Kayong Utara    

Diduga Berasal dari Konsesi Mayawana Persada, Api Karhutla Merambat ke Lahan PT Jalin Vaneo

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Friday, 11 September 2026
Diduga Berasal dari Konsesi Mayawana Persada, Api Karhutla Merambat ke Lahan PT Jalin Vaneo
Karhutla di kawasan gambut Kayong Utara diduga merambat dari konsesi Mayawana Persada ke lahan PT Jalin Vaneo (Foto: Sans/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan gambut di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Api yang diduga berasal dari area konsesi PT Mayawana Persada dilaporkan telah merambat dan memasuki wilayah perkebunan kelapa sawit milik PT Jalin Vaneo.

Berdasarkan keterangan Aktivis Ijul KKU di lokasi kejadian pada Rabu (9/9), kabut asap pekat tampak menyelimuti area perkebunan hingga membatasi jarak pandang secara drastis.

Hamparan tanah gambut di lokasi kejadian terlihat hangus menghitam dengan sisa-sisa kayu yang terbakar. Sejumlah tim pemadam kebakaran berada di lokasi untuk menyemprotkan air guna menahan laju rembetan api.

Dalam rekaman dari lokasi, seorang aktivis membeberkan kondisi terkini terkait paparan asap pekat serta dugaan asal-usul titik api di area perkebunan tersebut.

“Bisa kita lihat asap sangat tebal, kabut di lokasi PT Jalin Vaneo. Cuma ndak tahu nih sumber apinya, katanya sih dari PT lahan konsesi Mayawana apinya. Ini di hutan ini kami, kita harus pastikan lagi,” ujar Ijul KKU, Jumat (11/9).

Sementara itu, petugas pemadam kebakaran di lapangan mengonfirmasi adanya ancaman kebakaran gambut terhadap area sekitar. Petugas membenarkan bahwa pergerakan api telah menyeberang dan mulai membakar bagian dari konsesi tetangga.

“Setiap hari kami siaga untuk menjaga hutan ini. Areal sudah masuk ini,” ungkap salah seorang petugas pemadam kebakaran di lokasi kejadian.

Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman tidak hanya difokuskan pada titik awal kebakaran, tetapi juga untuk mencegah api terus merambat ke area lainnya.

Setelah dikonfirmasi awak media, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait karhutla di wilayah tersebut.

Hingga saat ini, upaya pemadaman dan pendinginan (cooling down) terus dilanjutkan oleh tim pemadam di lapangan guna memastikan bara api di bawah permukaan tanah gambut tidak kembali memicu kobaran baru. (Sans)

Artikel Selanjutnya
Bupati Melawi Tekankan Camat Harus Hadir di Tengah Masyarakat, Karhutla Jadi Perhatian
Friday, 11 September 2026
Artikel Sebelumnya
KONI Kapuas Hulu Kembali Tempati Gedung Sekretariat, Anwar Sanusi: Terima Kasih Pak Bupati
Friday, 11 September 2026

Berita terkait