Pontianak    

Air PDAM Makin Asin, Warga Pontianak Terpaksa Antre Air Bersih

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Tuesday, 08 September 2026
Air PDAM Makin Asin, Warga Pontianak Terpaksa Antre Air Bersih
Air PDAM di Pontianak makin asin akibat kemarau. Warga terpaksa antre air bersih untuk memasak, mencuci sayur hingga mandi (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Warga Kota Pontianak mulai merasakan dampak krisis air bersih akibat kemarau panjang. Salah satunya Fera, yang mengaku terpaksa mengambil dan mengantre air bersih karena air PDAM di rumahnya sudah tidak dapat digunakan untuk sejumlah kebutuhan sehari-hari.

Fera mengatakan air PDAM di rumahnya semakin asin hingga terasa pahit dalam tiga hari terakhir. Ia pun terpaksa mengambil air bersih yang dibagikan untuk memenuhi kebutuhan memasak hingga mandi.

“Saya mengambil air bersih karena di rumah airnya sudah payau, bahkan sudah sampai asin. Jadi, kami sedang membutuhkan air bersih untuk bilas badan. Kalau tidak, badan terasa gatal-gatal sekali,” ujar Fera.

Fera mengatakan sebelumnya air PDAM memang sudah tidak sepenuhnya tawar. Namun, kondisi dalam tiga hari terakhir semakin parah hingga tidak dapat digunakan untuk mandi maupun mencuci pakaian.

“Kalau sebelumnya memang sudah tidak pernah tawar, tetapi dalam tiga hari ini rasanya sudah sangat asin sampai pahit. Jadi, benar-benar sudah tidak bisa dipakai,” tuturnya.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar, Fera menggunakan air bantuan secara terbatas. Air tersebut diprioritaskan untuk memasak, mencuci sayur, dan membilas badan.

“Untuk masak dan bilas badan. Intinya kami pakai sesuai kebutuhan. Tidak semuanya langsung menggunakan air ini. Untuk mencuci-cuci tetap menggunakan air asin,” ujarnya.

Ia menyebut keluarganya cukup besar. Dalam satu rumah terdapat sekitar 10 orang sehingga kebutuhan air bersih setiap hari cukup banyak.

“Kalau memang bisa mengambil lebih banyak, kami ambil karena benar-benar untuk dipakai sendiri, bukan dijual. Keluarga kami cukup besar. Dalam satu rumah ada sekitar 10 orang,” katanya.

Fera menambahkan, sebelumnya warga juga sempat mendapatkan bantuan air bersih dari Brimob. Air tersebut diambil dari sungai dan melalui proses penyaringan sebelum dibagikan kepada masyarakat.

“Kemarin, minggu lalu, ada dari Brimob. Mereka mengambil air dari sungai, kemudian langsung difilter. Kami juga sempat mengambil air di sana,” ucapnya.

Kini, Fera berharap pasokan air bersih bagi warga terus tersedia selama air PDAM belum kembali normal.

“Air tampungan juga sudah mulai habis,” pungkasnya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Kemarau Panjang Picu Krisis Air, Bupati Ketapang Sentil PDAM: Wajib Turun Bantu Warga
Monday, 07 September 2026
Artikel Sebelumnya
Tak Punya SPBU dan Masuk Wilayah 3T, Harga Pertalite di Bunut Hilir Tetap Stabil
Monday, 07 September 2026

Berita terkait