Pontianak    

Kasus ISPA dan Diare Mulai Meningkat di Pontianak Saat Kabut Asap Karhutla

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Tuesday, 11 August 2026
Kasus ISPA dan Diare Mulai Meningkat di Pontianak Saat Kabut Asap Karhutla
Suasana di Puskesmas Kampung Bali (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak pada kesehatan masyarakat di Kota Pontianak. Puskesmas Kampung Bali mencatat keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare mulai meningkat dalam beberapa pekan terakhir seiring musim kemarau dan munculnya kabut asap.

Dokter Puskesmas Kampung Bali, Muhammad Faisal Haris, mengatakan ISPA merupakan salah satu penyakit musiman yang kerap muncul saat musim kemarau dan kabut asap melanda.

“Untuk beberapa hari ini memang lagi marak karhutla dan sudah beberapa minggu tidak ada hujan. Penyakit yang paling banyak kami temui biasanya ISPA, kemudian diare. Selain itu, beberapa penyakit seperti asma juga sering kambuh saat musim kebakaran hutan,” kata Faisal.

Faisal mengungkapkan, kabut asap akibat karhutla tidak hanya memicu gangguan pernapasan, tetapi juga dapat meningkatkan risiko diare. Salah satu penyebabnya adalah menurunnya kualitas air yang dikonsumsi masyarakat.

“Kalau kebakaran hutan, abu bisa masuk ke tempat penampungan air yang tidak tertutup. Selain itu, kualitas air juga bisa berubah menjadi lebih payau dan kurang higienis untuk dikonsumsi. Itu bisa menjadi salah satu penyebab diare,” ujarnya.

Meski belum memiliki data rinci mengenai peningkatan jumlah kasus, Faisal mengatakan secara umum pasien yang datang ke Puskesmas Kampung Bali dalam beberapa pekan terakhir didominasi keluhan ISPA dan diare.

“Kalau data peningkatannya saya belum bisa menyampaikan secara detail. Tapi secara umum memang pasien yang datang belakangan ini kebanyakan dengan keluhan ISPA dan diare,” pungkasnya.

Faisal menjelaskan, Puskesmas Kampung Bali saat ini lebih mengedepankan langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat agar dampak kesehatan akibat kabut asap dapat diminimalkan.

“Sebagai fasilitas kesehatan primer, kami bukan hanya mengobati pasien yang datang, tetapi juga memberikan edukasi bagaimana cara melindungi diri, misalnya menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan memasak air hingga benar-benar matang agar tidak menimbulkan diare,” katanya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Ketapang Raih Peringkat Keenam MTQ XXXIV Kalbar, Sabet Juara I Mobil Hias
Monday, 10 August 2026
Artikel Sebelumnya
Tak Hanya Sesak Napas, Kabut Asap Karhutla Juga Bisa Picu Diare Lewat Air Terkontaminasi
Monday, 10 August 2026

Berita terkait