Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 30 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Kemenangan Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu pada final Polytron Pontianak International Challenge 2026 tidak diraih dengan mudah. Pasangan Indonesia tersebut sempat kehilangan gim pertama sebelum akhirnya membalikkan keadaan.
Dejan mengakui dirinya sempat merasakan ketegangan karena pertandingan berlangsung di partai final. Rasa nervous membuat mereka tidak langsung menemukan permainan terbaik sejak awal.
“Mungkin kalau saya rasa sih saya juga ada tegangnya juga, mungkin tegang karena final juga, karena kepengen banget. Maksudnya ada nervous lah, tapi coba fokus terus. Memang set pertama itu kita kurang dari awal, tapi coba berusaha, memang belum dapat set pertama,” ujar Dejan.
Setelah kehilangan gim pertama, Dejan berusaha mengembalikan fokus dengan lebih memikirkan permainan dirinya sendiri. Ia juga mencoba memanfaatkan dukungan penonton dan kehadiran pelatih untuk menambah kepercayaan diri.
“Set kedua dan set ketiga coba fokus. Saya sih coba fokus ke diri saya sendiri dulu. Maksudnya karena kan di sini suporternya juga banyak, ada pelatih juga, menambah kepercayaan diri untuk saya, saya tambah semangat,” katanya.
Dejan juga menyebut permainan Lin/Sun sempat membuat mereka tidak nyaman. Pasangan China Taipei tersebut dinilai memiliki pola permainan cepat yang mampu mengganggu ritme Dejan/Apriyani.
“Pola mereka juga bagus, maksudnya cepat-cepatnya, jadi nyaman di mereka, kurang nyaman di kita. Tapi kita coba antisipasi terus, cari jalan keluar, alhamdulillah bisa membuahkan hasil,” ujar Dejan.
Sementara itu, Apriyani Rahayu mengungkapkan rasa saling percaya menjadi salah satu kunci ketika mereka berada dalam tekanan.
“Saya dan Dejan cukup percaya satu sama lain, cukup memberi tahu aku yakin sama kamu. Aku percaya sama Dejan, aku percaya pada Apri. Pada akhirnya apapun kami tetap saling percaya,” ujar Apriyani.
Menurut Apriyani, mereka berusaha tetap fokus hingga bola benar-benar mati, terutama ketika pertandingan memasuki poin-poin krusial.
“Jadi sampai bola belum mati, pokoknya kami harus selalu siap saja. Jadi poin-poin seperti itu memang sangat krusial,” katanya.
Pada gim ketiga, Dejan/Apriyani juga sempat kehilangan momentum setelah lawan meraih lima poin beruntun. Namun, mereka kembali berusaha menjaga konsentrasi dan tidak terpaku pada perolehan angka.
“Lagi-lagi kami harus akui karena ini final, kami tegang juga, tapi kami tidak mau fokus dengan poinnya. Kami mau fokus bagaimana cara kami main di lapangan, satu poin demi poin,” tutur Apriyani.
Pendekatan tersebut akhirnya membantu Dejan/Apriyani merebut kembali momentum hingga mengamankan gim ketiga 21-19 sekaligus memastikan gelar juara.
Meski berhasil meraih kemenangan, Dejan menyebut masih banyak hal yang harus dievaluasi bersama pelatih setelah melewati pertandingan final yang berlangsung ketat.
“Evaluasi pasti banyak ya. Set pertama kalah, set kedua dan ketiga kan sengit. Evaluasi pasti, setelah ini kita pasti briefing dengan pelatih. Pasti ada,” kata Dejan.
Setelah menuntaskan Polytron Pontianak International Challenge 2026, Dejan/Apriyani tidak punya banyak waktu untuk beristirahat. Mereka dijadwalkan kembali bertanding pada Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100 yang akan berlangsung pada pekan depan.
Apriyani mengatakan mereka akan lebih dulu memulihkan kondisi sebelum kembali menjalani pertandingan.
“Untuk minggu depan kami yang pastinya akan recovery dulu atas pertandingan minggu ini. Pikiran kami tetap harus on, karena Rabu mungkin kami akan tanding lagi, jadi memang kami harus terus fokus dan konsisten,” tuturnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Kemenangan Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu pada final Polytron Pontianak International Challenge 2026 tidak diraih dengan mudah. Pasangan Indonesia tersebut sempat kehilangan gim pertama sebelum akhirnya membalikkan keadaan.
Dejan mengakui dirinya sempat merasakan ketegangan karena pertandingan berlangsung di partai final. Rasa nervous membuat mereka tidak langsung menemukan permainan terbaik sejak awal.
“Mungkin kalau saya rasa sih saya juga ada tegangnya juga, mungkin tegang karena final juga, karena kepengen banget. Maksudnya ada nervous lah, tapi coba fokus terus. Memang set pertama itu kita kurang dari awal, tapi coba berusaha, memang belum dapat set pertama,” ujar Dejan.
Setelah kehilangan gim pertama, Dejan berusaha mengembalikan fokus dengan lebih memikirkan permainan dirinya sendiri. Ia juga mencoba memanfaatkan dukungan penonton dan kehadiran pelatih untuk menambah kepercayaan diri.
“Set kedua dan set ketiga coba fokus. Saya sih coba fokus ke diri saya sendiri dulu. Maksudnya karena kan di sini suporternya juga banyak, ada pelatih juga, menambah kepercayaan diri untuk saya, saya tambah semangat,” katanya.
Dejan juga menyebut permainan Lin/Sun sempat membuat mereka tidak nyaman. Pasangan China Taipei tersebut dinilai memiliki pola permainan cepat yang mampu mengganggu ritme Dejan/Apriyani.
“Pola mereka juga bagus, maksudnya cepat-cepatnya, jadi nyaman di mereka, kurang nyaman di kita. Tapi kita coba antisipasi terus, cari jalan keluar, alhamdulillah bisa membuahkan hasil,” ujar Dejan.
Sementara itu, Apriyani Rahayu mengungkapkan rasa saling percaya menjadi salah satu kunci ketika mereka berada dalam tekanan.
“Saya dan Dejan cukup percaya satu sama lain, cukup memberi tahu aku yakin sama kamu. Aku percaya sama Dejan, aku percaya pada Apri. Pada akhirnya apapun kami tetap saling percaya,” ujar Apriyani.
Menurut Apriyani, mereka berusaha tetap fokus hingga bola benar-benar mati, terutama ketika pertandingan memasuki poin-poin krusial.
“Jadi sampai bola belum mati, pokoknya kami harus selalu siap saja. Jadi poin-poin seperti itu memang sangat krusial,” katanya.
Pada gim ketiga, Dejan/Apriyani juga sempat kehilangan momentum setelah lawan meraih lima poin beruntun. Namun, mereka kembali berusaha menjaga konsentrasi dan tidak terpaku pada perolehan angka.
“Lagi-lagi kami harus akui karena ini final, kami tegang juga, tapi kami tidak mau fokus dengan poinnya. Kami mau fokus bagaimana cara kami main di lapangan, satu poin demi poin,” tutur Apriyani.
Pendekatan tersebut akhirnya membantu Dejan/Apriyani merebut kembali momentum hingga mengamankan gim ketiga 21-19 sekaligus memastikan gelar juara.
Meski berhasil meraih kemenangan, Dejan menyebut masih banyak hal yang harus dievaluasi bersama pelatih setelah melewati pertandingan final yang berlangsung ketat.
“Evaluasi pasti banyak ya. Set pertama kalah, set kedua dan ketiga kan sengit. Evaluasi pasti, setelah ini kita pasti briefing dengan pelatih. Pasti ada,” kata Dejan.
Setelah menuntaskan Polytron Pontianak International Challenge 2026, Dejan/Apriyani tidak punya banyak waktu untuk beristirahat. Mereka dijadwalkan kembali bertanding pada Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100 yang akan berlangsung pada pekan depan.
Apriyani mengatakan mereka akan lebih dulu memulihkan kondisi sebelum kembali menjalani pertandingan.
“Untuk minggu depan kami yang pastinya akan recovery dulu atas pertandingan minggu ini. Pikiran kami tetap harus on, karena Rabu mungkin kami akan tanding lagi, jadi memang kami harus terus fokus dan konsisten,” tuturnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini