Pontianak    

Kabut Asap Masih Selimuti Pontianak, Edi: Kalau Makin Buruk Sekolah Kembali Daring

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 19 August 2026
Kabut Asap Masih Selimuti Pontianak, Edi: Kalau Makin Buruk Sekolah Kembali Daring
Kabut asap masih menyelimuti Pontianak. Edi Kamtono menyiapkan sekolah kembali daring jika kualitas udara makin buruk (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Hujan yang mengguyur Kota Pontianak dan sekitarnya belum sepenuhnya menghilangkan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah Kota Pontianak masih memantau kualitas udara sebelum menentukan kebijakan pembelajaran bagi siswa, apakah tetap tatap muka atau kembali daring (online).

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan hujan yang turun sehari sebelumnya cukup merata dan lebat. Kondisi tersebut sempat membuatnya berharap udara di Pontianak menjadi lebih bersih.

“Pontianak sudah hujan kemarin, cukup merata dan lebat juga. Saya sudah senang, mendinginkan Kota Pontianak dan sekitarnya. Tapi ternyata masih ada asap,” kata Edi.

Menurut Edi, berdasarkan pengamatan BMKG, saat ini tidak terdapat titik kebakaran lahan di wilayah Kota Pontianak. Namun, kebakaran yang masih terjadi di sejumlah kabupaten diduga menyebabkan asap terbawa angin hingga ke Pontianak.

“Hasil pengamatan BMKG kan di Pontianak tidak ada kebakaran lahan lagi. Nol. Tapi di kabupaten masih terjadi, nah ini yang dari kabupaten masih terjadi kiriman,” ujarnya.

Edi menyebut kualitas udara di Pontianak masih berada pada kategori sedang berdasarkan pemantauan yang dilakukan. Namun, kondisi udara pada malam hari sempat masuk kategori tidak sehat.

“Kalau pantauan kualitas udara sih sedang. Malam memang sangat tidak sehat, tetapi kalau paginya masih sedang,” katanya.

Untuk sementara, kegiatan pembelajaran di sekolah tetap berlangsung secara tatap muka. Pemkot Pontianak akan terus mengevaluasi kondisi udara dan perkembangan karhutla.

“Sementara anak-anak masih sekolah, kita lihat lagi perkembangannya. Kalau makin buruk kita online lagi,” tegas Edi.

Kebijakan pembelajaran daring akan kembali diterapkan apabila kualitas udara memburuk dan dinilai berisiko bagi kesehatan siswa. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Kabut Asap Masih Selimuti Pontianak, Ketua DPRD Minta Sekolah Kembali Daring
Wednesday, 19 August 2026
Artikel Sebelumnya
Pontianak Raih Dua Penghargaan Bidang Hukum dari Kementerian Hukum
Wednesday, 19 August 2026

Berita terkait