Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Minggu, 22 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com – Menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit tak selalu harus dihabiskan dengan jalan-jalan atau berburu takjil. Komunitas seni rupa di Pontianak bernama Imagirupa punya cara berbeda, yakni mengajak anak muda mengisi Ramadan lewat kegiatan kreatif menggambar bersama.
Kegiatan bertajuk “Sketsa Bukber” ini digelar di Bertemoe Coffee, Jalan Urai Bawadi, Sabtu (21/2/2026). Puluhan peserta dari berbagai kalangan tampak serius mencoret kertas sketsa, menggambar ilustrasi makanan sambil menunggu azan magrib berkumandang.
Ketua Komunitas Imagirupa, Nauval Salsabil Samman mengatakan, kegiatan ini sebenarnya merupakan agenda rutin komunitas yang dikemas khusus menyesuaikan suasana Ramadan.
“Biasanya kita ada sketsa rupa atau sketsa sore. Karena ini bulan puasa dan sekalian ngabuburit bareng, jadi kita namakan Sketsa Bukber,” ujarnya.
Tema yang diangkat kali ini adalah ilustrasi makanan atau food illustration. Tema tersebut sengaja dipilih untuk menambah sensasi menunggu waktu berbuka puasa.
“Supaya makin nggak sabar nunggu buka puasa. Gambarnya makanan yang menggugah selera, jadi pas waktunya buka rasanya makin puas,” katanya sambil tertawa.
Sekitar 21 peserta mengikuti kegiatan ini, peserta pun berasal dari berbagai latar belakang, tidak hanya mahasiswa Universitas Tanjungpura, tetapi juga kampus lain hingga masyarakat umum.
“Ada dari berbagai kampus, bukan cuma Untan, tapi juga kampus lain seperti Muhammadiyah. Ada yang sudah kerja bahkan anak SMA juga ikut. Kegiatan ini terbuka untuk umum, siapa saja boleh ikut,” jelas Nauval.
Nauval menceritakan, Imagirupa merupakan kolektif seni yang berdiri pada April 2023, berawal dari keresahan mahasiswa yang kesulitan menemukan wadah untuk menyalurkan minat di bidang seni rupa.
Komunitas ini awalnya diinisiasi mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Tanjungpura. Namun kini anggotanya semakin luas, tidak hanya mahasiswa tetapi juga masyarakat umum.
“Awalnya memang mahasiswa, tapi sekarang sudah terbuka untuk siapa saja yang punya passion menggambar,” ujarnya.
Salah satu peserta, Ozi mengaku tertarik mengikuti kegiatan ini karena sesuai dengan hobinya menggambar, apalagi tema makanan sedang ia sukai.
“Kali ini aku gambar dua dessert tradisional, ada getuk sama pisang hijau. Lagi suka gambar makanan juga,” katanya.
Ia mengetahui kegiatan tersebut melalui grup komunitas Imagirupa yang terbuka untuk umum serta media sosial mereka.
Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya soal menggambar, tetapi juga menjadi tempat bertemu orang baru dan berbagi pengalaman.
“Selain hobi, aku pengen nambah relasi juga. Banyak wajah baru yang belum pernah ketemu sebelumnya, jadi bisa sharing pengalaman,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa bisa terus diadakan, terutama selama Ramadan, agar anak muda yang memiliki minat seni memiliki ruang positif untuk berkarya.
“Bulan puasa kadang bingung mau ke mana. Dengan kegiatan seperti ini kita bisa kumpul, berbagi, dan tetap produktif,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit tak selalu harus dihabiskan dengan jalan-jalan atau berburu takjil. Komunitas seni rupa di Pontianak bernama Imagirupa punya cara berbeda, yakni mengajak anak muda mengisi Ramadan lewat kegiatan kreatif menggambar bersama.
Kegiatan bertajuk “Sketsa Bukber” ini digelar di Bertemoe Coffee, Jalan Urai Bawadi, Sabtu (21/2/2026). Puluhan peserta dari berbagai kalangan tampak serius mencoret kertas sketsa, menggambar ilustrasi makanan sambil menunggu azan magrib berkumandang.
Ketua Komunitas Imagirupa, Nauval Salsabil Samman mengatakan, kegiatan ini sebenarnya merupakan agenda rutin komunitas yang dikemas khusus menyesuaikan suasana Ramadan.
“Biasanya kita ada sketsa rupa atau sketsa sore. Karena ini bulan puasa dan sekalian ngabuburit bareng, jadi kita namakan Sketsa Bukber,” ujarnya.
Tema yang diangkat kali ini adalah ilustrasi makanan atau food illustration. Tema tersebut sengaja dipilih untuk menambah sensasi menunggu waktu berbuka puasa.
“Supaya makin nggak sabar nunggu buka puasa. Gambarnya makanan yang menggugah selera, jadi pas waktunya buka rasanya makin puas,” katanya sambil tertawa.
Sekitar 21 peserta mengikuti kegiatan ini, peserta pun berasal dari berbagai latar belakang, tidak hanya mahasiswa Universitas Tanjungpura, tetapi juga kampus lain hingga masyarakat umum.
“Ada dari berbagai kampus, bukan cuma Untan, tapi juga kampus lain seperti Muhammadiyah. Ada yang sudah kerja bahkan anak SMA juga ikut. Kegiatan ini terbuka untuk umum, siapa saja boleh ikut,” jelas Nauval.
Nauval menceritakan, Imagirupa merupakan kolektif seni yang berdiri pada April 2023, berawal dari keresahan mahasiswa yang kesulitan menemukan wadah untuk menyalurkan minat di bidang seni rupa.
Komunitas ini awalnya diinisiasi mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Tanjungpura. Namun kini anggotanya semakin luas, tidak hanya mahasiswa tetapi juga masyarakat umum.
“Awalnya memang mahasiswa, tapi sekarang sudah terbuka untuk siapa saja yang punya passion menggambar,” ujarnya.
Salah satu peserta, Ozi mengaku tertarik mengikuti kegiatan ini karena sesuai dengan hobinya menggambar, apalagi tema makanan sedang ia sukai.
“Kali ini aku gambar dua dessert tradisional, ada getuk sama pisang hijau. Lagi suka gambar makanan juga,” katanya.
Ia mengetahui kegiatan tersebut melalui grup komunitas Imagirupa yang terbuka untuk umum serta media sosial mereka.
Menurutnya, kegiatan seperti ini bukan hanya soal menggambar, tetapi juga menjadi tempat bertemu orang baru dan berbagi pengalaman.
“Selain hobi, aku pengen nambah relasi juga. Banyak wajah baru yang belum pernah ketemu sebelumnya, jadi bisa sharing pengalaman,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa bisa terus diadakan, terutama selama Ramadan, agar anak muda yang memiliki minat seni memiliki ruang positif untuk berkarya.
“Bulan puasa kadang bingung mau ke mana. Dengan kegiatan seperti ini kita bisa kumpul, berbagi, dan tetap produktif,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini