Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 26 August 2026 |
KALBARONLINE.com - Pasangan ganda putra Indonesia, M. Nawaf Khoiriyansyah-Adrian Pratama, membuat kejutan di Polytron Pontianak International Challenge 2026.
Tampil di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Rabu (26/8/2026), Khoiriyansyah-Pratama berhasil menumbangkan pasangan unggulan kelima asal China Taipei, Huang Kai Yi-Sheng Ming Lin, melalui pertandingan tiga gim.
Khoiriyansyah-Pratama mengamankan kemenangan dengan skor 21-18, 19-21, 21-18.
Pertandingan berlangsung ketat sejak gim pertama. Khoiriyansyah-Pratama mampu menjaga permainan dan mengamankan gim pembuka dengan skor 21-18.
Memasuki gim kedua, pasangan Indonesia sempat berada dalam posisi unggul. Namun, permainan yang terlalu terburu-buru membuat mereka kehilangan kendali hingga akhirnya harus menyerahkan gim tersebut kepada lawan dengan skor 19-21.
Penentuan berlangsung di gim ketiga. Khoiriyansyah-Pratama sempat berada dalam tekanan setelah tertinggal. Dalam situasi tersebut, keduanya berusaha menjaga ketenangan dengan terus berkomunikasi dan saling mengingatkan di lapangan.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Khoiriyansyah-Pratama mampu membalikkan keadaan dan menutup gim penentuan dengan kemenangan 21-18.
Usai pertandingan, Khoiriyansyah mengaku bersyukur dapat menyelesaikan laga tanpa mengalami cedera. Ia juga menilai permainan mereka secara keseluruhan berjalan cukup baik.
“Puji Tuhan kita bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera. Kita juga bisa bermain dengan baik hari ini,” kata Khoiriyansyah usai pertandingan.
Menurutnya, komunikasi menjadi salah satu kunci ketika menghadapi situasi sulit, terutama saat mereka tertinggal pada gim ketiga. Ia bersama Adrian berusaha mengendalikan rasa tegang dan tidak membiarkan kepanikan memengaruhi permainan.
“Di game ketiga kita juga sempat ketinggalan. Sebisa mungkin meng-handle rasa tegang, rasa panik saat ketinggalan. Kita coba selalu berkomunikasi, saling mengingatkan satu sama lain,” ujarnya.
Khoiriyansyah menyebut ketenangan menjadi evaluasi utama setelah pertandingan. Mereka dinilai perlu lebih sabar ketika unggul sekaligus lebih percaya diri saat berada dalam posisi tertinggal.
“Evaluasi sih kita sebenarnya cuma kurang tenang. Terlalu buru-buru. Saat unggul kita terlalu buru-buru, saat ketinggalan kita masih terlalu tertekan,” tuturnya.
Sementara itu, Adrian Pratama mengatakan mereka tidak terlalu terbebani saat menghadapi pasangan unggulan kelima China Taipei. Sebelum pertandingan, keduanya telah memiliki gambaran permainan lawan dari pertandingan-pertandingan sebelumnya.
“Kita kalau lihat lawannya kan sudah pernah lihat di turnamen-turnamen sebelumnya. Jadi kita mungkin bisa lihat permainan dia di YouTube,” kata Adrian ditemani Khoiriyansyah.
Bagi Khoiriyansyah, status unggulan lawan bukan alasan untuk merasa gentar. Ia menilai setiap pasangan yang tampil di turnamen memiliki peluang yang sama sehingga fokus utama adalah memberikan permainan terbaik.
“Kalau ditakutin sih enggak. Namanya pertandingan semuanya, mau dia unggulan satu, mau dia umur berapa, tetap sama. Kita main di turnamen yang sama,” katanya.
Kemenangan atas unggulan kelima China Taipei menjadi modal positif bagi Khoiriyansyah-Pratama untuk melanjutkan perjalanan di Polytron Pontianak International Challenge 2026.
Keduanya kini akan mempersiapkan diri menghadapi pertandingan berikutnya dengan evaluasi utama pada ketenangan, fokus dan kemampuan menjaga tekanan di lapangan.
KALBARONLINE.com - Pasangan ganda putra Indonesia, M. Nawaf Khoiriyansyah-Adrian Pratama, membuat kejutan di Polytron Pontianak International Challenge 2026.
Tampil di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Rabu (26/8/2026), Khoiriyansyah-Pratama berhasil menumbangkan pasangan unggulan kelima asal China Taipei, Huang Kai Yi-Sheng Ming Lin, melalui pertandingan tiga gim.
Khoiriyansyah-Pratama mengamankan kemenangan dengan skor 21-18, 19-21, 21-18.
Pertandingan berlangsung ketat sejak gim pertama. Khoiriyansyah-Pratama mampu menjaga permainan dan mengamankan gim pembuka dengan skor 21-18.
Memasuki gim kedua, pasangan Indonesia sempat berada dalam posisi unggul. Namun, permainan yang terlalu terburu-buru membuat mereka kehilangan kendali hingga akhirnya harus menyerahkan gim tersebut kepada lawan dengan skor 19-21.
Penentuan berlangsung di gim ketiga. Khoiriyansyah-Pratama sempat berada dalam tekanan setelah tertinggal. Dalam situasi tersebut, keduanya berusaha menjaga ketenangan dengan terus berkomunikasi dan saling mengingatkan di lapangan.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Khoiriyansyah-Pratama mampu membalikkan keadaan dan menutup gim penentuan dengan kemenangan 21-18.
Usai pertandingan, Khoiriyansyah mengaku bersyukur dapat menyelesaikan laga tanpa mengalami cedera. Ia juga menilai permainan mereka secara keseluruhan berjalan cukup baik.
“Puji Tuhan kita bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera. Kita juga bisa bermain dengan baik hari ini,” kata Khoiriyansyah usai pertandingan.
Menurutnya, komunikasi menjadi salah satu kunci ketika menghadapi situasi sulit, terutama saat mereka tertinggal pada gim ketiga. Ia bersama Adrian berusaha mengendalikan rasa tegang dan tidak membiarkan kepanikan memengaruhi permainan.
“Di game ketiga kita juga sempat ketinggalan. Sebisa mungkin meng-handle rasa tegang, rasa panik saat ketinggalan. Kita coba selalu berkomunikasi, saling mengingatkan satu sama lain,” ujarnya.
Khoiriyansyah menyebut ketenangan menjadi evaluasi utama setelah pertandingan. Mereka dinilai perlu lebih sabar ketika unggul sekaligus lebih percaya diri saat berada dalam posisi tertinggal.
“Evaluasi sih kita sebenarnya cuma kurang tenang. Terlalu buru-buru. Saat unggul kita terlalu buru-buru, saat ketinggalan kita masih terlalu tertekan,” tuturnya.
Sementara itu, Adrian Pratama mengatakan mereka tidak terlalu terbebani saat menghadapi pasangan unggulan kelima China Taipei. Sebelum pertandingan, keduanya telah memiliki gambaran permainan lawan dari pertandingan-pertandingan sebelumnya.
“Kita kalau lihat lawannya kan sudah pernah lihat di turnamen-turnamen sebelumnya. Jadi kita mungkin bisa lihat permainan dia di YouTube,” kata Adrian ditemani Khoiriyansyah.
Bagi Khoiriyansyah, status unggulan lawan bukan alasan untuk merasa gentar. Ia menilai setiap pasangan yang tampil di turnamen memiliki peluang yang sama sehingga fokus utama adalah memberikan permainan terbaik.
“Kalau ditakutin sih enggak. Namanya pertandingan semuanya, mau dia unggulan satu, mau dia umur berapa, tetap sama. Kita main di turnamen yang sama,” katanya.
Kemenangan atas unggulan kelima China Taipei menjadi modal positif bagi Khoiriyansyah-Pratama untuk melanjutkan perjalanan di Polytron Pontianak International Challenge 2026.
Keduanya kini akan mempersiapkan diri menghadapi pertandingan berikutnya dengan evaluasi utama pada ketenangan, fokus dan kemampuan menjaga tekanan di lapangan.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini