Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 28 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak mulai melakukan berbagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan yang diperkirakan mulai terjadi pada pertengahan Oktober 2026, setelah periode kemarau panjang.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan genangan yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kota Pontianak.
“Terus melakukan antisipasi, melakukan upaya bagaimana genangan di Kota Pontianak ini terminimalisir. Karena memang faktanya, untuk genangan jika terjadi air pasang ekstrem, pasang ekstrem itu tidak terelakkan,” kata Bahasan.
Menurutnya, perhatian pemerintah bukan hanya mencegah genangan, tetapi memastikan air dapat segera surut ketika kondisi pasang telah berakhir.
“Cuma bagaimana genangan ini tidak berlama-lama, sehingga pada saat air surut, dengan waktu yang relatif singkat, air bisa kembali ke habitatnya,” ujarnya.
Bahasan mengatakan, berbagai saluran air mulai dari parit kecil hingga saluran primer menjadi perhatian. Pemerintah juga terus mengajak masyarakat melakukan gotong royong untuk membersihkan saluran.
Namun, ia mengakui masih ada kendala karena sebagian masyarakat belum memahami pentingnya menjaga saluran air agar tetap terbuka dan berfungsi.
“Cuma memang hambatannya sampai hari ini, masyarakat masih belum cukup memahami tentang pentingnya tidak menutup selokan atau saluran,” jelasnya.
Ia menegaskan, konektivitas saluran air juga penting agar aliran dari saluran tersier, sekunder hingga primer dapat berjalan dengan baik.
“Dari saluran tersier, sekunder, hingga primer harus terkoneksi. Itu setiap kesempatan, setiap agenda di mana pun, baik pengajian, duduk bersama, maupun agenda pemerintahan, kami selalu menyampaikan untuk mengedukasi hal itu,” katanya.
Bahasan juga mengajak masyarakat melaporkan jika menemukan persoalan saluran air yang membutuhkan penanganan pemerintah.
“Kalaupun itu membutuhkan kehadiran pemerintah, silakan laporkan ke kelurahan setempat, ke kecamatan, atau ke KPD. Bahkan kalau laporan disampaikan langsung, insyaallah kami akan segera turun,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak mulai melakukan berbagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan yang diperkirakan mulai terjadi pada pertengahan Oktober 2026, setelah periode kemarau panjang.
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan genangan yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Kota Pontianak.
“Terus melakukan antisipasi, melakukan upaya bagaimana genangan di Kota Pontianak ini terminimalisir. Karena memang faktanya, untuk genangan jika terjadi air pasang ekstrem, pasang ekstrem itu tidak terelakkan,” kata Bahasan.
Menurutnya, perhatian pemerintah bukan hanya mencegah genangan, tetapi memastikan air dapat segera surut ketika kondisi pasang telah berakhir.
“Cuma bagaimana genangan ini tidak berlama-lama, sehingga pada saat air surut, dengan waktu yang relatif singkat, air bisa kembali ke habitatnya,” ujarnya.
Bahasan mengatakan, berbagai saluran air mulai dari parit kecil hingga saluran primer menjadi perhatian. Pemerintah juga terus mengajak masyarakat melakukan gotong royong untuk membersihkan saluran.
Namun, ia mengakui masih ada kendala karena sebagian masyarakat belum memahami pentingnya menjaga saluran air agar tetap terbuka dan berfungsi.
“Cuma memang hambatannya sampai hari ini, masyarakat masih belum cukup memahami tentang pentingnya tidak menutup selokan atau saluran,” jelasnya.
Ia menegaskan, konektivitas saluran air juga penting agar aliran dari saluran tersier, sekunder hingga primer dapat berjalan dengan baik.
“Dari saluran tersier, sekunder, hingga primer harus terkoneksi. Itu setiap kesempatan, setiap agenda di mana pun, baik pengajian, duduk bersama, maupun agenda pemerintahan, kami selalu menyampaikan untuk mengedukasi hal itu,” katanya.
Bahasan juga mengajak masyarakat melaporkan jika menemukan persoalan saluran air yang membutuhkan penanganan pemerintah.
“Kalaupun itu membutuhkan kehadiran pemerintah, silakan laporkan ke kelurahan setempat, ke kecamatan, atau ke KPD. Bahkan kalau laporan disampaikan langsung, insyaallah kami akan segera turun,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini