Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 16 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Tongkang yang membawa 1,1 juta liter air tawar dari Desa Radak, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, tiba di Pontianak pada Selasa (15/9/2026) malam.
Air tawar tersebut dikirim untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di tengah kondisi Sungai Kapuas yang masih terdampak intrusi air laut.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, air yang dibawa menggunakan tongkang tersebut saat ini sedang dialirkan ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Nipah Kuning.
“Hari ini, dari tadi malam, ponton atau tongkang yang kita sewa untuk membawa air tawar dari Desa Radak, Terentang, sudah tiba tadi malam. Saat ini sedang dalam proses bongkar atau mengalirkan air tawar ke IPA Nipah Kuning,” ujar Edi saat meninjau IPA Nipah Kuning, Rabu (16/9/2026).
Menurut Edi, IPA Nipah Kuning memiliki kapasitas produksi 300 liter per detik dan diprioritaskan untuk melayani kebutuhan air masyarakat di Kecamatan Pontianak Barat.
Dengan tambahan air tawar dari Radak, kualitas air yang diproduksi diharapkan menjadi lebih baik. Namun, masyarakat belum dapat langsung mengambil atau mengonsumsi air yang dibawa dari Radak.
Air tersebut harus terlebih dahulu melalui pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kualitasnya memenuhi standar air minum atau air bersih.
“Ini langsung kita proses. Mungkin siang nanti kita periksa lagi. Kan ini harus ada uji laboratorium, jadi tidak bisa langsung diberikan kepada masyarakat,” katanya.
Edi mengatakan air baru dapat didistribusikan kepada warga setelah hasil uji laboratorium menyatakan air tersebut memenuhi persyaratan.
Sementara itu, sebagian air akan ditampung di fasilitas penampungan di kawasan Rusunawa. Jika hasil pemeriksaan memenuhi standar, air tersebut dapat diambil masyarakat secara gratis untuk kebutuhan air minum.
Proses pengambilan air dari Radak hingga tiba di Pontianak membutuhkan waktu sekitar satu hari satu malam. Perjalanan juga terkendala kabut asap yang membuat jarak pandang terbatas.
“Kalau kita hitung, sekitar satu hari satu malam. Dari kemarin berangkat dan baru tiba tadi malam,” ujar Edi.
Pengiriman air tawar menggunakan tongkang ini akan terus dilakukan selama kadar garam Sungai Kapuas belum kembali rendah dan memenuhi persyaratan sebagai air baku.
“Yang jelas, sampai kondisi kadar garam di Sungai Kapuas ini rendah dan memenuhi persyaratan kita. Mungkin kita tidak lagi mengambil air dari Radak,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Tongkang yang membawa 1,1 juta liter air tawar dari Desa Radak, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, tiba di Pontianak pada Selasa (15/9/2026) malam.
Air tawar tersebut dikirim untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di tengah kondisi Sungai Kapuas yang masih terdampak intrusi air laut.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, air yang dibawa menggunakan tongkang tersebut saat ini sedang dialirkan ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Nipah Kuning.
“Hari ini, dari tadi malam, ponton atau tongkang yang kita sewa untuk membawa air tawar dari Desa Radak, Terentang, sudah tiba tadi malam. Saat ini sedang dalam proses bongkar atau mengalirkan air tawar ke IPA Nipah Kuning,” ujar Edi saat meninjau IPA Nipah Kuning, Rabu (16/9/2026).
Menurut Edi, IPA Nipah Kuning memiliki kapasitas produksi 300 liter per detik dan diprioritaskan untuk melayani kebutuhan air masyarakat di Kecamatan Pontianak Barat.
Dengan tambahan air tawar dari Radak, kualitas air yang diproduksi diharapkan menjadi lebih baik. Namun, masyarakat belum dapat langsung mengambil atau mengonsumsi air yang dibawa dari Radak.
Air tersebut harus terlebih dahulu melalui pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kualitasnya memenuhi standar air minum atau air bersih.
“Ini langsung kita proses. Mungkin siang nanti kita periksa lagi. Kan ini harus ada uji laboratorium, jadi tidak bisa langsung diberikan kepada masyarakat,” katanya.
Edi mengatakan air baru dapat didistribusikan kepada warga setelah hasil uji laboratorium menyatakan air tersebut memenuhi persyaratan.
Sementara itu, sebagian air akan ditampung di fasilitas penampungan di kawasan Rusunawa. Jika hasil pemeriksaan memenuhi standar, air tersebut dapat diambil masyarakat secara gratis untuk kebutuhan air minum.
Proses pengambilan air dari Radak hingga tiba di Pontianak membutuhkan waktu sekitar satu hari satu malam. Perjalanan juga terkendala kabut asap yang membuat jarak pandang terbatas.
“Kalau kita hitung, sekitar satu hari satu malam. Dari kemarin berangkat dan baru tiba tadi malam,” ujar Edi.
Pengiriman air tawar menggunakan tongkang ini akan terus dilakukan selama kadar garam Sungai Kapuas belum kembali rendah dan memenuhi persyaratan sebagai air baku.
“Yang jelas, sampai kondisi kadar garam di Sungai Kapuas ini rendah dan memenuhi persyaratan kita. Mungkin kita tidak lagi mengambil air dari Radak,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini