Pontianak    

Gen Z Pontianak Ajak Anak Tuna Netra Bikin Papan Nama Braille

Ngabuburit Ala Relawan

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Jumat, 06 Maret 2026
Gen Z Pontianak Ajak Anak Tuna Netra Bikin Papan Nama Braille
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Suasana hangat dan penuh kebersamaan terlihat di salah satu panti asuhan tuna netra di Kota Pontianak. Sejumlah relawan generasi Z dari komunitas Warmthz memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa atau ngabuburit dengan kegiatan kreatif bersama anak-anak tuna netra.

Dalam kegiatan tersebut, para relawan mendampingi anak-anak membuat papan nama kamar menggunakan huruf braille. Papan nama itu disusun dari titik-titik braille yang mewakili huruf alfabet, kemudian dihias dengan berbagai ornamen agar terlihat menarik sebelum dipasang di depan kamar masing-masing.

Pendiri komunitas Warmthz, Amalia mengatakan, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana kreativitas bagi anak-anak tuna netra, tetapi juga menjadi momen belajar bagi para relawan yang sebagian besar baru pertama kali mengenal sistem huruf braille.

Menurutnya, melalui kegiatan ini para relawan diajak memahami bagaimana huruf alfabet dalam Braille berbeda dengan huruf biasa, sekaligus merasakan tantangan membaca dan menyusun pola titik yang menjadi dasar bahasa tersebut.

“Jadi hari ini kami mendampingi adik-adik tuna netra membuat papan nama kamar menggunakan huruf alfabet dan huruf braille. Sambil membantu mereka, teman-teman relawan juga belajar mengenal alfabet braille,” ujarnya, Jumat (06/03/2026).

Amalia menyebut, sekitar 28 hingga 29 relawan terlibat dalam kegiatan tersebut. Banyak di antara mereka mengaku baru pertama kali belajar tentang braille dan merasakan langsung bagaimana sulitnya memahami pola titik yang digunakan untuk membaca dan menulis oleh penyandang tuna netra.

Selain membuat papan nama kamar, kegiatan juga diisi dengan permainan interaktif, buka puasa bersama, hingga salat Magrib berjamaah.

Salah satu relawan, Cinta, mengaku sengaja mengikuti kegiatan ini karena ingin berinteraksi langsung dengan anak-anak tuna netra sekaligus belajar memahami bahasa braille dari mereka.

Ia mengatakan pengalaman tersebut memberinya pelajaran berharga tentang rasa syukur dan kepedulian terhadap sesama.

“Senang sekali bisa ikut kegiatan ini. Saya jadi bisa bertemu langsung dengan anak-anak tuna netra dan belajar sedikit tentang bahasa braille dari mereka,” ungkapnya.

Kegiatan sosial ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang berbagi, belajar, serta memperkuat kepedulian sosial kepada sesama. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Zurich Life Perkuat Jaring Pengaman Finansial Anggota Credit Union di Indonesia
Jumat, 06 Maret 2026
Artikel Sebelumnya
Kasus Oli Palsu Masuk Tahap P-21, Polda Kalbar Segera Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti ke Jaksa
Jumat, 06 Maret 2026

Berita terkait