Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Minggu, 22 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak mendukung Festival Musik Bangun Sahur di halaman Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman menjadi etalase budaya sungai kota. Agenda tahunan tersebut diharapkan semakin berkualitas dan memiliki daya tarik yang lebih kuat di masa mendatang.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar ajang kreativitas membangunkan sahur, melainkan momentum untuk memperkuat identitas sejarah dan budaya Kota Pontianak. Menurutnya, Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman merupakan titik awal peradaban kota yang berdiri di tepian Sungai Kapuas.
“Kita tidak boleh lupa bahwa cikal bakal Kota Pontianak bermula dari kawasan Masjid Jami ini. Karena itu, penyelenggaraan festival ke depan harus mampu menonjolkan nilai historis tersebut,” ujarnya ketika membuka kegiatan tersebut, Sabtu (21/2/2026) malam.
Ia juga memberikan arahan agar pada pelaksanaan berikutnya, tata letak panggung dapat diorientasikan menghadap Alun-Alun Sungai Kapuas. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat visual acara sekaligus menghadirkan suasana yang lebih ikonik, terutama bagi masyarakat maupun wisatawan yang melintas di jalur perairan Kapuas. Dengan konsep tersebut, Festival Musik Bangun Sahur diharapkan tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga bagian dari upaya rebranding kawasan Istana Kadriah dan Masjid Jami sebagai pusat budaya sungai.
“Kalau dikemas dengan baik, ini bisa menjadi etalase budaya religi yang membanggakan, sekaligus mendukung sektor pariwisata kota,” tambahnya.
Bahasan memastikan Pemerintah Kota akan memberikan dukungan penuh agar festival ini dapat tumbuh lebih profesional, tertata, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat citra Pontianak sebagai kota berbudaya dan religius. (Jau)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak mendukung Festival Musik Bangun Sahur di halaman Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman menjadi etalase budaya sungai kota. Agenda tahunan tersebut diharapkan semakin berkualitas dan memiliki daya tarik yang lebih kuat di masa mendatang.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar ajang kreativitas membangunkan sahur, melainkan momentum untuk memperkuat identitas sejarah dan budaya Kota Pontianak. Menurutnya, Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman merupakan titik awal peradaban kota yang berdiri di tepian Sungai Kapuas.
“Kita tidak boleh lupa bahwa cikal bakal Kota Pontianak bermula dari kawasan Masjid Jami ini. Karena itu, penyelenggaraan festival ke depan harus mampu menonjolkan nilai historis tersebut,” ujarnya ketika membuka kegiatan tersebut, Sabtu (21/2/2026) malam.
Ia juga memberikan arahan agar pada pelaksanaan berikutnya, tata letak panggung dapat diorientasikan menghadap Alun-Alun Sungai Kapuas. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat visual acara sekaligus menghadirkan suasana yang lebih ikonik, terutama bagi masyarakat maupun wisatawan yang melintas di jalur perairan Kapuas. Dengan konsep tersebut, Festival Musik Bangun Sahur diharapkan tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga bagian dari upaya rebranding kawasan Istana Kadriah dan Masjid Jami sebagai pusat budaya sungai.
“Kalau dikemas dengan baik, ini bisa menjadi etalase budaya religi yang membanggakan, sekaligus mendukung sektor pariwisata kota,” tambahnya.
Bahasan memastikan Pemerintah Kota akan memberikan dukungan penuh agar festival ini dapat tumbuh lebih profesional, tertata, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat citra Pontianak sebagai kota berbudaya dan religius. (Jau)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini