Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 11 September 2026 |
KALBARONLINE.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan gambut di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Api yang diduga berasal dari area konsesi PT Mayawana Persada dilaporkan telah merambat dan memasuki wilayah perkebunan kelapa sawit milik PT Jalin Vaneo.
Berdasarkan keterangan Aktivis Ijul KKU di lokasi kejadian pada Rabu (9/9), kabut asap pekat tampak menyelimuti area perkebunan hingga membatasi jarak pandang secara drastis.
Hamparan tanah gambut di lokasi kejadian terlihat hangus menghitam dengan sisa-sisa kayu yang terbakar. Sejumlah tim pemadam kebakaran berada di lokasi untuk menyemprotkan air guna menahan laju rembetan api.
Dalam rekaman dari lokasi, seorang aktivis membeberkan kondisi terkini terkait paparan asap pekat serta dugaan asal-usul titik api di area perkebunan tersebut.
“Bisa kita lihat asap sangat tebal, kabut di lokasi PT Jalin Vaneo. Cuma ndak tahu nih sumber apinya, katanya sih dari PT lahan konsesi Mayawana apinya. Ini di hutan ini kami, kita harus pastikan lagi,” ujar Ijul KKU, Jumat (11/9).
Sementara itu, petugas pemadam kebakaran di lapangan mengonfirmasi adanya ancaman kebakaran gambut terhadap area sekitar. Petugas membenarkan bahwa pergerakan api telah menyeberang dan mulai membakar bagian dari konsesi tetangga.
“Setiap hari kami siaga untuk menjaga hutan ini. Areal sudah masuk ini,” ungkap salah seorang petugas pemadam kebakaran di lokasi kejadian.
Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman tidak hanya difokuskan pada titik awal kebakaran, tetapi juga untuk mencegah api terus merambat ke area lainnya.
Setelah dikonfirmasi awak media, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait karhutla di wilayah tersebut.
Hingga saat ini, upaya pemadaman dan pendinginan (cooling down) terus dilanjutkan oleh tim pemadam di lapangan guna memastikan bara api di bawah permukaan tanah gambut tidak kembali memicu kobaran baru. (Sans)
KALBARONLINE.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan gambut di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Api yang diduga berasal dari area konsesi PT Mayawana Persada dilaporkan telah merambat dan memasuki wilayah perkebunan kelapa sawit milik PT Jalin Vaneo.
Berdasarkan keterangan Aktivis Ijul KKU di lokasi kejadian pada Rabu (9/9), kabut asap pekat tampak menyelimuti area perkebunan hingga membatasi jarak pandang secara drastis.
Hamparan tanah gambut di lokasi kejadian terlihat hangus menghitam dengan sisa-sisa kayu yang terbakar. Sejumlah tim pemadam kebakaran berada di lokasi untuk menyemprotkan air guna menahan laju rembetan api.
Dalam rekaman dari lokasi, seorang aktivis membeberkan kondisi terkini terkait paparan asap pekat serta dugaan asal-usul titik api di area perkebunan tersebut.
“Bisa kita lihat asap sangat tebal, kabut di lokasi PT Jalin Vaneo. Cuma ndak tahu nih sumber apinya, katanya sih dari PT lahan konsesi Mayawana apinya. Ini di hutan ini kami, kita harus pastikan lagi,” ujar Ijul KKU, Jumat (11/9).
Sementara itu, petugas pemadam kebakaran di lapangan mengonfirmasi adanya ancaman kebakaran gambut terhadap area sekitar. Petugas membenarkan bahwa pergerakan api telah menyeberang dan mulai membakar bagian dari konsesi tetangga.
“Setiap hari kami siaga untuk menjaga hutan ini. Areal sudah masuk ini,” ungkap salah seorang petugas pemadam kebakaran di lokasi kejadian.
Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman tidak hanya difokuskan pada titik awal kebakaran, tetapi juga untuk mencegah api terus merambat ke area lainnya.
Setelah dikonfirmasi awak media, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait karhutla di wilayah tersebut.
Hingga saat ini, upaya pemadaman dan pendinginan (cooling down) terus dilanjutkan oleh tim pemadam di lapangan guna memastikan bara api di bawah permukaan tanah gambut tidak kembali memicu kobaran baru. (Sans)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini