Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 20 August 2026 |
KALBARONLINE.com — Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare di Kabupaten Ketapang mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut terjadi di tengah kemarau panjang yang turut memicu kabut asap dan keterbatasan air bersih di sejumlah wilayah.
Berdasarkan laporan dari 24 puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Ketapang, kasus ISPA pada minggu ke-29 tahun 2026 tercatat sebanyak 587 kasus. Jumlah tersebut meningkat menjadi 597 kasus pada minggu ke-30 dan kembali melonjak menjadi 673 kasus pada minggu ke-31.
Sementara itu, kasus diare juga menunjukkan tren peningkatan. Pada minggu ke-29 tercatat sebanyak 136 kasus, kemudian naik menjadi 141 kasus pada minggu ke-30 dan meningkat menjadi 164 kasus pada minggu ke-31.
Data kasus pada minggu ke-32 masih dalam proses pengolahan. Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang memperkirakan angka tersebut masih berpotensi mengalami peningkatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, dr. Feria Kowira, mengatakan peningkatan kasus ISPA menjadi perhatian serius, terutama dengan kondisi kabut asap yang terjadi akibat karhutla dan musim kemarau.
“Kasus ISPA memang mengalami peningkatan dalam beberapa minggu terakhir. Kami terus melakukan pemantauan melalui seluruh puskesmas dan rumah sakit untuk memastikan masyarakat yang mengalami keluhan pernapasan mendapatkan penanganan,” kata Feria, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, peningkatan kasus diare juga perlu diwaspadai karena kondisi kemarau dapat berdampak terhadap ketersediaan dan kualitas air bersih yang digunakan masyarakat.
“Kami juga melihat adanya peningkatan kasus diare. Karena itu, masyarakat kami imbau untuk menjaga kebersihan, terutama memastikan air yang dikonsumsi benar-benar bersih dan aman,” ujarnya.
Feria menegaskan Dinas Kesehatan telah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk meningkatkan kewaspadaan dan pelayanan terhadap masyarakat yang mengalami ISPA maupun diare.
Selain itu, pihaknya memastikan ketersediaan obat-obatan serta oksigen untuk mendukung penanganan pasien, khususnya bagi penderita ISPA yang membutuhkan terapi oksigen.
“Kami sudah menginstruksikan 24 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Obat-obatan dan oksigen juga kami pastikan tersedia sehingga apabila ada pasien yang membutuhkan penanganan, bisa segera dilayani,” jelasnya.
Meski terjadi peningkatan kasus, hingga saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang belum menemukan adanya pasien yang meninggal dunia akibat ISPA maupun diare dalam laporan periode tersebut.
Dinkes juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan, terutama ketika kondisi kabut asap semakin pekat.
Masyarakat juga diminta menjaga pola hidup bersih dan sehat, memperbanyak konsumsi air yang aman, serta mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk. (Adi LC)
KALBARONLINE.com — Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare di Kabupaten Ketapang mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut terjadi di tengah kemarau panjang yang turut memicu kabut asap dan keterbatasan air bersih di sejumlah wilayah.
Berdasarkan laporan dari 24 puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Ketapang, kasus ISPA pada minggu ke-29 tahun 2026 tercatat sebanyak 587 kasus. Jumlah tersebut meningkat menjadi 597 kasus pada minggu ke-30 dan kembali melonjak menjadi 673 kasus pada minggu ke-31.
Sementara itu, kasus diare juga menunjukkan tren peningkatan. Pada minggu ke-29 tercatat sebanyak 136 kasus, kemudian naik menjadi 141 kasus pada minggu ke-30 dan meningkat menjadi 164 kasus pada minggu ke-31.
Data kasus pada minggu ke-32 masih dalam proses pengolahan. Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang memperkirakan angka tersebut masih berpotensi mengalami peningkatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, dr. Feria Kowira, mengatakan peningkatan kasus ISPA menjadi perhatian serius, terutama dengan kondisi kabut asap yang terjadi akibat karhutla dan musim kemarau.
“Kasus ISPA memang mengalami peningkatan dalam beberapa minggu terakhir. Kami terus melakukan pemantauan melalui seluruh puskesmas dan rumah sakit untuk memastikan masyarakat yang mengalami keluhan pernapasan mendapatkan penanganan,” kata Feria, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, peningkatan kasus diare juga perlu diwaspadai karena kondisi kemarau dapat berdampak terhadap ketersediaan dan kualitas air bersih yang digunakan masyarakat.
“Kami juga melihat adanya peningkatan kasus diare. Karena itu, masyarakat kami imbau untuk menjaga kebersihan, terutama memastikan air yang dikonsumsi benar-benar bersih dan aman,” ujarnya.
Feria menegaskan Dinas Kesehatan telah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk meningkatkan kewaspadaan dan pelayanan terhadap masyarakat yang mengalami ISPA maupun diare.
Selain itu, pihaknya memastikan ketersediaan obat-obatan serta oksigen untuk mendukung penanganan pasien, khususnya bagi penderita ISPA yang membutuhkan terapi oksigen.
“Kami sudah menginstruksikan 24 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Obat-obatan dan oksigen juga kami pastikan tersedia sehingga apabila ada pasien yang membutuhkan penanganan, bisa segera dilayani,” jelasnya.
Meski terjadi peningkatan kasus, hingga saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang belum menemukan adanya pasien yang meninggal dunia akibat ISPA maupun diare dalam laporan periode tersebut.
Dinkes juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan, terutama ketika kondisi kabut asap semakin pekat.
Masyarakat juga diminta menjaga pola hidup bersih dan sehat, memperbanyak konsumsi air yang aman, serta mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini