Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 29 August 2026 |
KALBARONLINE.com - Pasangan ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah-Apriyani Rahayu, berhasil merebut tiket ke final Polytron Pontianak International Challenge 2026 setelah melewati laga semifinal sengit menghadapi wakil Chinese Taipei, Bo Yuan Chen-Yan Fei Chen, Sabtu (29/8/2026).
Bertanding di GOR Terpadu A. Yani Pontianak, Dejan/Apriyani sempat kehilangan gim pertama dengan skor 11-21.
Namun, pasangan Indonesia mampu mengubah permainan dan bangkit pada dua gim berikutnya. Dejan/Apriyani akhirnya mengamankan kemenangan dengan skor 21-10, 21-10.
Dejan Ferdinansyah mengakui kondisi lapangan pada pertandingan kali ini terasa berbeda dibanding laga sebelumnya. Situasi tersebut membuatnya membutuhkan waktu untuk beradaptasi, terlebih lawan memiliki serangan dengan power yang cukup kuat.
“Set pertama kondisinya agak sedikit berbeda dengan kemarin. Lapangannya agak sedikit berat, jadi saya perlu adaptasi. Mereka juga serangannya bagus, power-nya kencang, jadi saya agak sedikit kesulitan di awal,” ujar Ferdinansyah.
Memasuki gim kedua, Dejan dan Apriyani mulai menemukan cara untuk meredam permainan lawan. Keduanya menjalankan strategi yang diberikan pelatih dengan mengubah pola permainan, termasuk memainkan bola-bola panjang untuk mengurangi tekanan serangan lawan.
Menurut Dejan, perubahan tersebut membuat permainan mereka menjadi lebih efektif dan meningkatkan kepercayaan diri untuk memasuki gim ketiga.
“Pelatih tadi mengantisipasi permainan musuh. Karena power mereka kencang, tekanannya bagus. Kami coba lawan dengan bola panjang dan akhirnya membuahkan hasil. Dari situ kami lebih yakin dan percaya diri,” katanya.
Hal senada disampaikan Apriyani Rahayu. Ia menilai kondisi kok yang lebih lambat turut memengaruhi pola permainan sehingga mereka harus melakukan penyesuaian agar serangan tidak mudah keluar lapangan.
Apriyani menyebut komunikasi dengan Dejan dan pelatih menjadi kunci untuk mengubah pola permainan hingga akhirnya mampu mengamankan dua gim terakhir.
“Pada akhirnya kami coba mengubah pola, dibantu dengan pelatih dan komunikasi yang baik. Pada akhirnya kami kembali lebih percaya diri lagi,” ujar Apriyani.
Menghadapi partai final, Apriyani mengatakan fokus utama mereka saat ini adalah memulihkan kondisi fisik dan menjaga pikiran tetap tenang.
“Pastinya recovery yang baik, makanan juga harus dijaga, istirahat dan pikirannya juga. Kami harus lebih konsisten menjaga badan dan pikiran,” tuturnya.
Dejan juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Pontianak dan sekitarnya yang terus memberikan dukungan kepada atlet-atlet Indonesia selama turnamen berlangsung.
Menurutnya, antusiasme penonton dari tribun turut memberikan tambahan semangat dan daya juang bagi dirinya bersama Apriyani.
“Saya mau bilang terima kasih untuk warga Pontianak dan sekitarnya yang telah mendukung. Kami atlet-atlet Indonesia juga didukung, doakan terus kami,” kata Dejan.
Kemenangan atas Bo Yuan Chen-Yan Fei Chen mengantarkan Dejan Ferdinansyah-Apriyani Rahayu ke partai puncak Polytron Pontianak International Challenge 2026.
Keduanya kini akan mempersiapkan diri untuk tampil maksimal dan memperebutkan gelar juara. (*)
KALBARONLINE.com - Pasangan ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah-Apriyani Rahayu, berhasil merebut tiket ke final Polytron Pontianak International Challenge 2026 setelah melewati laga semifinal sengit menghadapi wakil Chinese Taipei, Bo Yuan Chen-Yan Fei Chen, Sabtu (29/8/2026).
Bertanding di GOR Terpadu A. Yani Pontianak, Dejan/Apriyani sempat kehilangan gim pertama dengan skor 11-21.
Namun, pasangan Indonesia mampu mengubah permainan dan bangkit pada dua gim berikutnya. Dejan/Apriyani akhirnya mengamankan kemenangan dengan skor 21-10, 21-10.
Dejan Ferdinansyah mengakui kondisi lapangan pada pertandingan kali ini terasa berbeda dibanding laga sebelumnya. Situasi tersebut membuatnya membutuhkan waktu untuk beradaptasi, terlebih lawan memiliki serangan dengan power yang cukup kuat.
“Set pertama kondisinya agak sedikit berbeda dengan kemarin. Lapangannya agak sedikit berat, jadi saya perlu adaptasi. Mereka juga serangannya bagus, power-nya kencang, jadi saya agak sedikit kesulitan di awal,” ujar Ferdinansyah.
Memasuki gim kedua, Dejan dan Apriyani mulai menemukan cara untuk meredam permainan lawan. Keduanya menjalankan strategi yang diberikan pelatih dengan mengubah pola permainan, termasuk memainkan bola-bola panjang untuk mengurangi tekanan serangan lawan.
Menurut Dejan, perubahan tersebut membuat permainan mereka menjadi lebih efektif dan meningkatkan kepercayaan diri untuk memasuki gim ketiga.
“Pelatih tadi mengantisipasi permainan musuh. Karena power mereka kencang, tekanannya bagus. Kami coba lawan dengan bola panjang dan akhirnya membuahkan hasil. Dari situ kami lebih yakin dan percaya diri,” katanya.
Hal senada disampaikan Apriyani Rahayu. Ia menilai kondisi kok yang lebih lambat turut memengaruhi pola permainan sehingga mereka harus melakukan penyesuaian agar serangan tidak mudah keluar lapangan.
Apriyani menyebut komunikasi dengan Dejan dan pelatih menjadi kunci untuk mengubah pola permainan hingga akhirnya mampu mengamankan dua gim terakhir.
“Pada akhirnya kami coba mengubah pola, dibantu dengan pelatih dan komunikasi yang baik. Pada akhirnya kami kembali lebih percaya diri lagi,” ujar Apriyani.
Menghadapi partai final, Apriyani mengatakan fokus utama mereka saat ini adalah memulihkan kondisi fisik dan menjaga pikiran tetap tenang.
“Pastinya recovery yang baik, makanan juga harus dijaga, istirahat dan pikirannya juga. Kami harus lebih konsisten menjaga badan dan pikiran,” tuturnya.
Dejan juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Pontianak dan sekitarnya yang terus memberikan dukungan kepada atlet-atlet Indonesia selama turnamen berlangsung.
Menurutnya, antusiasme penonton dari tribun turut memberikan tambahan semangat dan daya juang bagi dirinya bersama Apriyani.
“Saya mau bilang terima kasih untuk warga Pontianak dan sekitarnya yang telah mendukung. Kami atlet-atlet Indonesia juga didukung, doakan terus kami,” kata Dejan.
Kemenangan atas Bo Yuan Chen-Yan Fei Chen mengantarkan Dejan Ferdinansyah-Apriyani Rahayu ke partai puncak Polytron Pontianak International Challenge 2026.
Keduanya kini akan mempersiapkan diri untuk tampil maksimal dan memperebutkan gelar juara. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini