Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 05 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Ganda putra Indonesia Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo menjaga asa Indonesia untuk meraih gelar di Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Mereka menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di turnamen tersebut setelah memastikan tiket ke final dengan menghantam wakil Malaysia, Low Hang Yee/Ng Eng Cheong, pada babak semifinal, Sabtu (5/9/2026).
Tampil di hadapan publik GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Yeremia/Patra menang dominan dalam dua gim langsung dengan skor 21-7 dan 21-15.
Kemenangan tersebut sekaligus membawa Yeremia/Patra kembali ke partai final secara back to back. Yeremia mengaku bangga dengan pencapaian tersebut dan berharap bisa tampil maksimal pada laga puncak.
“Bangga sekali bisa back to back finals. Harapannya besok bisa juara dan mengeluarkan kemampuan yang maksimal,” ujar Yeremia.
Pada gim kedua, Yeremia/Patra sempat mendapat perlawanan lebih ketat ketika pertandingan memasuki interval. Namun, mereka mampu menjaga fokus dan tetap memilih bermain agresif.
“Di interval gim kedua poinnya ketat, tapi setelah itu kami tetap fokus menyerang karena kami tidak mau main defense. Permainan yang bagus itu ya menyerang,” katanya.
Menurut Yeremia, bermain bertahan justru dapat memberikan tekanan tersendiri bagi mereka. Karena itu, pasangan ini berusaha terus mengambil inisiatif serangan untuk membuat lawan berada dalam tekanan.
“Kalau main defense kami bisa saja mati, tapi kalau menyerang pasti lawan yang lebih tertekan,” lanjutnya.
Mengenai kunci keberhasilan mereka kembali menembus final, Yeremia menyebut kepercayaan satu sama lain menjadi salah satu faktor penting. Selain itu, ambisi untuk terus tampil maksimal juga masih tinggi.
“Mungkin percaya satu sama lain, yakin dan ambisinya masih tinggi untuk performa kami,” ucap Yeremia.
Sementara itu, Patra menilai kemenangan atas pasangan Malaysia tidak lepas dari persiapan pola permainan yang lebih matang. Sejak awal pertandingan, mereka berusaha memberikan tekanan kepada lawan.
“Hari ini kami lebih siap dari pola permainan, kami lebih menekan dari awal. Puji Tuhan tadi bisa menerapkan semua yang kami mau, jadinya bisa menang relatif cepat,” kata Patra.
Di partai final, Yeremia/Patra akan menghadapi pasangan asal Chinese Taipei. Patra mengatakan mereka akan mewaspadai pola serangan lawan yang dinilainya cukup rapi.
“Besok melawan pasangan Chinese Taipei, kami antisipasi dari pola-pola serangannya mereka karena mereka juga bermain rapi dari kemarin yang saya lihat,” ujarnya.
Untuk menghadapi laga puncak tersebut, Patra menyebut mereka akan menyiapkan pola bertahan yang dapat dilanjutkan dengan serangan balik.
“Jadi kami mau menyiapkan pola defense balik serangnya,” pungkas Patra.
Sebagai satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa, Yeremia/Patra kini mengemban asa untuk membawa gelar juara tetap berada di Indonesia. Mereka akan berusaha memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin pada partai final.
KALBARONLINE.com – Ganda putra Indonesia Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo menjaga asa Indonesia untuk meraih gelar di Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Mereka menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di turnamen tersebut setelah memastikan tiket ke final dengan menghantam wakil Malaysia, Low Hang Yee/Ng Eng Cheong, pada babak semifinal, Sabtu (5/9/2026).
Tampil di hadapan publik GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Yeremia/Patra menang dominan dalam dua gim langsung dengan skor 21-7 dan 21-15.
Kemenangan tersebut sekaligus membawa Yeremia/Patra kembali ke partai final secara back to back. Yeremia mengaku bangga dengan pencapaian tersebut dan berharap bisa tampil maksimal pada laga puncak.
“Bangga sekali bisa back to back finals. Harapannya besok bisa juara dan mengeluarkan kemampuan yang maksimal,” ujar Yeremia.
Pada gim kedua, Yeremia/Patra sempat mendapat perlawanan lebih ketat ketika pertandingan memasuki interval. Namun, mereka mampu menjaga fokus dan tetap memilih bermain agresif.
“Di interval gim kedua poinnya ketat, tapi setelah itu kami tetap fokus menyerang karena kami tidak mau main defense. Permainan yang bagus itu ya menyerang,” katanya.
Menurut Yeremia, bermain bertahan justru dapat memberikan tekanan tersendiri bagi mereka. Karena itu, pasangan ini berusaha terus mengambil inisiatif serangan untuk membuat lawan berada dalam tekanan.
“Kalau main defense kami bisa saja mati, tapi kalau menyerang pasti lawan yang lebih tertekan,” lanjutnya.
Mengenai kunci keberhasilan mereka kembali menembus final, Yeremia menyebut kepercayaan satu sama lain menjadi salah satu faktor penting. Selain itu, ambisi untuk terus tampil maksimal juga masih tinggi.
“Mungkin percaya satu sama lain, yakin dan ambisinya masih tinggi untuk performa kami,” ucap Yeremia.
Sementara itu, Patra menilai kemenangan atas pasangan Malaysia tidak lepas dari persiapan pola permainan yang lebih matang. Sejak awal pertandingan, mereka berusaha memberikan tekanan kepada lawan.
“Hari ini kami lebih siap dari pola permainan, kami lebih menekan dari awal. Puji Tuhan tadi bisa menerapkan semua yang kami mau, jadinya bisa menang relatif cepat,” kata Patra.
Di partai final, Yeremia/Patra akan menghadapi pasangan asal Chinese Taipei. Patra mengatakan mereka akan mewaspadai pola serangan lawan yang dinilainya cukup rapi.
“Besok melawan pasangan Chinese Taipei, kami antisipasi dari pola-pola serangannya mereka karena mereka juga bermain rapi dari kemarin yang saya lihat,” ujarnya.
Untuk menghadapi laga puncak tersebut, Patra menyebut mereka akan menyiapkan pola bertahan yang dapat dilanjutkan dengan serangan balik.
“Jadi kami mau menyiapkan pola defense balik serangnya,” pungkas Patra.
Sebagai satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa, Yeremia/Patra kini mengemban asa untuk membawa gelar juara tetap berada di Indonesia. Mereka akan berusaha memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin pada partai final.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini