Nasional    

Tim PLN Terjun Padamkan Karhutla di Tumbang Nusa, Cegah Api Mendekati Jalur Transmisi

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Saturday, 01 August 2026
Tim PLN Terjun Padamkan Karhutla di Tumbang Nusa, Cegah Api Mendekati Jalur Transmisi
Kobaran api yang melanda kawasan Tumbang Nusa ditangani melalui kolaborasi berbagai pihak. Tim PLN turut ambil bagian dalam proses pemadaman sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya melindungi infrastruktur ketenagalistrikan yang berada di sekitar lokasi kebakaran (Foto: PLN For KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan PT PLN (Persero) melalui aksi cepat Tim Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Palangkaraya yang turun langsung membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau.

Aksi tersebut dilakukan pada Minggu (26/7/2026) untuk mencegah api semakin meluas sekaligus melindungi infrastruktur ketenagalistrikan yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

Kebakaran terjadi di sekitar span tower 259 hingga 261 jalur transmisi 150 kV Mintin–Palangkaraya. Mengetahui adanya potensi ancaman terhadap jalur transmisi, Tim PLN langsung bergerak menuju lokasi dan berkoordinasi bersama unsur terkait untuk melakukan pemadaman.

Di tengah kondisi medan gambut yang sulit dilalui serta kepulan asap yang mengganggu jarak pandang, personel PLN tetap berupaya mencapai titik api dengan membawa peralatan pemadaman secara manual.

Upaya tersebut dilakukan hingga kobaran api berhasil dikendalikan dan kondisi di sekitar jalur transmisi kembali aman.

Manager ULTG Palangkaraya, Erik Juni Hartanto, mengatakan tim langsung bergerak setelah menerima informasi adanya kebakaran di sekitar jalur transmisi.

"Medan yang sulit membuat personel harus memanggul peralatan pemadaman sambil menyusuri area yang dipenuhi asap untuk mencapai titik api. Namun kondisi tersebut tidak mengurangi semangat tim untuk membantu mengendalikan kebakaran bersama unsur terkait agar api tidak semakin meluas," ujar Erik.

Menurutnya, setiap waktu sangat berharga dalam penanganan karhutla, terutama ketika api berpotensi mendekati jalur transmisi maupun menyebar ke wilayah yang lebih luas.

"Bagi kami, setiap menit sangat berarti untuk mencegah api mendekati jalur transmisi maupun menyebar ke area yang lebih luas," katanya.

Manager PLN UPT Palangkaraya, Eko Prasetyo, menyampaikan bahwa keterlibatan personel PLN dalam penanganan karhutla merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekaligus tanggung jawab menjaga keandalan pelayanan listrik bagi masyarakat.

Ia menyebut karhutla masih menjadi tantangan serius di Kalimantan Tengah. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi), hingga 2026 luas lahan terbakar tercatat mencapai lebih dari 3.069 hektare.

"Kondisi ini membutuhkan kepedulian dan kolaborasi seluruh pihak. Karena itu, ketika kebakaran terjadi di sekitar jalur transmisi, personel kami tidak tinggal diam," ujar Eko.

Ia menambahkan, langkah cepat PLN dilakukan tidak hanya untuk membantu pengendalian api, tetapi juga menjaga infrastruktur ketenagalistrikan yang menjadi objek vital nasional.

Sementara itu, General Manager PLN UIP3B Kalimantan Riko Ramadhano Budiawan menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari komitmen PLN dalam memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

"PLN percaya bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menghadirkan layanan kelistrikan yang andal," ujar Riko.

Menurutnya, aksi cepat personel PLN di Tumbang Nusa menjadi bukti bahwa kehadiran PLN tidak hanya melalui penyediaan listrik, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam menjaga lingkungan dan membantu masyarakat menghadapi potensi bencana.

Melalui kolaborasi bersama berbagai pihak, PLN terus mendukung upaya penanggulangan karhutla guna meminimalkan dampaknya terhadap lingkungan, masyarakat, serta infrastruktur ketenagalistrikan. (*)

Artikel Selanjutnya
ATR/BPN Terapkan Sistem Pengukuran Terjadwal, Waktu Tunggu Layanan Tanah Maksimal 7 Hari
Friday, 31 July 2026
Artikel Sebelumnya
ATR/BPN Terapkan Sistem Pengukuran Terjadwal, Waktu Tunggu Layanan Tanah Maksimal 7 Hari
Friday, 31 July 2026

Berita terkait