Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Jumat, 06 Maret 2026 |
KALBARONLINE.com - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) berkolaborasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Komunitas Penyuluh Anti Korupsi Khatulistiwa (Tanjak Kalbar) menggelar kegiatan Bincang Anti Korupsi Ala Gen-Z di SMKN 9 Pontianak.
Kegiatan itu digelar sebagai upaya menanamkan nilai integritas kepada generasi muda untuk memahami pentingnya nilai integritas, kejujuran, dan keberanian menolak praktik korupsi sejak dini.
Melalui dialog yang dikemas santai namun bermakna, para siswa diajak berdiskusi mengenai berbagai bentuk korupsi yang kerap terjadi di sekitar kehidupan masyarakat.
Para pelajar juga diperkenalkan pada dampak luas yang ditimbulkan oleh praktik korupsi, mulai dari kerugian negara hingga terhambatnya pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini disesuaikan dengan karakter generasi Z yang lebih menyukai komunikasi terbuka, interaktif, dan tidak kaku. Karena itu, dialog dikemas ringan agar pesan tentang bahaya korupsi dapat diterima dengan lebih mudah oleh para siswa.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari menegaskan, bahwa pendidikan antikorupsi kepada generasi muda merupakan investasi penting untuk masa depan pemerintahan yang bersih.
Menurutnya, penanaman nilai integritas tidak bisa hanya dilakukan ketika seseorang sudah memasuki dunia kerja atau pemerintahan, tetapi harus dimulai sejak usia sekolah.
“Penanaman nilai antikorupsi kepada generasi muda merupakan langkah penting dalam menciptakan budaya pemerintahan yang bersih di masa depan. Generasi muda harus memahami bahwa integritas, kejujuran, dan keberanian menolak korupsi adalah nilai yang harus dijaga sejak dini,” ujarnya.
Windy juga menilai bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam membangun budaya antikorupsi di masyarakat. Dengan pemahaman yang kuat tentang integritas, generasi muda diharapkan mampu membawa perubahan positif di berbagai bidang kehidupan.
Ia berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran nyata di kalangan pelajar bahwa perang melawan korupsi dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi antara BPSDMD Kalbar, KPK, dan komunitas penyuluh anti korupsi juga menjadi contoh sinergi berbagai pihak dalam memperkuat gerakan pendidikan antikorupsi di daerah.
Melalui pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi Z yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berintegritas, serta berani menjadi bagian dari gerakan melawan korupsi.
Dengan semangat kolaborasi tersebut, diharapkan semakin banyak generasi muda yang tumbuh dengan kesadaran bahwa masa depan bangsa yang bersih dan berintegritas sangat bergantung pada keberanian mereka untuk menolak korupsi sejak sekarang. (Lid)
KALBARONLINE.com - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) berkolaborasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Komunitas Penyuluh Anti Korupsi Khatulistiwa (Tanjak Kalbar) menggelar kegiatan Bincang Anti Korupsi Ala Gen-Z di SMKN 9 Pontianak.
Kegiatan itu digelar sebagai upaya menanamkan nilai integritas kepada generasi muda untuk memahami pentingnya nilai integritas, kejujuran, dan keberanian menolak praktik korupsi sejak dini.
Melalui dialog yang dikemas santai namun bermakna, para siswa diajak berdiskusi mengenai berbagai bentuk korupsi yang kerap terjadi di sekitar kehidupan masyarakat.
Para pelajar juga diperkenalkan pada dampak luas yang ditimbulkan oleh praktik korupsi, mulai dari kerugian negara hingga terhambatnya pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini disesuaikan dengan karakter generasi Z yang lebih menyukai komunikasi terbuka, interaktif, dan tidak kaku. Karena itu, dialog dikemas ringan agar pesan tentang bahaya korupsi dapat diterima dengan lebih mudah oleh para siswa.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari menegaskan, bahwa pendidikan antikorupsi kepada generasi muda merupakan investasi penting untuk masa depan pemerintahan yang bersih.
Menurutnya, penanaman nilai integritas tidak bisa hanya dilakukan ketika seseorang sudah memasuki dunia kerja atau pemerintahan, tetapi harus dimulai sejak usia sekolah.
“Penanaman nilai antikorupsi kepada generasi muda merupakan langkah penting dalam menciptakan budaya pemerintahan yang bersih di masa depan. Generasi muda harus memahami bahwa integritas, kejujuran, dan keberanian menolak korupsi adalah nilai yang harus dijaga sejak dini,” ujarnya.
Windy juga menilai bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan dalam membangun budaya antikorupsi di masyarakat. Dengan pemahaman yang kuat tentang integritas, generasi muda diharapkan mampu membawa perubahan positif di berbagai bidang kehidupan.
Ia berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran nyata di kalangan pelajar bahwa perang melawan korupsi dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi antara BPSDMD Kalbar, KPK, dan komunitas penyuluh anti korupsi juga menjadi contoh sinergi berbagai pihak dalam memperkuat gerakan pendidikan antikorupsi di daerah.
Melalui pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi Z yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berintegritas, serta berani menjadi bagian dari gerakan melawan korupsi.
Dengan semangat kolaborasi tersebut, diharapkan semakin banyak generasi muda yang tumbuh dengan kesadaran bahwa masa depan bangsa yang bersih dan berintegritas sangat bergantung pada keberanian mereka untuk menolak korupsi sejak sekarang. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini