Pontianak    

Siswa di Pontianak Senang Kembali Sekolah Usai Hampir 2 Bulan Belajar dari Rumah akibat Kabut Asap

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Monday, 28 September 2026
Siswa di Pontianak Senang Kembali Sekolah Usai Hampir 2 Bulan Belajar dari Rumah akibat Kabut Asap
Siswa di Pontianak kembali sekolah setelah hampir dua bulan belajar dari rumah akibat kabut asap, dengan jam belajar dipangkas (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Senyum dan antusias terlihat dari siswa SMP Negeri 2 Pontianak saat kembali mengikuti pembelajaran tatap muka, Senin (28/9/2026).

Setelah hampir dua bulan menjalani pembelajaran dari rumah akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), para siswa akhirnya kembali bertemu teman dan guru di sekolah.

Pantauan di SMP Negeri 2 Pontianak, siswa tampak mengikuti pembelajaran di dalam kelas. Meski kualitas udara mulai membaik, sejumlah aktivitas di luar ruangan masih dibatasi.

Salah seorang siswa kelas 9, Syifa, mengaku senang bisa kembali belajar di sekolah. Menurutnya, pembelajaran tatap muka membuatnya lebih mudah memahami materi sekaligus kembali berinteraksi langsung dengan teman-temannya.

“Senang bisa kembali sekolah karena ketemu teman. Belajarnya juga lebih paham karena kalau daring seringnya dikasih tugas. Interaksi secara langsung,” kata Syifa.

Selama belajar dari rumah, Syifa mengaku tidak mengalami kendala berarti. Di luar waktu belajar, ia menghabiskan waktu dengan bermain gim dan menonton.

“Selama belajar di rumah tidak ada kendala, aman,” ujarnya.

Namun, waktu pulang sekolah saat ini lebih cepat dibandingkan biasanya. Jika sebelumnya siswa pulang sekitar pukul 14.00 WIB, kini pembelajaran selesai sekitar pukul 12.00 WIB.

Syifa juga mengikuti imbauan sekolah untuk menjaga kondisi kesehatan dengan membawa masker dan air putih dari rumah.

“Bawa masker, air putih. Sekolah juga suruh bawa bekal dari rumah,” katanya.

Hal serupa disampaikan Danish, siswa kelas 9 SMP Negeri 2 Pontianak. Ia mengaku senang kembali ke sekolah karena bisa bertemu teman-temannya.

“Bisa sekolah lagi senang, habis itu bisa jumpa dengan kawan,” ujar Danish.

Menurutnya, belajar secara langsung di sekolah lebih menyenangkan dibandingkan belajar dari rumah. Hal yang paling dirindukannya selama pembelajaran jarak jauh adalah teman dan guru.

“Senang belajar di sekolah daripada di rumah karena banyak pelajarannya. Yang dirindukan belajar di sekolah itu kawan-kawan, guru juga,” katanya.

Danish mengatakan selama mengikuti pembelajaran dari rumah tidak mengalami kendala. Kini, ia juga membawa masker dan air putih sebagai persiapan mengikuti pembelajaran tatap muka.

Kepala SMP Negeri 2 Pontianak, Rahmat Putra Yudha, mengatakan pembelajaran tatap muka kembali dimulai setelah kondisi cuaca dan kualitas udara mulai membaik.

Namun, sekolah belum menerapkan kegiatan belajar seperti kondisi normal. Sejumlah penyesuaian dilakukan untuk menjaga kesehatan siswa dan guru.

“Hari ini kita memulai pembelajaran tatap muka. Memang sudah terlalu lama kemarin kita melakukan pembelajaran jarak jauh. Kondisi cuaca juga sudah mulai membaik, walaupun memang belum sepenuhnya baik,” kata Rahmat.

Pembelajaran yang biasanya dimulai pukul 06.50 WIB kini dimulai pukul 07.00 WIB. Sementara kegiatan belajar selesai pukul 12.00 WIB.

Durasi setiap jam pelajaran juga dipangkas menjadi 30 menit.

“Ada perubahan sedikit karena melihat kondisi yang belum normal. Namun, harapannya dalam beberapa hari ke depan, jika kondisi cuaca kembali normal, kita juga akan kembali melaksanakan pembelajaran seperti biasa,” ujarnya.

Untuk sementara, kegiatan di luar ruangan seperti olahraga dan kegiatan lainnya ditiadakan. Begitu juga dengan kegiatan ekstrakurikuler.

Sekolah juga meminta siswa menggunakan masker dan membawa air putih dari rumah. Imbauan tersebut telah disampaikan kepada orang tua melalui grup wali kelas.

“Siswa diwajibkan menggunakan masker dan membawa air putih. Imbauan tersebut sudah kita sampaikan dan sudah diikuti,” katanya.

Rahmat memastikan kesehatan siswa tetap menjadi perhatian selama pembelajaran tatap muka berlangsung. Pihak sekolah juga melakukan pemantauan terhadap kondisi siswa.

“Pembelajaran tetap terlaksana, sementara kesehatan juga kita pantau semaksimal mungkin agar tetap terjaga,” ujarnya.

Aktivitas siswa sebelum masuk kelas juga dibatasi. Siswa diminta langsung masuk ke ruang kelas dan tidak berkumpul di sejumlah titik yang biasanya menjadi tempat mereka beraktivitas.

Upacara dan seluruh kegiatan lain yang dilakukan di luar ruangan juga ditiadakan sementara.

“Anak-anak langsung masuk ke kelas. Termasuk titik-titik tempat mereka biasanya berkumpul sebelum masuk kelas, semuanya kita batasi hari ini,” kata Rahmat.

“Termasuk upacara, aktivitas apa pun yang dilakukan di luar ruangan, hari ini kita tiadakan,” pungkasnya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Soroti Titik Api di Konsesi PT Mayawana Persada, Himakatra Desak Pemerintah Investigasi
Monday, 28 September 2026
Artikel Sebelumnya
Warga Soroti Jalur Pemandu Tunanetra di Gedung Terpadu Sutoyo, Disebut Seperti Stiker
Monday, 28 September 2026

Berita terkait