Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 11 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Selain risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) saat musim kemarau dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), warga Pontianak juga diminta mewaspadai gangguan pencernaan seperti diare.
Dokter Puskesmas Kampung Bali, Pontianak Kota, Muhammad Faisal Haris, mengatakan perubahan kualitas air saat musim kemarau dapat menjadi salah satu pemicu diare apabila air dikonsumsi tanpa diolah dengan baik.
“Kalau kebakaran hutan, abu bisa masuk ke tempat penampungan air yang tidak tertutup. Selain itu, kualitas air juga bisa menjadi lebih payau dan kurang higienis untuk dikonsumsi. Itu bisa menjadi salah satu penyebab diare,” ujarnya, Selasa (11/8/2026).
Menurut Faisal, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama ketika kabut asap dan kemarau masih berlangsung. Air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari perlu dipastikan tetap bersih dan aman sebelum dikonsumsi.
Ia mengimbau masyarakat memasak air hingga benar-benar matang serta menutup rapat tempat penampungan air untuk mencegah masuknya abu maupun kotoran lainnya.
“Tentu kita imbau masyarakat untuk memasak air hingga matang agar tidak timbul diare,” ungkapnya.
Selain diare, Faisal menjelaskan, Puskesmas Kampung Bali juga mulai menerima lebih banyak pasien dengan keluhan ISPA dalam beberapa pekan terakhir.
“Untuk beberapa hari ini memang lagi marak karhutla dan sudah beberapa minggu tidak ada hujan. Penyakit yang paling banyak kami temui biasanya ISPA, kemudian diare. Selain itu, beberapa penyakit seperti asma juga sering kambuh saat musim kebakaran hutan,” kata Faisal.
Karena itu, masyarakat diminta tetap menjaga kebersihan dan kesehatan selama musim kemarau serta kabut asap masih berlangsung. Warga juga dianjurkan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi paparan asap. (Lid)
KALBARONLINE.com – Selain risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) saat musim kemarau dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), warga Pontianak juga diminta mewaspadai gangguan pencernaan seperti diare.
Dokter Puskesmas Kampung Bali, Pontianak Kota, Muhammad Faisal Haris, mengatakan perubahan kualitas air saat musim kemarau dapat menjadi salah satu pemicu diare apabila air dikonsumsi tanpa diolah dengan baik.
“Kalau kebakaran hutan, abu bisa masuk ke tempat penampungan air yang tidak tertutup. Selain itu, kualitas air juga bisa menjadi lebih payau dan kurang higienis untuk dikonsumsi. Itu bisa menjadi salah satu penyebab diare,” ujarnya, Selasa (11/8/2026).
Menurut Faisal, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama ketika kabut asap dan kemarau masih berlangsung. Air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari perlu dipastikan tetap bersih dan aman sebelum dikonsumsi.
Ia mengimbau masyarakat memasak air hingga benar-benar matang serta menutup rapat tempat penampungan air untuk mencegah masuknya abu maupun kotoran lainnya.
“Tentu kita imbau masyarakat untuk memasak air hingga matang agar tidak timbul diare,” ungkapnya.
Selain diare, Faisal menjelaskan, Puskesmas Kampung Bali juga mulai menerima lebih banyak pasien dengan keluhan ISPA dalam beberapa pekan terakhir.
“Untuk beberapa hari ini memang lagi marak karhutla dan sudah beberapa minggu tidak ada hujan. Penyakit yang paling banyak kami temui biasanya ISPA, kemudian diare. Selain itu, beberapa penyakit seperti asma juga sering kambuh saat musim kebakaran hutan,” kata Faisal.
Karena itu, masyarakat diminta tetap menjaga kebersihan dan kesehatan selama musim kemarau serta kabut asap masih berlangsung. Warga juga dianjurkan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi paparan asap. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini