Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 19 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Hujan yang mengguyur Kota Pontianak dan sekitarnya belum sepenuhnya menghilangkan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah Kota Pontianak masih memantau kualitas udara sebelum menentukan kebijakan pembelajaran bagi siswa, apakah tetap tatap muka atau kembali daring (online).
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan hujan yang turun sehari sebelumnya cukup merata dan lebat. Kondisi tersebut sempat membuatnya berharap udara di Pontianak menjadi lebih bersih.
“Pontianak sudah hujan kemarin, cukup merata dan lebat juga. Saya sudah senang, mendinginkan Kota Pontianak dan sekitarnya. Tapi ternyata masih ada asap,” kata Edi.
Menurut Edi, berdasarkan pengamatan BMKG, saat ini tidak terdapat titik kebakaran lahan di wilayah Kota Pontianak. Namun, kebakaran yang masih terjadi di sejumlah kabupaten diduga menyebabkan asap terbawa angin hingga ke Pontianak.
“Hasil pengamatan BMKG kan di Pontianak tidak ada kebakaran lahan lagi. Nol. Tapi di kabupaten masih terjadi, nah ini yang dari kabupaten masih terjadi kiriman,” ujarnya.
Edi menyebut kualitas udara di Pontianak masih berada pada kategori sedang berdasarkan pemantauan yang dilakukan. Namun, kondisi udara pada malam hari sempat masuk kategori tidak sehat.
“Kalau pantauan kualitas udara sih sedang. Malam memang sangat tidak sehat, tetapi kalau paginya masih sedang,” katanya.
Untuk sementara, kegiatan pembelajaran di sekolah tetap berlangsung secara tatap muka. Pemkot Pontianak akan terus mengevaluasi kondisi udara dan perkembangan karhutla.
“Sementara anak-anak masih sekolah, kita lihat lagi perkembangannya. Kalau makin buruk kita online lagi,” tegas Edi.
Kebijakan pembelajaran daring akan kembali diterapkan apabila kualitas udara memburuk dan dinilai berisiko bagi kesehatan siswa. (Lid)
KALBARONLINE.com – Hujan yang mengguyur Kota Pontianak dan sekitarnya belum sepenuhnya menghilangkan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah Kota Pontianak masih memantau kualitas udara sebelum menentukan kebijakan pembelajaran bagi siswa, apakah tetap tatap muka atau kembali daring (online).
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan hujan yang turun sehari sebelumnya cukup merata dan lebat. Kondisi tersebut sempat membuatnya berharap udara di Pontianak menjadi lebih bersih.
“Pontianak sudah hujan kemarin, cukup merata dan lebat juga. Saya sudah senang, mendinginkan Kota Pontianak dan sekitarnya. Tapi ternyata masih ada asap,” kata Edi.
Menurut Edi, berdasarkan pengamatan BMKG, saat ini tidak terdapat titik kebakaran lahan di wilayah Kota Pontianak. Namun, kebakaran yang masih terjadi di sejumlah kabupaten diduga menyebabkan asap terbawa angin hingga ke Pontianak.
“Hasil pengamatan BMKG kan di Pontianak tidak ada kebakaran lahan lagi. Nol. Tapi di kabupaten masih terjadi, nah ini yang dari kabupaten masih terjadi kiriman,” ujarnya.
Edi menyebut kualitas udara di Pontianak masih berada pada kategori sedang berdasarkan pemantauan yang dilakukan. Namun, kondisi udara pada malam hari sempat masuk kategori tidak sehat.
“Kalau pantauan kualitas udara sih sedang. Malam memang sangat tidak sehat, tetapi kalau paginya masih sedang,” katanya.
Untuk sementara, kegiatan pembelajaran di sekolah tetap berlangsung secara tatap muka. Pemkot Pontianak akan terus mengevaluasi kondisi udara dan perkembangan karhutla.
“Sementara anak-anak masih sekolah, kita lihat lagi perkembangannya. Kalau makin buruk kita online lagi,” tegas Edi.
Kebijakan pembelajaran daring akan kembali diterapkan apabila kualitas udara memburuk dan dinilai berisiko bagi kesehatan siswa. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini