Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
kemarau
Pegadaian dan IPEMI Salurkan Air Bersih ke 6 Desa Terdampak Kemarau di Mempawah
Pegadaian dan IPEMI Salurkan Air Bersih ke 6 Desa Terdampak Kemarau di Mempawah
Tuesday, 06/10/2026

KALBARONLINE.com – Musim kemarau berkepanjangan yang disertai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Merespons kondisi tersebut, Pegadaian Kantor Cabang Mempawah bersama Pengurus Daerah Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (PD IPEMI) Kabupaten Mempawah menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat, Sabtu (26/9/2026).

Bantuan tersebut didistribusikan ke enam titik atau desa yang mengalami keterbatasan pasokan air bersih selama musim kemarau.

Deputy Bisnis PT Pegadaian Area Pontianak Abdul Lafaz Isnainy mengatakan, penyaluran dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

“Kondisi kemarau yang cukup panjang membuat kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah meningkat. Karena itu, bersama IPEMI Mempawah, kami menyalurkan bantuan ke beberapa titik yang membutuhkan,” kata Abdul.

“Mudah-mudahan bantuan ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga selama pasokan air masih terbatas,” lanjutnya.

Menurut Abdul, kerja sama dengan berbagai pihak diperlukan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kalimantan Rinaldi Lubis mengatakan, bantuan air bersih tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Program tersebut mengacu pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Nomor 6 mengenai air bersih dan sanitasi layak.

“Bantuan air bersih ini merupakan salah satu bentuk implementasi TPB Nomor 6, sekaligus bagian dari kontribusi Pegadaian dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Rinaldi.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat di enam titik terdampak selama pasokan air bersih masih terbatas akibat musim kemarau. (Lid)

Usai Kemarau Panjang, Pemkot Pontianak Mulai Antisipasi Genangan
Usai Kemarau Panjang, Pemkot Pontianak Mulai Antisipasi Genangan
Wednesday, 30/09/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak mulai mengantisipasi potensi genangan setelah berakhirnya musim kemarau panjang. Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan perhatian kini mulai diarahkan pada pembersihan drainase dan saluran air sebagai persiapan menghadapi peningkatan curah hujan.

Menurutnya, perubahan kondisi cuaca perlu direspons sejak awal agar persoalan genangan tidak muncul ketika hujan dengan intensitas tinggi mulai terjadi.

“Setelah kemarau ini, yang kita khawatirkan berikutnya genangan. Karena itu, saluran-saluran harus mulai kita persiapkan,” ujarnya, Rabu (30/9/2026).

Bahasan mengatakan perangkat daerah terkait telah diminta menggerakkan kegiatan pembersihan saluran dan gotong royong di tingkat kecamatan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah. Prioritas diberikan pada saluran yang tersumbat, mengalami penyempitan, atau tidak terkoneksi dengan baik sehingga berpotensi menghambat aliran air.

“Kalau ada selokan atau saluran sekunder yang tidak terkoneksi, tolong diinformasikan. Kalau masih bisa diselesaikan dengan gotong royong, kita kerjakan bersama. Kalau butuh penanganan dinas teknis, laporkan kepada kami,” katanya.

Ia menilai partisipasi masyarakat sangat diperlukan karena pemerintah tidak mungkin mengetahui seluruh titik persoalan tanpa informasi langsung dari warga. Karena itu, RT, RW, perangkat kelurahan dan kecamatan diharapkan aktif menyampaikan kondisi drainase di wilayah masing-masing.

“Berikan informasi kepada kami. Kalau memang membutuhkan penanganan teknis, insyaallah pemerintah hadir,” ujarnya.

Bahasan menambahkan, pembangunan jalan lingkungan juga harus diiringi dengan penataan drainase yang memadai. Menurutnya, perbaikan jalan tanpa memperhatikan saluran air justru berpotensi menimbulkan persoalan baru ketika curah hujan meningkat.

Ia juga mendorong masyarakat menjaga kebersihan saluran dengan tidak membuang sampah ke parit maupun drainase. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk menjaga kelancaran aliran air.

“Kalau bisa diselesaikan bersama melalui gotong royong, tentu itu lebih cepat. Pemerintah dan masyarakat harus sama-sama bergerak,” katanya.

Bahasan berharap kolaborasi pemerintah dan masyarakat dapat mengurangi titik-titik genangan sekaligus mendukung penataan lingkungan yang lebih aman, bersih, dan asri menjelang musim hujan. (*)

Air PDAM Asin Tiap Kemarau, Krisantus Dorong Pembangunan SPAM Regional Kalbar
Air PDAM Asin Tiap Kemarau, Krisantus Dorong Pembangunan SPAM Regional Kalbar
Tuesday, 22/09/2026

KALBARONLINE.com – Persoalan air PDAM yang menjadi payau dan terasa asin saat musim kekeringan kembali menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan mendorong kajian pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional yang dapat melayani kebutuhan air bersih lintas kabupaten/kota sebagai solusi jangka panjang.

Hal itu disampaikan Krisantus saat meninjau Instalasi Pengolahan Air Bersih PMI Kalbar AP81 di kawasan Taman Makam Pahlawan Dharma Patria Jaya, Jalan Adisucipto, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (22/9/2026).

Krisantus mengatakan persoalan air payau yang terjadi hampir setiap tahun tidak bisa terus ditangani dengan pola yang sama. Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan solusi jangka panjang melalui pembangunan infrastruktur air bersih.

“Langkah ke depan, tadi saya sudah sampaikan juga bahwa bencana ini terjadi hampir setiap tahun. Walaupun tidak selalu separah ini, tetapi terjadi setiap tahun, yaitu air PDAM menjadi payau dan rasanya asin,” kata Krisantus.

Ia menyebut kondisi air yang lebih asin dari biasanya dapat mengganggu kebutuhan masyarakat dan berpotensi berdampak terhadap kesehatan maupun peralatan rumah tangga.

“Kalau sekarang asinnya cukup terasa. Kalau biasanya memang asin, tetapi tidak terlalu seperti sekarang. Namun, jelas berdampak kepada kesehatan, berdampak kepada peralatan-peralatan rumah tangga dan sebagainya. Mesin pompa juga menjadi cepat rusak,” ujarnya.

Karena itu, Krisantus meminta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kalbar segera mengkaji kemungkinan pembangunan SPAM Regional yang dapat melayani kebutuhan air bersih di beberapa kabupaten/kota.

“Oleh sebab itu, ke depan saya meminta kepada Kepala Bapperida yang tadi juga hadir, tolong dibuat pengkajian bagaimana kita bisa memprogramkan satu PDAM regional yang bisa melayani beberapa kabupaten untuk menyediakan air bersih,” tegasnya.

Menurut Krisantus, kajian tersebut juga harus mencakup pola pembiayaan serta kemungkinan keterlibatan pemerintah kabupaten/kota hingga pemerintah pusat.

“Langkah konkretnya, tadi saya bilang kepada pemerintah, segera kaji bagaimana SPAM regional pemerintah provinsi. Apakah nanti kita sharing dengan kabupaten/kota atau kita perlu bantuan pemerintah pusat,” jelasnya.

Ia menyatakan siap membawa persoalan tersebut ke pemerintah pusat untuk memperjuangkan dukungan pembangunan infrastruktur air bersih di Kalimantan Barat.

“Saya siap menemui kementerian di pemerintah pusat untuk memperjuangkan bagaimana pusat juga peduli dengan bencana yang terjadi setiap tahun,” katanya.

Krisantus menilai anggaran yang selama ini dikeluarkan untuk penanganan kondisi darurat perlu diimbangi dengan investasi infrastruktur jangka panjang.

“Daripada seperti sekarang, keluar anggaran hanya sekadar untuk menangani kondisi darurat, kenapa kita tidak mencari solusi jangka panjang penyediaan air bersih, air yang tidak payau untuk masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Krisantus juga mengapresiasi inovasi PMI Kalbar yang memanfaatkan air waduk untuk diolah menjadi air bersih melalui instalasi AP81.

“Pertama, saya mengapresiasi PMI yang sudah melakukan ekspansi. Biasanya kalau kita tahu, PMI itu pasti urusan darah, orang kekurangan darah, rumah sakit butuh darah, pasien butuh darah. Tetapi kali ini bukan hanya urusan darah, PMI juga menyediakan air bersih,” ujarnya.

Menurutnya, inovasi tersebut menjadi langkah nyata PMI dalam membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih di tengah kondisi kekeringan.

Peninjauan kemudian dirangkaikan dengan pelepasan armada truk tangki PMI yang membawa air hasil pengolahan AP81 untuk didistribusikan kepada masyarakat.

Krisantus mengatakan air tersebut telah melalui proses pengolahan dan dapat dikonsumsi dengan catatan harus dimasak terlebih dahulu.

“Air yang sudah diolah dan sudah jernih serta layak untuk dikonsumsi, dengan catatan dimasak terlebih dahulu. Jadi, air tersebut sudah dilepas untuk masyarakat yang memerlukan air,” katanya. (Lid)

Harga Sayur di Pontianak Melonjak, Kangkung Tembus Rp40 Ribu per Kg
Harga Sayur di Pontianak Melonjak, Kangkung Tembus Rp40 Ribu per Kg
Monday, 21/09/2026

KALBARONLINE.com – Harga sejumlah sayuran di Pasar Flamboyan Pontianak, Kalimantan Barat, melonjak di tengah kemarau panjang yang berdampak terhadap pasokan bahan pangan. Kondisi tersebut membuat pedagang dan pembeli harus menghadapi kenaikan harga berbagai kebutuhan sayur-mayur.

Salah satu pedagang, Maryanto, mengatakan kenaikan paling terasa pada sejumlah jenis sayuran. Harga kangkung yang biasanya relatif murah kini mencapai sekitar Rp40 ribu per kilogram.

“Semua harga bahan pokok melonjak naik sampai para pembeli itu mengeluh. Harganya ada yang tidak terjangkau oleh masyarakat kecil yang ingin biasa makan sayur,” kata Maryanto saat ditemui, Senin (21/9/2026).

Selain kangkung, harga sawi kini berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram. Kacang panjang bahkan mencapai Rp55 ribu per kilogram, dari harga normal yang biasanya hanya sekitar Rp8 ribu hingga Rp15 ribu.

Harga tauge juga mengalami kenaikan cukup tinggi. Komoditas tersebut yang sebelumnya berada di kisaran Rp10 ribu per kilogram kini bisa mencapai Rp35 ribu hingga Rp40 ribu.

“Semua sayur melonjak, timun juga naik. Kacang panjang Rp55 ribu, padahal sebelumnya tidak pernah sampai harga segitu,” ujarnya.

Menurut Maryanto, kenaikan harga turut dipengaruhi kondisi cuaca dan sulitnya mendapatkan pasokan sayuran dari daerah sekitar Pontianak.

Kemarau yang berlangsung sekitar dua bulan membuat ketersediaan air menjadi kendala bagi petani. Kondisi air yang disebut asin juga membuat tanaman sayuran sulit tumbuh dan berkembang.

“Sejak dua bulan ini, sejak kemarau juga pengaruh air dan asap. Jadi sayur itu susah tumbuh, susah berkembang. Kadang bunganya jatuh, tidak bisa tumbuh,” katanya.

Untuk sejumlah komoditas, pedagang terbantu dengan pasokan dari Pulau Jawa. Wortel dan kentang, misalnya, disebut relatif stabil karena sebagian besar didatangkan dari Jawa.

“Kalau wortel dan kentang harganya stabil karena datang dari Jawa. Kalau di Pontianak ini rata-rata barangnya naik semua,” kata Maryanto.

Sementara itu, harga timun yang sebelumnya sempat mencapai Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram kini mulai turun setelah pasokan dari Jawa masuk. Harganya berada di kisaran Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram.

Namun, pasokan dari Jawa belum datang setiap hari. Menurut Maryanto, barang biasanya tiba setiap tiga sampai empat hari sekali.

Selain sayuran, harga cabai juga mengalami kenaikan. Dari sebelumnya sekitar Rp65 ribu per kilogram, kini harganya bisa mencapai Rp120 ribu per kilogram.

Maryanto berharap pemerintah memperhatikan kelancaran pasokan bahan pangan dari luar daerah agar ketersediaan komoditas tetap terjaga dan harga di pasar dapat lebih terkendali.

“Harapan pedagang, kalau bisa diperhatikan barang-barang yang datang dari luar. Jadi ada pengaturannya, harganya stabil. Itu harapan pedagang,” pungkasnya. (Lid)

Air PDAM Makin Asin, Warga Pontianak Terpaksa Antre Air Bersih
Air PDAM Makin Asin, Warga Pontianak Terpaksa Antre Air Bersih
Tuesday, 08/09/2026

KALBARONLINE.com – Warga Kota Pontianak mulai merasakan dampak krisis air bersih akibat kemarau panjang. Salah satunya Fera, yang mengaku terpaksa mengambil dan mengantre air bersih karena air PDAM di rumahnya sudah tidak dapat digunakan untuk sejumlah kebutuhan sehari-hari.

Fera mengatakan air PDAM di rumahnya semakin asin hingga terasa pahit dalam tiga hari terakhir. Ia pun terpaksa mengambil air bersih yang dibagikan untuk memenuhi kebutuhan memasak hingga mandi.

“Saya mengambil air bersih karena di rumah airnya sudah payau, bahkan sudah sampai asin. Jadi, kami sedang membutuhkan air bersih untuk bilas badan. Kalau tidak, badan terasa gatal-gatal sekali,” ujar Fera.

Fera mengatakan sebelumnya air PDAM memang sudah tidak sepenuhnya tawar. Namun, kondisi dalam tiga hari terakhir semakin parah hingga tidak dapat digunakan untuk mandi maupun mencuci pakaian.

“Kalau sebelumnya memang sudah tidak pernah tawar, tetapi dalam tiga hari ini rasanya sudah sangat asin sampai pahit. Jadi, benar-benar sudah tidak bisa dipakai,” tuturnya.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar, Fera menggunakan air bantuan secara terbatas. Air tersebut diprioritaskan untuk memasak, mencuci sayur, dan membilas badan.

“Untuk masak dan bilas badan. Intinya kami pakai sesuai kebutuhan. Tidak semuanya langsung menggunakan air ini. Untuk mencuci-cuci tetap menggunakan air asin,” ujarnya.

Ia menyebut keluarganya cukup besar. Dalam satu rumah terdapat sekitar 10 orang sehingga kebutuhan air bersih setiap hari cukup banyak.

“Kalau memang bisa mengambil lebih banyak, kami ambil karena benar-benar untuk dipakai sendiri, bukan dijual. Keluarga kami cukup besar. Dalam satu rumah ada sekitar 10 orang,” katanya.

Fera menambahkan, sebelumnya warga juga sempat mendapatkan bantuan air bersih dari Brimob. Air tersebut diambil dari sungai dan melalui proses penyaringan sebelum dibagikan kepada masyarakat.

“Kemarin, minggu lalu, ada dari Brimob. Mereka mengambil air dari sungai, kemudian langsung difilter. Kami juga sempat mengambil air di sana,” ucapnya.

Kini, Fera berharap pasokan air bersih bagi warga terus tersedia selama air PDAM belum kembali normal.

“Air tampungan juga sudah mulai habis,” pungkasnya. (Lid)

Kemarau Panjang Picu Krisis Air, Bupati Ketapang Sentil PDAM: Wajib Turun Bantu Warga
Kemarau Panjang Picu Krisis Air, Bupati Ketapang Sentil PDAM: Wajib Turun Bantu Warga
Monday, 07/09/2026

KALBARONLINE.com – Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang akibat kemarau panjang mendapat perhatian serius dari Bupati Ketapang Alexander Wilyo.

Bupati meminta Perumdam Tirta Pawan Ketapang tidak hanya menunggu, tetapi ikut turun langsung membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih.

Alexander Wilyo menegaskan, penanganan dampak kemarau panjang tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Menurutnya, BPBD harus tetap fokus pada penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Ini tidak bisa ditimpakan seluruhnya ke BPBD. BPBD ini biarkanlah mereka fokus kepada penanggulangan pemadaman,” kata Alexander saat rapat daring bersama jajaran pemerintah daerah se-Kabupaten Ketapang, Jumat (4/9/2026).

Ia secara khusus meminta Perumdam Tirta Pawan mengambil peran dalam pendistribusian air bersih kepada warga terdampak.

“PDAM wajib turun bantu masyarakat, turut serta membantu, karena PDAM adalah spesialisnya air,” tegasnya.

Alexander meminta Asisten II membahas teknis keterlibatan Perumdam dalam penanganan krisis air bersih. Distribusi air juga diminta dilakukan secara terarah dengan membagi wilayah pelayanan berdasarkan kecamatan terdampak.

“Misalnya di area Ketapang ini nanti bisa dibagi, seperti Kecamatan Benua Kayong, Matan Hilir Selatan, Matan Hilir Utara, sampai ke Kendawangan dan lain sebagainya,” ujarnya.

Camat Diminta Tak Menunggu Bantuan

Selain meminta Perumdam bergerak, Alexander juga menginstruksikan para camat di wilayah pedalaman agar mengambil langkah cepat ketika masyarakat mengalami krisis air bersih.

Camat diminta tidak hanya menunggu bantuan dari pemerintah kabupaten.

“Kalau terjadi krisis air di wilayah pedalaman, saya minta juga camat untuk segera mengambil langkah. Tidak harus menunggu air bersih dari Ketapang,” katanya.

Menurut Alexander, camat dapat mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia di wilayah masing-masing. Pemerintah kecamatan juga diperbolehkan menggandeng perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah terdampak.

“Kerahkan seluruh kekuatan di sana. Bisa minta bantu dengan perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar,” ujarnya.

Ia menilai kolaborasi dengan pihak swasta menjadi salah satu langkah penting untuk mempercepat penanganan dampak kemarau panjang.

“OPD boleh bekerja sama dengan pihak lain dan pihak swasta maupun perusahaan yang peduli terhadap masyarakat kita. Ini juga harus dilanjutkan oleh seluruh jajaran,” tegasnya.

Sekda Diminta Pantau Keterlibatan OPD

Alexander juga meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Ketapang memantau keterlibatan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menangani dampak kemarau panjang dan karhutla.

Ia ingin seluruh OPD mengambil bagian dan tidak hanya mengandalkan instansi tertentu dalam menghadapi kondisi tersebut.

“Saya minta juga ke Sekda untuk monitor seluruh OPD, sudah sejauh apa pergerakan mereka dalam penanganan gotong royong dampak dari kemarau panjang dan karhutla ini,” kata Alexander.

“Mana-mana OPD yang sudah melaksanakan atau mana yang belum, saya ingin semuanya terlibat,” sambungnya.

Alexander menegaskan, keterlibatan seluruh unsur pemerintah dan pihak terkait merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang saat ini menghadapi dampak kemarau panjang.

Menurutnya, penanganan krisis air bersih dan karhutla membutuhkan kerja bersama agar bantuan dapat segera dirasakan masyarakat terdampak. (Adi LC)

Krisis Air Bersih, Aliansi Masyarakat Melayu Kalbar Buka Donasi Air Mineral
Krisis Air Bersih, Aliansi Masyarakat Melayu Kalbar Buka Donasi Air Mineral
Monday, 07/09/2026

KALBARONLINE.com – Di tengah kemarau panjang dan krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah, Aliansi Masyarakat Melayu Kalbar Bersatu membuka donasi air mineral gelas untuk membantu masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya.

Posko donasi dibuka di Eks Pondok Nelayan, Jalan Gajahmada, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (4/9/2026). Air mineral yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada masyarakat maupun sejumlah tempat yang membutuhkan.

Ketua DPP Bala Komando, Yayan, mengatakan pihaknya hanya bertindak sebagai penyalur bantuan. Air mineral yang terkumpul akan diprioritaskan untuk panti asuhan, pondok pesantren nonkomersial, panti jompo, serta sejumlah lokasi lain yang membutuhkan.

“Kami hanya sebagai penyalur. Kami pertegas, kami hanya sebagai penyalur. Insyaallah, open donasi itu kami buka, yang nantinya akan kami bagikan kepada panti asuhan, pondok-pondok pesantren yang nonkomersial,” kata Yayan.

Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang harus mengantre untuk mendapatkan air. Distribusi akan dilakukan berdasarkan kebutuhan di masing-masing lokasi.

“Daripada harus antre air galon, nanti kita antarkan,” ujarnya.

Yayan menyebut bantuan air mineral nantinya akan menyasar sekitar 10 hingga 15 lokasi. Di antaranya panti jompo, pesantren, panti asuhan, dan tempat lainnya yang dinilai membutuhkan.

“Kita akan distribusikan daripada nanti mereka antre air galon ini,” katanya.

Ia mengatakan kondisi sumber air dan sejumlah depot air isi ulang di luar Kota Pontianak juga mulai terdampak kemarau. Karena itu, menurutnya, diperlukan langkah bersama agar distribusi air bersih kepada masyarakat lebih terkoordinasi.

Aliansi Masyarakat Melayu Kalbar Bersatu pun meminta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di tingkat kota, kabupaten hingga provinsi untuk bersama-sama menentukan titik sumber air bersih yang dapat digunakan untuk membantu masyarakat.

“Kami dari Aliansi Masyarakat Melayu Kalbar Bersatu meminta kepada Forkopimda, Forkopimda kota, kabupaten, dan provinsi, bisa bahu-membahu. Yuk, kita duduk sama-sama, tentukan di mana titik air bersih yang ada di Kalbar,” tuturnya.

Dengan adanya titik sumber air yang jelas, Yayan berharap armada mobil tangki milik pemadam kebakaran, pemerintah maupun pihak swasta dapat dikerahkan untuk mengambil dan mendistribusikan air ke wilayah yang membutuhkan.

“Sehingga nanti kami dari pemadam kebakaran, swasta maupun pemerintah, bisa mengerahkan armada-armada mobil tangkinya untuk mengambil air bersih itu, air gunung itu,” jelasnya.

Ia berharap pendistribusian air dapat dilakukan berdasarkan arahan pemerintah daerah sehingga bantuan tepat sasaran dan masyarakat tidak panik menghadapi kondisi kekurangan air bersih.

“Nanti sesuai arahan dari Forkopimda, ini mau dibagi ke titik-titik mana saja, supaya masyarakat tidak panik dan tepat sasaran,” pungkasnya. (Lid)

Kemarau Panjang, Laskar Jagadilaga Ketapang Salurkan Air Bersih ke Warga Muliakerta
Kemarau Panjang, Laskar Jagadilaga Ketapang Salurkan Air Bersih ke Warga Muliakerta
Monday, 07/09/2026

KALBARONLINE.com – Musim kemarau yang masih melanda Kabupaten Ketapang membuat kebutuhan air bersih menjadi perhatian serius. Merespons kondisi tersebut, Laskar Jagadilaga Ketapang turun langsung membantu warga dengan menyalurkan air bersih di Kelurahan Muliakerta, Kecamatan Benua Kayong, Senin (7/9/2026).

Aksi sosial tersebut dipimpin Panglima Muda Laskar Jagadilaga Ketapang, Ujang Yandi, bersama jajaran. Mereka mendistribusikan air bersih kepada warga yang mengalami keterbatasan pasokan akibat musim kemarau.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama untuk keperluan sehari-hari selama kemarau masih berlangsung.

Panglima Besar Laskar Jagadilaga, Daniel, mengatakan penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan.

Menurutnya, Laskar Jagadilaga berkomitmen hadir di tengah masyarakat, terutama ketika warga membutuhkan bantuan.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Ketika warga membutuhkan bantuan, kami berupaya hadir dan mengambil bagian sesuai kemampuan yang kami miliki,” ujar Daniel.

Sementara itu, Panglima Muda Laskar Jagadilaga Ketapang, Ujang Yandi, bersama jajaran terjun langsung dalam proses pendistribusian air bersih kepada warga Muliakerta.

Menurutnya, aksi tersebut tidak hanya untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih, tetapi juga menjadi bagian dari semangat gotong royong menghadapi dampak kemarau.

“Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendasar yang perlu mendapat perhatian bersama, terlebih ketika musim kemarau berkepanjangan menyebabkan sebagian masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari,” ucapnya.

Laskar Jagadilaga Ketapang berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi warga sekaligus mendorong kepedulian berbagai pihak untuk bersama-sama membantu masyarakat yang terdampak kemarau.

“Bagi Laskar Jagadilaga, kepedulian sosial bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk kehadiran organisasi untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya. (Adi LC)

Harga Air Isi Ulang Tembus Rp25 Ribu Saat Kemarau, Pemerintah Diminta Turun Tangan
Harga Air Isi Ulang Tembus Rp25 Ribu Saat Kemarau, Pemerintah Diminta Turun Tangan
Friday, 04/09/2026

KALBARONLINE.com – Di tengah sulitnya warga mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang, harga air isi ulang di sejumlah depot di Pontianak dikeluhkan ikut melonjak.

Air yang biasanya dijual sekitar Rp6.000 per galon, kini disebut mencapai Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per galon.

Mewakili masyarakat, Ketua Komunitas Budaya Tionghoa Pontianak Hendry Pangestu Lim meminta pemerintah turun langsung mengawasi harga air isi ulang di lapangan.

Ia mengaku mendapat informasi adanya depot dan toko yang menaikkan harga di tengah kondisi warga yang sedang kesulitan mendapatkan air bersih.

“Tidak boleh kita manfaatkan momen seperti ini. Itu tidak baik,” tegas Hendry, Jumat (4/9/2026).

Ia meminta pemerintah mengecek langsung depot-depot air isi ulang untuk memastikan harga tidak dinaikkan secara tidak wajar.

“Pemerintah silakan turun ke lapangan, mengecek depot-depot. Apabila harga tidak disesuaikan, saya mendapat informasi ada yang menjual Rp20 ribu untuk isi ulang, sampai Rp25 ribu,” ujarnya.

Menurut Hendry, kebutuhan air bersih saat ini dirasakan hampir seluruh lapisan masyarakat. Bahkan, warga yang datang mendapatkan bantuan air tidak hanya berasal dari kalangan kurang mampu.

“Tidak melihat miskin atau kaya. Hari ini yang datang mengambil juga pakai mobil. Namanya kebutuhan, ini tidak lagi melihat miskin atau kaya,” katanya.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk saling membantu di tengah krisis air bersih yang terjadi di Pontianak. Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.

“Kita sebagai masyarakat harus mendukung masyarakat lain, yang mampu maupun yang tidak mampu,” ucapnya.

Selain mengajak warga saling membantu, Hendry juga berharap hujan segera turun untuk mengakhiri kemarau sekaligus membantu memadamkan Karhutla yang menyebabkan kabut asap di sejumlah wilayah Kalbar.

“Apalagi hari ini hari Jumat. Selesai salat Jumat, jangan pulang dulu. Kita doakan hari hujan di Pontianak ini, cepat hujan,” tuturnya. (Lid)

Warga Bantu Warga, Ormas di Pontianak Buka Posko Air Bersih Layak Minum Gratis 24 Jam
Warga Bantu Warga, Ormas di Pontianak Buka Posko Air Bersih Layak Minum Gratis 24 Jam
Friday, 04/09/2026

KALBARONLINE.com – Kemarau panjang membuat kebutuhan air bersih warga Kota Pontianak meningkat. Di tengah kondisi tersebut, sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dan aliansi masyarakat bergerak membantu warga dengan membuka posko air bersih layak minum secara gratis.

Posko tersebut dibuka di Jalan Gajahmada, eks Pondok Nelayan, Pontianak, dan beroperasi selama 24 jam untuk memenuhi kebutuhan air warga.

Ketua Komunitas Budaya Tionghoa Pontianak, Hendry Pangestu Lim, mengatakan gerakan tersebut mulai dilakukan sejak Kamis (3/9/2026).

Ia mengatakan posko merupakan hasil kolaborasi sejumlah pihak yang memiliki kepedulian terhadap kondisi warga Pontianak. Di antaranya Kesultanan Kadariah, Aliansi Masyarakat Melayu Kalbar Bersatu, sejumlah ormas Melayu, pihak kepolisian, Pertamina, PLN, serta para donatur.

Hendry menyebut air bersih layak minum yang disediakan di posko tersebut berasal dari air pegunungan di Anjungan. Sebelum diberikan kepada warga, air tersebut melalui proses penyaringan menggunakan filter sehingga dapat langsung dikonsumsi.

“Air ini bisa dikonsumsi langsung. Ada filternya juga, aman. Kita sudah berkali-kali minum,” katanya.

Hendry menyebut kondisi yang terjadi saat ini merupakan situasi bencana yang membutuhkan kepedulian bersama. Menurutnya, masyarakat tidak bisa sepenuhnya mengandalkan pemerintah karena pemerintah juga memiliki keterbatasan.

“Ini adalah bencana. Jadi kita sebagai masyarakat wajib saling mendukung, bahu-membahu. Kita tidak hanya mengharapkan pemerintah. Pemerintah itu juga terbatas,” ucapnya.

Karena itu, posko tersebut dibuka selama 24 jam. Warga yang membutuhkan air dapat datang kapan saja dan mengambil sesuai kebutuhan.

“Jadi hari ini kita bisa lihat ramai. Kita memberikan pelayanan 24 jam. Tengah malam pun bisa. Silakan mengambil sesuai kebutuhannya. Kalau sudah habis, balik lagi, tidak apa-apa. Kita siap,” katanya.

Selain membuka layanan air bersih layak minum, mereka juga membuka donasi bagi warga yang ingin menyalurkan air mineral secara gratis.

Air tersebut nantinya disalurkan kepada panti asuhan, panti jompo, pondok pesantren nonkomersial, serta tempat-tempat lain yang membutuhkan.

“Kami hanya sebagai penyalur. Insyaallah open donasi itu kami buka, yang akan kami bagikan kepada panti asuhan, pondok-pondok pesantren yang nonkomersial, yang sangat perlu daripada harus antre air galon,” ungkap Yayan, Ketua DPP Bala Komando.

Yayan mengatakan air mineral tersebut nantinya diantar langsung dengan jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima, sekitar 10 hingga 15 dus.

Menurut Yayan, langkah tersebut dilakukan karena sejumlah mata air dan sumber air yang selama ini menjadi pasokan air galon di luar Kota Pontianak mulai mengalami kekeringan.

Yayan juga meminta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di tingkat kota, kabupaten, dan provinsi untuk bersama-sama memetakan sumber air bersih yang masih tersedia di Kalimantan Barat.

“Kami dari Aliansi Masyarakat Melayu Kalbar Bersatu meminta kepada Forkopimda, kota, kabupaten, dan provinsi, bisa bahu-membahu. Yuk, kita duduk sama-sama, tentukan di mana titik air bersih yang ada di Kalbar,” katanya.

Dengan adanya pemetaan sumber air, menurutnya, pemerintah maupun pihak swasta dapat mengerahkan armada mobil tangki untuk mengambil air dan mendistribusikannya ke wilayah yang membutuhkan.

“Dari pemadam kebakaran, swasta maupun pemerintah, bisa mengerahkan armada-armada mobil tangkinya untuk mengambil air bersih itu, air gunung itu,” ujarnya.

Ia berharap distribusi air nantinya dapat dilakukan berdasarkan arahan pemerintah daerah sehingga bantuan benar-benar sampai ke wilayah yang membutuhkan.

“Nanti sesuai arahan dari Forkopimda, air ini mau dibagikan ke titik-titik mana saja, supaya masyarakat tidak panik dan tepat sasaran,” pungkasnya. (Lid)