Pontianak    

Pontianak Dilanda Krisis Air Bersih, Depot Air Minum Isi Ulang Batasi Pembelian

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Sunday, 30 August 2026
Pontianak Dilanda Krisis Air Bersih, Depot Air Minum Isi Ulang Batasi Pembelian
Krisis air bersih di Pontianak membuat pasokan depot tak menentu, permintaan meningkat, dan pembelian mulai dibatasi (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Krisis air bersih mulai dirasakan warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat, di tengah musim kemarau. Sejumlah depot air minum isi ulang mengaku pasokan air semakin tidak menentu, sementara permintaan dari warga justru meningkat.

Salah satunya terjadi di Depot Air Galon Isi Ulang Homequa di Jalan Cendana, Gang Cendana 5. Karyawan depot, Aldi, mengatakan pasokan air dalam beberapa hari terakhir sulit dipastikan.

“Beberapa hari ini kondisi pasokan memang tidak menentu. Hari ini ada, besok ada, tetapi hari berikutnya bisa tidak ada. Kedatangannya juga sekarang cukup lama,” kata Aldi, Sabtu (29/8/2026).

Kondisi tersebut membuat pihak depot mulai membatasi pembelian. Jika sebelumnya warga bebas membeli dalam jumlah banyak, kini setiap orang maksimal mendapatkan tiga galon.

“Dulu pembelian air tidak kami batasi. Namun, setelah kondisi seperti ini, kami membatasi pembelian. Satu orang maksimal tiga galon agar lebih banyak warga yang bisa mendapatkan air,” ujarnya.

Menurut Aldi, air yang dibeli warga tidak hanya digunakan untuk kebutuhan minum, tetapi juga untuk mandi, memasak hingga berbagai kebutuhan sehari-hari.

Di tengah pasokan yang terbatas, harga air di depot tersebut juga mengalami kenaikan. Sebelumnya, air dijual sekitar Rp7 ribu per galon, sedangkan kini harganya berkisar Rp8 ribu hingga Rp10 ribu per galon.

“Biaya pengantaran juga menyesuaikan jarak,” ujarnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Depot Air Minum Blue Alianyang. Karyawan depot tersebut, Dafa, mengatakan peningkatan permintaan air mulai terasa sejak sekitar satu minggu terakhir.

“Dalam beberapa hari terakhir, permintaan air galon untuk kebutuhan warga memang meningkat. Mungkin karena saat ini sedang musim kemarau,” kata Dafa.

Biasanya, depot tersebut menjual sekitar 200 galon per hari. Kini, penjualan meningkat menjadi sekitar 300 galon per hari.

Namun, peningkatan permintaan tersebut tidak selalu bisa langsung dipenuhi. Air yang baru tiba harus melalui proses terlebih dahulu selama sekitar 12 jam sebelum dapat dijual kepada konsumen.

“Mau tidak mau, kondisi tersebut membuat warga harus mengantre. Kalau stoknya habis, kami juga tidak bisa berbuat banyak karena memang persediaannya terbatas,” ujarnya.

Berbeda dengan Depot Homequa, Depot Blue Alianyang belum menerapkan pembatasan pembelian. Warga masih dapat membeli hingga lima, tujuh, bahkan 10 galon sesuai kebutuhan.

Untuk harga, Dafa mengatakan belum ada kenaikan. Air masih dijual Rp10 ribu per galon sejak 20 April.

Depot tersebut biasanya mendatangkan sekitar 8.000 liter air. Dalam kondisi tertentu, jumlah pesanan bisa mencapai 12.000 liter. Namun, pasokan tersebut tidak selalu tersedia.

“Belakangan ini, pasokan sekitar 8.000 liter bisa habis dalam waktu satu hari. Sebelumnya, jumlah tersebut bisa bertahan seharian hingga malam,” kata Dafa.

Air yang dibeli warga digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari minum, berjualan hingga keperluan kantor. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Padamkan Karhutla di Dusun Sauwe, Aparat Kerahkan Dua Tangki Air
Sunday, 30 August 2026
Artikel Sebelumnya
Ribuan Warga Salat Istisqa, Kasus ISPA di Pontianak Tembus 300 Lebih Per Hari
Sunday, 30 August 2026

Berita terkait