Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 18 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong generasi muda semakin melek politik. Ia mengapresiasi pelaksanaan Sekolah Politik Pontianak 2026 yang melibatkan mahasiswa dan pelajar sebagai ruang untuk memperluas wawasan mengenai politik serta peran generasi muda dalam pembangunan bangsa.
Menurut Edi, kegiatan semacam ini penting untuk memberikan pemahaman bahwa politik tidak hanya berkaitan dengan perebutan kekuasaan, tetapi juga menyangkut bagaimana generasi muda mengambil peran dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan bahagia.
“Sekolah politik ini sangat inspiratif dan kreatif. Ini membuka serta memperluas wawasan tentang perpolitikan, terutama bagaimana generasi muda bisa berperan untuk kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya usai menjadi pembicara dalam agenda tersebut, Jumat (18/9/2026).
Ia menilai mahasiswa dan pelajar perlu memperoleh pemahaman yang luas mengenai politik. Bekal tersebut penting karena sebagian dari mereka kelak akan menjadi pemimpin maupun pengambil keputusan di berbagai bidang.
“Saya berpesan, yang muda harus berkarya, bersih dan berintegritas. Ini penting untuk kita menjadi pemimpin masa depan,” katanya.
Edi menekankan integritas harus menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, kepemimpinan pada akhirnya harus diarahkan untuk menciptakan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat.
Selain melalui pendidikan formal, Edi mendorong mahasiswa dan pelajar aktif berdiskusi serta mengikuti perkembangan berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.
“Mereka harus aktif berdiskusi dan mengikuti perkembangan. Dengan begitu, wawasan mereka semakin luas dan bisa melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang,” ujarnya.
Ia juga menyoroti derasnya arus informasi melalui media sosial. Kemudahan akses informasi, menurut Edi, perlu diimbangi dengan kemampuan mencermati dan menganalisis setiap informasi yang diterima.
“Sekarang media sosial sangat gampang diakses. Mereka pasti membaca dan mengikuti, tetapi juga harus cerdas mencermatinya,” katanya.
Edi mengingatkan informasi yang beredar di ruang digital tidak semestinya langsung diterima tanpa proses analisis. Menurutnya, ruang seminar dan diskusi dapat digunakan untuk menguji informasi, mencari konteks, serta membandingkannya dengan berbagai sumber dan sudut pandang.
“Berita-berita itu harus dianalisis di ruang seminar dan ruang diskusi. Ini benar atau tidak, kenapa seperti ini, kenapa sulit, kenapa tidak bisa. Dengan perbandingan-perbandingan, mereka punya dasar untuk menilai,” jelasnya.
Menurutnya, kebiasaan berdiskusi secara kritis dapat membantu generasi muda membangun cara berpikir yang lebih matang sekaligus memperkaya kemampuan dalam menyampaikan gagasan.
Edi berharap Sekolah Politik Pontianak dapat menjadi ruang pembelajaran yang mendorong generasi muda aktif mengikuti perkembangan, kritis dalam mencermati informasi, produktif dalam berkarya, serta tetap menjunjung integritas.
“Generasi muda harus memiliki wawasan luas, mampu mencermati perkembangan, dan yang terpenting tetap berkarya dengan bersih serta berintegritas,” pungkasnya. (*)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong generasi muda semakin melek politik. Ia mengapresiasi pelaksanaan Sekolah Politik Pontianak 2026 yang melibatkan mahasiswa dan pelajar sebagai ruang untuk memperluas wawasan mengenai politik serta peran generasi muda dalam pembangunan bangsa.
Menurut Edi, kegiatan semacam ini penting untuk memberikan pemahaman bahwa politik tidak hanya berkaitan dengan perebutan kekuasaan, tetapi juga menyangkut bagaimana generasi muda mengambil peran dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera dan bahagia.
“Sekolah politik ini sangat inspiratif dan kreatif. Ini membuka serta memperluas wawasan tentang perpolitikan, terutama bagaimana generasi muda bisa berperan untuk kemajuan bangsa dan negara,” ujarnya usai menjadi pembicara dalam agenda tersebut, Jumat (18/9/2026).
Ia menilai mahasiswa dan pelajar perlu memperoleh pemahaman yang luas mengenai politik. Bekal tersebut penting karena sebagian dari mereka kelak akan menjadi pemimpin maupun pengambil keputusan di berbagai bidang.
“Saya berpesan, yang muda harus berkarya, bersih dan berintegritas. Ini penting untuk kita menjadi pemimpin masa depan,” katanya.
Edi menekankan integritas harus menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, kepemimpinan pada akhirnya harus diarahkan untuk menciptakan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat.
Selain melalui pendidikan formal, Edi mendorong mahasiswa dan pelajar aktif berdiskusi serta mengikuti perkembangan berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.
“Mereka harus aktif berdiskusi dan mengikuti perkembangan. Dengan begitu, wawasan mereka semakin luas dan bisa melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang,” ujarnya.
Ia juga menyoroti derasnya arus informasi melalui media sosial. Kemudahan akses informasi, menurut Edi, perlu diimbangi dengan kemampuan mencermati dan menganalisis setiap informasi yang diterima.
“Sekarang media sosial sangat gampang diakses. Mereka pasti membaca dan mengikuti, tetapi juga harus cerdas mencermatinya,” katanya.
Edi mengingatkan informasi yang beredar di ruang digital tidak semestinya langsung diterima tanpa proses analisis. Menurutnya, ruang seminar dan diskusi dapat digunakan untuk menguji informasi, mencari konteks, serta membandingkannya dengan berbagai sumber dan sudut pandang.
“Berita-berita itu harus dianalisis di ruang seminar dan ruang diskusi. Ini benar atau tidak, kenapa seperti ini, kenapa sulit, kenapa tidak bisa. Dengan perbandingan-perbandingan, mereka punya dasar untuk menilai,” jelasnya.
Menurutnya, kebiasaan berdiskusi secara kritis dapat membantu generasi muda membangun cara berpikir yang lebih matang sekaligus memperkaya kemampuan dalam menyampaikan gagasan.
Edi berharap Sekolah Politik Pontianak dapat menjadi ruang pembelajaran yang mendorong generasi muda aktif mengikuti perkembangan, kritis dalam mencermati informasi, produktif dalam berkarya, serta tetap menjunjung integritas.
“Generasi muda harus memiliki wawasan luas, mampu mencermati perkembangan, dan yang terpenting tetap berkarya dengan bersih serta berintegritas,” pungkasnya. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini