Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 29 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak mencatat adanya peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam sepekan terakhir di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko, mengatakan berdasarkan data mingguan, jumlah kasus ISPA pada periode 20–26 Juli 2026 mencapai 1.285 kasus.
Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya, yakni 14–20 Juli 2026 yang tercatat sebanyak 1.192 kasus.
"Kalau dilihat dari data mingguan tanggal 20 sampai 26 Juli memang ada sedikit peningkatan dibandingkan minggu sebelumnya. Minggu sebelumnya 1.192 kasus, sedangkan minggu kemarin 1.285 kasus," kata Saptiko, Rabu (29/7/2026).
Meski terjadi peningkatan kasus, Saptiko menegaskan pihaknya belum dapat memastikan bahwa kenaikan tersebut disebabkan langsung oleh kondisi kabut asap.
"Sebenarnya belum tentu ribuan kasus ISPA karena kondisi asap saat ini, belum tentu juga karena asap," ujarnya.
Untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya kasus, Dinkes Kota Pontianak telah melakukan pemantauan harian serta memastikan seluruh puskesmas memiliki kesiapan logistik dan obat-obatan.
"Sekarang kita sudah memulai monitor harian. Semua puskesmas sudah kita siapkan, logistik juga sudah tersedia untuk penanganan kasus ISPA yang kemungkinan meningkat," katanya.
Saptiko mengimbau kelompok rentan, seperti penderita penyakit jantung, penderita asma, ibu hamil, bayi, balita, dan lanjut usia (lansia), agar mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap dalam kondisi pekat.
"Kelompok rentan sebaiknya tidak beraktivitas di luar ketika asap memang tebal," ujarnya.
Sementara itu, masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.
"Bagi orang dewasa yang tetap beraktivitas di luar, gunakan masker. Maskernya juga sebaiknya dibasahi pada bagian depan," katanya.
Dinkes Kota Pontianak memastikan pemantauan terhadap perkembangan kasus ISPA terus dilakukan seiring meningkatnya risiko gangguan kesehatan akibat musim kemarau dan karhutla. (Lid)
KALBARONLINE.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak mencatat adanya peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam sepekan terakhir di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko, mengatakan berdasarkan data mingguan, jumlah kasus ISPA pada periode 20–26 Juli 2026 mencapai 1.285 kasus.
Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya, yakni 14–20 Juli 2026 yang tercatat sebanyak 1.192 kasus.
"Kalau dilihat dari data mingguan tanggal 20 sampai 26 Juli memang ada sedikit peningkatan dibandingkan minggu sebelumnya. Minggu sebelumnya 1.192 kasus, sedangkan minggu kemarin 1.285 kasus," kata Saptiko, Rabu (29/7/2026).
Meski terjadi peningkatan kasus, Saptiko menegaskan pihaknya belum dapat memastikan bahwa kenaikan tersebut disebabkan langsung oleh kondisi kabut asap.
"Sebenarnya belum tentu ribuan kasus ISPA karena kondisi asap saat ini, belum tentu juga karena asap," ujarnya.
Untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya kasus, Dinkes Kota Pontianak telah melakukan pemantauan harian serta memastikan seluruh puskesmas memiliki kesiapan logistik dan obat-obatan.
"Sekarang kita sudah memulai monitor harian. Semua puskesmas sudah kita siapkan, logistik juga sudah tersedia untuk penanganan kasus ISPA yang kemungkinan meningkat," katanya.
Saptiko mengimbau kelompok rentan, seperti penderita penyakit jantung, penderita asma, ibu hamil, bayi, balita, dan lanjut usia (lansia), agar mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap dalam kondisi pekat.
"Kelompok rentan sebaiknya tidak beraktivitas di luar ketika asap memang tebal," ujarnya.
Sementara itu, masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.
"Bagi orang dewasa yang tetap beraktivitas di luar, gunakan masker. Maskernya juga sebaiknya dibasahi pada bagian depan," katanya.
Dinkes Kota Pontianak memastikan pemantauan terhadap perkembangan kasus ISPA terus dilakukan seiring meningkatnya risiko gangguan kesehatan akibat musim kemarau dan karhutla. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini