Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Saturday, 19 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyiapkan layanan oksigen untuk mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di sembilan kabupaten/kota.
Kepala Dinas Kesehatan Kalbar dr. Erna Yulianti mengatakan, dari sembilan daerah yang mengalami peningkatan kasus ISPA, tiga wilayah menjadi perhatian utama, yakni Kota Pontianak, Kabupaten Ketapang, dan Kabupaten Kubu Raya.
“Sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi dampak karhutla, kita sudah koordinasi dengan Dinas Kabupaten/Kota untuk memberikan layanan oksigen di fasyankes, terutama Puskesmas yang mudah diakses masyarakat,” kata Erna, Rabu (16/9/2026).
Saat ini terdapat 35 rumah oksigen yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Kalbar. Rinciannya, 10 rumah oksigen di Pontianak, 8 di Kapuas Hulu, 7 di Kubu Raya, 3 di Mempawah, 2 di Kayong Utara, 2 di Ketapang, serta masing-masing 1 di Landak, Sanggau, dan Sintang.
Erna mengatakan rumah oksigen tersebut merupakan fasilitas milik pemerintah maupun swasta, termasuk DPW Muhammadiyah Wilayah Kalbar dan AFA Foundation.
“Hal ini sebagai komitmen kita bersama pihak terkait dalam upaya membantu masyarakat yang membutuhkan layanan oksigen, khususnya mereka yang mengalami gangguan pernapasan akibat dampak kabut asap,” ujarnya.
Untuk fasilitas milik Pemprov Kalbar, dua rumah oksigen telah disiapkan di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar dan UPT Klinik Pratama Kantor Gubernur Kalbar.
Kedua fasilitas tersebut memiliki total 12 tempat tidur, terdiri dari 8 tempat tidur di Rumah Oksigen Dinkes Kalbar dan 4 tempat tidur di UPT Klinik Pratama.
Layanan di dua fasilitas tersebut mulai berjalan sejak 13 September 2026. Hingga 16 September, tercatat tiga pasien datang untuk mendapatkan penanganan karena mengalami sesak napas dan saturasi oksigen di bawah batas normal.
Selain menyiapkan rumah oksigen, Dinkes Kalbar juga berkoordinasi dengan seluruh Dinas Kesehatan kabupaten/kota untuk menyediakan layanan oksigen di Puskesmas yang mudah dijangkau masyarakat.
Erna mengimbau warga yang mengalami gangguan pernapasan segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
“Kepada masyarakat kita imbau untuk segera datang ke fasyankes jika mengalami gejala gangguan pernapasan, agar segera mendapat pemeriksaan dan penanganan medis,” katanya.
Di tengah kondisi udara yang masih berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya, masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak dan menggunakan masker saat keluar rumah.
Erna mengingatkan masyarakat tetap menjaga kondisi tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, serta memperbanyak minum air putih selama kabut asap masih berlangsung. (Lid)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyiapkan layanan oksigen untuk mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di sembilan kabupaten/kota.
Kepala Dinas Kesehatan Kalbar dr. Erna Yulianti mengatakan, dari sembilan daerah yang mengalami peningkatan kasus ISPA, tiga wilayah menjadi perhatian utama, yakni Kota Pontianak, Kabupaten Ketapang, dan Kabupaten Kubu Raya.
“Sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi dampak karhutla, kita sudah koordinasi dengan Dinas Kabupaten/Kota untuk memberikan layanan oksigen di fasyankes, terutama Puskesmas yang mudah diakses masyarakat,” kata Erna, Rabu (16/9/2026).
Saat ini terdapat 35 rumah oksigen yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Kalbar. Rinciannya, 10 rumah oksigen di Pontianak, 8 di Kapuas Hulu, 7 di Kubu Raya, 3 di Mempawah, 2 di Kayong Utara, 2 di Ketapang, serta masing-masing 1 di Landak, Sanggau, dan Sintang.
Erna mengatakan rumah oksigen tersebut merupakan fasilitas milik pemerintah maupun swasta, termasuk DPW Muhammadiyah Wilayah Kalbar dan AFA Foundation.
“Hal ini sebagai komitmen kita bersama pihak terkait dalam upaya membantu masyarakat yang membutuhkan layanan oksigen, khususnya mereka yang mengalami gangguan pernapasan akibat dampak kabut asap,” ujarnya.
Untuk fasilitas milik Pemprov Kalbar, dua rumah oksigen telah disiapkan di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar dan UPT Klinik Pratama Kantor Gubernur Kalbar.
Kedua fasilitas tersebut memiliki total 12 tempat tidur, terdiri dari 8 tempat tidur di Rumah Oksigen Dinkes Kalbar dan 4 tempat tidur di UPT Klinik Pratama.
Layanan di dua fasilitas tersebut mulai berjalan sejak 13 September 2026. Hingga 16 September, tercatat tiga pasien datang untuk mendapatkan penanganan karena mengalami sesak napas dan saturasi oksigen di bawah batas normal.
Selain menyiapkan rumah oksigen, Dinkes Kalbar juga berkoordinasi dengan seluruh Dinas Kesehatan kabupaten/kota untuk menyediakan layanan oksigen di Puskesmas yang mudah dijangkau masyarakat.
Erna mengimbau warga yang mengalami gangguan pernapasan segera mendatangi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
“Kepada masyarakat kita imbau untuk segera datang ke fasyankes jika mengalami gejala gangguan pernapasan, agar segera mendapat pemeriksaan dan penanganan medis,” katanya.
Di tengah kondisi udara yang masih berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya, masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak dan menggunakan masker saat keluar rumah.
Erna mengingatkan masyarakat tetap menjaga kondisi tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, serta memperbanyak minum air putih selama kabut asap masih berlangsung. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini