Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 03 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Ketapang dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) yang terdeteksi di wilayah itu saat musim kemarau.
Berdasarkan data BMKG Kalimantan Barat periode 3 Agustus 2026 pukul 00.00 WIB hingga 16.00 WIB, Kabupaten Ketapang menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak di Kalimantan Barat, yakni mencapai 221 titik.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 193 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah, 26 titik tingkat kepercayaan tinggi, dan 2 titik tingkat kepercayaan rendah.
Secara keseluruhan, BMKG mencatat terdapat 607 titik panas di seluruh wilayah Kalimantan Barat pada periode yang sama.
Pantauan KalbarOnline di sejumlah kawasan Kota Ketapang pada Senin (3/8/2026) menunjukkan mulai terlihat jerebu atau abu hasil kebakaran yang menyebar di udara, disertai kabut tipis yang menyelimuti wilayah tersebut, terutama pada pagi dan sore hari.
Salah seorang warga Ketapang, Rudi (38), mengaku mulai merasakan dampak kabut asap. Ia bersama keluarganya mulai mengalami gangguan kesehatan berupa batuk.
“Sejak pagi langit terlihat berkabut. Bau asap juga mulai tercium, terutama saat keluar rumah. Mudah-mudahan tidak semakin parah seperti beberapa tahun lalu,” ujarnya.
Warga lainnya, Siti (42), mengatakan kabut asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat di luar ruangan. Ia yang bekerja di lapangan mengaku harus menggunakan masker saat beraktivitas.
“Kalau pagi dan sore memang terasa lebih berkabut. Kami khawatir kalau kondisi ini terus berlangsung bisa berdampak pada kesehatan, terutama anak-anak,” katanya.
Meningkatnya jumlah titik panas di Ketapang terjadi seiring kondisi Kalimantan Barat yang masih berada dalam status siaga darurat bencana asap akibat meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BMKG juga mengingatkan sebagian besar wilayah Kalimantan Barat berpotensi mengalami kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan pada awal Agustus.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan serta tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Ketapang dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) yang terdeteksi di wilayah itu saat musim kemarau.
Berdasarkan data BMKG Kalimantan Barat periode 3 Agustus 2026 pukul 00.00 WIB hingga 16.00 WIB, Kabupaten Ketapang menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak di Kalimantan Barat, yakni mencapai 221 titik.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 193 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah, 26 titik tingkat kepercayaan tinggi, dan 2 titik tingkat kepercayaan rendah.
Secara keseluruhan, BMKG mencatat terdapat 607 titik panas di seluruh wilayah Kalimantan Barat pada periode yang sama.
Pantauan KalbarOnline di sejumlah kawasan Kota Ketapang pada Senin (3/8/2026) menunjukkan mulai terlihat jerebu atau abu hasil kebakaran yang menyebar di udara, disertai kabut tipis yang menyelimuti wilayah tersebut, terutama pada pagi dan sore hari.
Salah seorang warga Ketapang, Rudi (38), mengaku mulai merasakan dampak kabut asap. Ia bersama keluarganya mulai mengalami gangguan kesehatan berupa batuk.
“Sejak pagi langit terlihat berkabut. Bau asap juga mulai tercium, terutama saat keluar rumah. Mudah-mudahan tidak semakin parah seperti beberapa tahun lalu,” ujarnya.
Warga lainnya, Siti (42), mengatakan kabut asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat di luar ruangan. Ia yang bekerja di lapangan mengaku harus menggunakan masker saat beraktivitas.
“Kalau pagi dan sore memang terasa lebih berkabut. Kami khawatir kalau kondisi ini terus berlangsung bisa berdampak pada kesehatan, terutama anak-anak,” katanya.
Meningkatnya jumlah titik panas di Ketapang terjadi seiring kondisi Kalimantan Barat yang masih berada dalam status siaga darurat bencana asap akibat meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BMKG juga mengingatkan sebagian besar wilayah Kalimantan Barat berpotensi mengalami kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan pada awal Agustus.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan serta tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini