Ketapang    

Kabut Asap Selimuti Ketapang, BMKG Catat 221 Titik Panas di Tengah Ancaman Karhutla

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Monday, 03 August 2026
Kabut Asap Selimuti Ketapang, BMKG Catat 221 Titik Panas di Tengah Ancaman Karhutla
Kabut asap mulai menyelimuti Ketapang, BMKG mencatat 221 titik panas saat ancaman karhutla meningkat di Kalbar (Foto: Adi LC/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Ketapang dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) yang terdeteksi di wilayah itu saat musim kemarau.

Berdasarkan data BMKG Kalimantan Barat periode 3 Agustus 2026 pukul 00.00 WIB hingga 16.00 WIB, Kabupaten Ketapang menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak di Kalimantan Barat, yakni mencapai 221 titik.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 193 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah, 26 titik tingkat kepercayaan tinggi, dan 2 titik tingkat kepercayaan rendah.

Secara keseluruhan, BMKG mencatat terdapat 607 titik panas di seluruh wilayah Kalimantan Barat pada periode yang sama.

Pantauan KalbarOnline di sejumlah kawasan Kota Ketapang pada Senin (3/8/2026) menunjukkan mulai terlihat jerebu atau abu hasil kebakaran yang menyebar di udara, disertai kabut tipis yang menyelimuti wilayah tersebut, terutama pada pagi dan sore hari.

Salah seorang warga Ketapang, Rudi (38), mengaku mulai merasakan dampak kabut asap. Ia bersama keluarganya mulai mengalami gangguan kesehatan berupa batuk.

“Sejak pagi langit terlihat berkabut. Bau asap juga mulai tercium, terutama saat keluar rumah. Mudah-mudahan tidak semakin parah seperti beberapa tahun lalu,” ujarnya.

Warga lainnya, Siti (42), mengatakan kabut asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat di luar ruangan. Ia yang bekerja di lapangan mengaku harus menggunakan masker saat beraktivitas.

“Kalau pagi dan sore memang terasa lebih berkabut. Kami khawatir kalau kondisi ini terus berlangsung bisa berdampak pada kesehatan, terutama anak-anak,” katanya.

Meningkatnya jumlah titik panas di Ketapang terjadi seiring kondisi Kalimantan Barat yang masih berada dalam status siaga darurat bencana asap akibat meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

BMKG juga mengingatkan sebagian besar wilayah Kalimantan Barat berpotensi mengalami kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan pada awal Agustus.

Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan serta tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. (Adi LC)

Artikel Selanjutnya
Baru 33 Persen Pekerja Pontianak Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan, Disnaker Dorong Perluasan Kepesertaan
Monday, 03 August 2026
Artikel Sebelumnya
Disnaker Pontianak Pastikan Belum Ada PHK Massal, Efisiensi Perusahaan Masih Dalam Batas Normal
Monday, 03 August 2026

Berita terkait