Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 01 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura (Untan) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SLB Dharma Asih Pontianak, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan membangun komunikasi inklusif sekaligus melatih kemampuan motorik siswa tunagrahita melalui berbagai aktivitas kreatif.
Mengusung tema “Pendampingan Komunikasi Inklusif Melalui Interaksi Kreatif antara Mahasiswa dan Anak Tunagrahita di SLB C Dharma Asih”, kegiatan ini diikuti 16 siswa tingkat SMP.
Para siswa didampingi sembilan mahasiswa yang terdiri dari delapan mahasiswa Ilmu Komunikasi dan satu mahasiswa Administrasi Perkantoran.
Tim PKM tersebut terdiri dari Dr. Lina Sunyata, Dea Varanida, Pricilla Pascadeany Frelians, dan Agung Nugraha.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak mengikuti berbagai aktivitas kreatif, seperti membuat kerajinan sederhana, menggunting pola buah-buahan, hingga membuat origami.
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untan mendampingi setiap siswa mulai dari memberikan arahan, membantu proses praktik, hingga memberikan apresiasi terhadap hasil karya yang dibuat.
Dosen Ilmu Komunikasi Untan, Agung Nugraha, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa SLB, tetapi juga menjadi pengalaman pembelajaran bagi mahasiswa dalam memahami pola komunikasi dengan anak tunagrahita.
“Tujuan kami adalah melibatkan mahasiswa Ilmu Komunikasi untuk berinteraksi langsung dengan siswa-siswa di sekolah luar biasa. Mereka bisa memahami bentuk interaksi dan tantangan saat berkomunikasi dengan anak-anak tunagrahita sehingga muncul wawasan baru tentang komunikasi inklusif,” katanya.
Menurut Agung, pengalaman langsung di lapangan menjadi bagian penting dalam memperluas pemahaman mahasiswa mengenai komunikasi yang adaptif dan inklusif.
Sementara itu, dosen Ilmu Komunikasi Untan, Pricilla Pascadeany Frelians, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
“Kami mengajak siswa membuat kerajinan sederhana untuk melatih motorik mereka. Selama kegiatan, mahasiswa mendampingi, memberikan arahan, instruksi, hingga pujian atas hasil karya anak-anak,” ujarnya.
Pricilla menjelaskan, kegiatan PKM merupakan bentuk implementasi keilmuan dosen kepada masyarakat agar hasil pembelajaran dan penelitian tidak hanya berhenti di lingkungan akademik.
“Harapannya, ilmu yang kami ajarkan di kelas dan hasil penelitian dapat diimplementasikan melalui kegiatan pengabdian sehingga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” katanya.
Kepala SLB Dharma Asih, Danang Isnawan, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai para siswa terlihat antusias dan senang mengikuti kegiatan bersama mahasiswa.
“Saya lihat tadi anak-anak sangat senang. Harapan saya kegiatan seperti ini terus dilanjutkan ke depan. Kami sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin melakukan kegiatan bersama anak-anak di sini,” ujarnya.
Danang berharap semakin banyak perguruan tinggi maupun instansi lain yang menggelar kegiatan serupa.
Menurutnya, interaksi dengan masyarakat luar memiliki peran penting dalam meningkatkan rasa percaya diri serta kemampuan sosial siswa berkebutuhan khusus.
“Kalau anak-anak terus dikunjungi dan diajak beraktivitas bersama, mereka senang sekali. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini semakin sering dilakukan,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tanjungpura (Untan) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SLB Dharma Asih Pontianak, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan membangun komunikasi inklusif sekaligus melatih kemampuan motorik siswa tunagrahita melalui berbagai aktivitas kreatif.
Mengusung tema “Pendampingan Komunikasi Inklusif Melalui Interaksi Kreatif antara Mahasiswa dan Anak Tunagrahita di SLB C Dharma Asih”, kegiatan ini diikuti 16 siswa tingkat SMP.
Para siswa didampingi sembilan mahasiswa yang terdiri dari delapan mahasiswa Ilmu Komunikasi dan satu mahasiswa Administrasi Perkantoran.
Tim PKM tersebut terdiri dari Dr. Lina Sunyata, Dea Varanida, Pricilla Pascadeany Frelians, dan Agung Nugraha.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak mengikuti berbagai aktivitas kreatif, seperti membuat kerajinan sederhana, menggunting pola buah-buahan, hingga membuat origami.
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untan mendampingi setiap siswa mulai dari memberikan arahan, membantu proses praktik, hingga memberikan apresiasi terhadap hasil karya yang dibuat.
Dosen Ilmu Komunikasi Untan, Agung Nugraha, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa SLB, tetapi juga menjadi pengalaman pembelajaran bagi mahasiswa dalam memahami pola komunikasi dengan anak tunagrahita.
“Tujuan kami adalah melibatkan mahasiswa Ilmu Komunikasi untuk berinteraksi langsung dengan siswa-siswa di sekolah luar biasa. Mereka bisa memahami bentuk interaksi dan tantangan saat berkomunikasi dengan anak-anak tunagrahita sehingga muncul wawasan baru tentang komunikasi inklusif,” katanya.
Menurut Agung, pengalaman langsung di lapangan menjadi bagian penting dalam memperluas pemahaman mahasiswa mengenai komunikasi yang adaptif dan inklusif.
Sementara itu, dosen Ilmu Komunikasi Untan, Pricilla Pascadeany Frelians, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
“Kami mengajak siswa membuat kerajinan sederhana untuk melatih motorik mereka. Selama kegiatan, mahasiswa mendampingi, memberikan arahan, instruksi, hingga pujian atas hasil karya anak-anak,” ujarnya.
Pricilla menjelaskan, kegiatan PKM merupakan bentuk implementasi keilmuan dosen kepada masyarakat agar hasil pembelajaran dan penelitian tidak hanya berhenti di lingkungan akademik.
“Harapannya, ilmu yang kami ajarkan di kelas dan hasil penelitian dapat diimplementasikan melalui kegiatan pengabdian sehingga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” katanya.
Kepala SLB Dharma Asih, Danang Isnawan, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai para siswa terlihat antusias dan senang mengikuti kegiatan bersama mahasiswa.
“Saya lihat tadi anak-anak sangat senang. Harapan saya kegiatan seperti ini terus dilanjutkan ke depan. Kami sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin melakukan kegiatan bersama anak-anak di sini,” ujarnya.
Danang berharap semakin banyak perguruan tinggi maupun instansi lain yang menggelar kegiatan serupa.
Menurutnya, interaksi dengan masyarakat luar memiliki peran penting dalam meningkatkan rasa percaya diri serta kemampuan sosial siswa berkebutuhan khusus.
“Kalau anak-anak terus dikunjungi dan diajak beraktivitas bersama, mereka senang sekali. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini semakin sering dilakukan,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini