Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 30 August 2026 |
KALBARONLINE.com - Pasangan ganda campuran China Taipei, Sheng Ming Lin/Liang Ching Sun, harus mengakui keunggulan wakil Indonesia Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu dalam laga final Polytron Pontianak International Challenge 2026 yang berlangsung sengit.
Bertanding di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Minggu (30/8/2026), Lin/Sun kalah tipis dalam pertarungan tiga gim dengan skor 21-19, 25-27, 19-21.
Lin/Sun mampu mengamankan gim pertama dengan skor 21-19. Dejan/Apriyani kemudian bangkit pada gim kedua dan merebutnya secara dramatis dengan skor 27-25.
Pertandingan semakin sengit pada gim penentuan. Dejan/Apriyani akhirnya mampu mengamankan kemenangan 21-19 sekaligus memastikan gelar juara Polytron Pontianak International Challenge 2026.
Meski harus puas sebagai runner up, Lin mengaku tetap bangga bisa menjalani pertandingan hingga tiga gim menghadapi pasangan Indonesia.
“Kami sangat merasa terhormat bermain melawan orang yang sangat profesional. Bisa main sampai 3 set itu adalah satu kebanggaan buat kami. Untuk selanjutnya (Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100) kami akan lebih baik dari hari ini,” ujar Lin.
Menurutnya, pertandingan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi mereka untuk menghadapi turnamen berikutnya.
Sementara itu, Sun mengaku dukungan suporter Indonesia yang memenuhi tribun tidak terlalu memengaruhi permainan mereka. Ia mengatakan fokus utama tetap diarahkan pada pertandingan.
“Kami tidak terlalu terpengaruh dengan suporter di lapangan, karena kami lebih fokus kepada permainan dan merasa tidak sangat terganggu dengan itu,” kata Sun.
Lin/Sun juga menjadi perhatian selama pertandingan karena beberapa kali terlihat tertawa dan menunjukkan gestur santai di tengah ketatnya perolehan angka.
Sun menjelaskan, sikap tersebut bukan semata-mata strategi untuk menghilangkan ketegangan. Ia mengatakan mereka sudah pernah menghadapi Dejan/Apriyani sebelumnya dan bahkan mengalami kekalahan.
“Sebenarnya, kami itu sudah pernah melawan Dejan dan Apriani dan memang sudah pernah kalah. Jadi menurut kami pertandingan ini kami anggap adalah latihan bagi kami,” ujarnya.
Meski pertandingan berakhir dengan kekalahan, Lin/Sun menunjukkan perlawanan hingga poin terakhir. Bahkan pada gim kedua, mereka mampu membawa pertandingan melewati angka 21 sebelum akhirnya kalah 25-27.
Hasil tersebut menjadi modal evaluasi bagi pasangan China Taipei sebelum kembali tampil pada Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100. (Jau)
KALBARONLINE.com - Pasangan ganda campuran China Taipei, Sheng Ming Lin/Liang Ching Sun, harus mengakui keunggulan wakil Indonesia Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu dalam laga final Polytron Pontianak International Challenge 2026 yang berlangsung sengit.
Bertanding di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Minggu (30/8/2026), Lin/Sun kalah tipis dalam pertarungan tiga gim dengan skor 21-19, 25-27, 19-21.
Lin/Sun mampu mengamankan gim pertama dengan skor 21-19. Dejan/Apriyani kemudian bangkit pada gim kedua dan merebutnya secara dramatis dengan skor 27-25.
Pertandingan semakin sengit pada gim penentuan. Dejan/Apriyani akhirnya mampu mengamankan kemenangan 21-19 sekaligus memastikan gelar juara Polytron Pontianak International Challenge 2026.
Meski harus puas sebagai runner up, Lin mengaku tetap bangga bisa menjalani pertandingan hingga tiga gim menghadapi pasangan Indonesia.
“Kami sangat merasa terhormat bermain melawan orang yang sangat profesional. Bisa main sampai 3 set itu adalah satu kebanggaan buat kami. Untuk selanjutnya (Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100) kami akan lebih baik dari hari ini,” ujar Lin.
Menurutnya, pertandingan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi mereka untuk menghadapi turnamen berikutnya.
Sementara itu, Sun mengaku dukungan suporter Indonesia yang memenuhi tribun tidak terlalu memengaruhi permainan mereka. Ia mengatakan fokus utama tetap diarahkan pada pertandingan.
“Kami tidak terlalu terpengaruh dengan suporter di lapangan, karena kami lebih fokus kepada permainan dan merasa tidak sangat terganggu dengan itu,” kata Sun.
Lin/Sun juga menjadi perhatian selama pertandingan karena beberapa kali terlihat tertawa dan menunjukkan gestur santai di tengah ketatnya perolehan angka.
Sun menjelaskan, sikap tersebut bukan semata-mata strategi untuk menghilangkan ketegangan. Ia mengatakan mereka sudah pernah menghadapi Dejan/Apriyani sebelumnya dan bahkan mengalami kekalahan.
“Sebenarnya, kami itu sudah pernah melawan Dejan dan Apriani dan memang sudah pernah kalah. Jadi menurut kami pertandingan ini kami anggap adalah latihan bagi kami,” ujarnya.
Meski pertandingan berakhir dengan kekalahan, Lin/Sun menunjukkan perlawanan hingga poin terakhir. Bahkan pada gim kedua, mereka mampu membawa pertandingan melewati angka 21 sebelum akhirnya kalah 25-27.
Hasil tersebut menjadi modal evaluasi bagi pasangan China Taipei sebelum kembali tampil pada Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100. (Jau)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini