Pontianak    

Kualitas Udara Masih Tidak Sehat, Dikbud Kalbar Pertimbangkan Perpanjang Pembelajaran Daring

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Monday, 17 August 2026
Kualitas Udara Masih Tidak Sehat, Dikbud Kalbar Pertimbangkan Perpanjang Pembelajaran Daring
Kualitas udara memburuk akibat kabut asap karhutla, sekolah di Pontianak mulai belajar daring pada 10 Agustus 2026 (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Barat mempertimbangkan memperpanjang libur sekolah atau menerapkan pembelajaran daring di sejumlah daerah yang masih terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar Faisal Alkadri mengatakan, kebijakan tersebut tidak akan diberlakukan serentak di seluruh wilayah. Keputusan akan disesuaikan dengan kondisi kualitas udara masing-masing kabupaten/kota.

“ Kemungkinan ada perpanjangan, tetapi tidak seluruh kabupaten. Kita lihat beberapa daerah sudah membaik dan laporan dari masing-masing kabupaten/kota malah meminta belajar luring,” kata Faisal di Pontianak, Senin.

Sejumlah daerah mulai menunjukkan kondisi yang lebih baik. Di Kabupaten Kayong Utara, misalnya, pihak sekolah telah berdiskusi bersama orang tua siswa, komite sekolah, dan tokoh masyarakat. Hasilnya, kondisi dinilai cukup kondusif untuk kembali menggelar pembelajaran tatap muka.

Kondisi serupa juga terlihat di Kota Singkawang setelah hujan turun dan kualitas udara mulai membaik.

Namun, pemantauan masih dilakukan di Melawi, Pontianak, Mempawah, dan Kubu Raya. Beberapa wilayah tersebut masih ditemukan titik api sehingga kualitas udara menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pola pembelajaran.

“Pantauan kita yang masih itu di Melawi, Pontianak, Mempawah, dan Kubu Raya. Di beberapa tempat masih banyak titik api, tetapi kita pantau kualitas udaranya hari ini. Kalau tidak ada perubahan, belajar daring,” ujarnya.

Faisal berharap kondisi kabut asap segera membaik sehingga kegiatan belajar mengajar di seluruh Kalbar dapat kembali berlangsung normal. Pemerintah daerah bersama sekolah juga diminta terus memantau kualitas udara dengan mengutamakan keselamatan siswa. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Imigrasi Ketapang dan Yayasan Laskar Peduli Ajak Masyarakat Donor Darah Semarak HUT ke-81 RI
Monday, 17 August 2026
Artikel Sebelumnya
4.493 Warga Binaan di Kalbar Dapat Remisi HUT ke-81 RI, 163 Langsung Bebas
Monday, 17 August 2026

Berita terkait