuhkan.
“Film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga dapat menjadi media untuk menanamkan nilai dan membangun kepedulian sosial,” kata aktris nasional tersebut.
Ia kembali menyampaikan terima kasih atas sambutan dan dukungan yang diberikan di Kota Pontianak. Baginya, kegiatan nonton bareng bersama anak-anak menjadi momen yang hangat dan penuh makna.
“Luar biasa supportnya. Terima kasih banyak untuk semua,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com - Sebanyak 286 anak dari Sekolah Rakyat, santri dan panti asuhan diajak mengikuti nonton bareng film “Anak-Anak Bambu” di XXI Ayani Pontianak, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Ketua TP PKK Pontianak, Yanieta Arbiastutie, tersebut menjadi ruang kebersamaan sekaligus pembelajaran karakter bagi anak-anak.
Yanieta mengatakan kegiatan tersebut terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak. Kebahagiaan anak-anak juga semakin lengkap karena kegiatan dihadiri langsung oleh pihak produksi film.
Menurutnya, kehadiran pihak produksi memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak. Mereka tidak hanya mengenal film dari layar, tetapi juga berkesempatan bertemu langsung dengan orang-orang di balik karya tersebut.
Film “Anak-Anak Bambu” menghadirkan cerita yang dekat dengan dunia anak. Di dalamnya terdapat pesan tentang kesantunan, penghormatan kepada orang tua, keikhlasan serta keteguhan hati dalam menjalani kehidupan.
Nilai-nilai tersebut, kata Yanieta, penting dikenalkan kepada anak-anak sejak dini.
“Saya berharap momen ini tidak hanya dijadikan momen nonton bersama saja, tetapi menjadi ruang pertumbuhan untuk anak-anak kita,” katanya.
Yanieta menilai film dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan. Anak-anak tidak merasa sedang dinasihati, tetapi dapat menyerap nilai kehidupan melalui cerita, tokoh, konflik dan pengalaman emosional yang ditampilkan di layar.
“Di sini bisa kita lihat banyak nilai filosofi dari film ini, bagaimana mereka harus sopan santun, menghormati orang tua, dan mempunyai sifat ikhlas,” jelasnya.
Bagi Yanieta, kegiatan seperti ini penting karena anak-anak membutuhkan lebih dari sekadar bantuan material. Mereka juga membutuhkan pengalaman yang dapat membangun rasa percaya diri, menumbuhkan empati dan memperkaya cara pandang terhadap kehidupan.
Ia berharap setelah menonton film tersebut, anak-anak dapat membawa pulang pesan baik yang tertanam dalam cerita. Film tersebut diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bekal bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter.
“Mudah-mudahan setelah menonton film ini, mereka bisa menjadi anak yang tumbuh dengan karakter baik, ikhlas, dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Produser film “Anak-Anak Bambu”, Elma Theana, mengatakan semangat utama dari film tersebut adalah berbagi kebaikan.
Melalui kegiatan nonton bersama, anak-anak tidak hanya diajak menikmati film, tetapi juga merasakan perhatian, kebahagiaan dan pengalaman yang menyenangkan.
“Saya ingin berbagi kebaikan, bagaimana kita nonton sambil memberikan kebahagiaan untuk anak-anak yatim,” jelasnya.
Elma menyebut “Anak-Anak Bambu” memang dibuat untuk anak-anak dan diharapkan dapat menjadi cerita yang menyentuh bagi mereka.
Di balik alurnya, film tersebut membawa pesan tentang kepedulian, kasih sayang, kebersamaan dan perhatian terhadap anak-anak yang membutuhkan.
“Film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga dapat menjadi media untuk menanamkan nilai dan membangun kepedulian sosial,” kata aktris nasional tersebut.
Ia kembali menyampaikan terima kasih atas sambutan dan dukungan yang diberikan di Kota Pontianak. Baginya, kegiatan nonton bareng bersama anak-anak menjadi momen yang hangat dan penuh makna.
“Luar biasa supportnya. Terima kasih banyak untuk semua,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini