Ketapang    

Bupati Alexander Wilyo: Ketapang Rumah Besar Semua Umat, Toleransi Jadi Modal Pembangunan

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Tuesday, 08 September 2026
Bupati Alexander Wilyo: Ketapang Rumah Besar Semua Umat, Toleransi Jadi Modal Pembangunan
Bupati Alexander Wilyo menegaskan Ketapang sebagai rumah besar semua umat dan meminta toleransi serta kerukunan terus dijaga (Foto: Adi LC/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang Alexander Wilyo menegaskan pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama sebagai modal utama dalam membangun daerah. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Pondok Pesantren Hidayaturrahman, Sabtu (6/9/2026).

Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri ulama, santri, pemuka agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan serta berbagai elemen masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi tersebut menghadirkan KH Muhammad Hilmy Asidiqy Al Aroki, pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Jakarta sekaligus murid almarhum KH Hasyim Muzadi, sebagai penceramah.

Dalam tausiyahnya, KH Muhammad Hilmy menyampaikan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW sekaligus menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

Ia juga menyampaikan tiga pesan utama almarhum KH Hasyim Muzadi dalam merawat kerukunan, yakni toleransi yang berakar pada nilai spiritual, memperkuat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah, serta menolak radikalisme dengan memperkuat dialog demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengatakan, peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan memperkuat hubungan antara ulama, pemerintah dan masyarakat.

“Ulama dan umara memiliki peran yang saling melengkapi. Ulama memberikan tuntunan, pencerahan, serta pendidikan akhlak dan adab mengikuti jejak Rasulullah SAW, sementara umara menjalankan amanah untuk melayani masyarakat dan membangun daerah,” ujar Alexander.

Menurutnya, sinergi antara ulama dan pemerintah sangat penting untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai dan sejahtera.

“Ketika ulama dan umara berjalan bersama, insyaallah akan hadir kedamaian dan kesejahteraan di tengah masyarakat. Karena pembangunan tidak hanya membutuhkan kemajuan secara fisik, tetapi juga harus dibangun dengan nilai-nilai moral dan kehidupan sosial yang baik,” katanya.

Alexander menegaskan Kabupaten Ketapang merupakan rumah besar bagi seluruh umat beragama. Karena itu, kerukunan dan toleransi yang selama ini terjaga harus terus dipelihara oleh seluruh elemen masyarakat.

“Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Mari kita jaga toleransi, kerukunan dan persaudaraan di tengah keberagaman. Ini menjadi modal utama untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan menuju Kabupaten Ketapang yang maju dan mandiri,” tegasnya.

Ia menyebut semangat menjaga kehidupan sosial dan budaya masyarakat juga sejalan dengan Misi Kelima Kabupaten Ketapang, yakni meningkatkan pembangunan kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

Peringatan Maulid kemudian dilanjutkan dengan perjamuan makan siang di kediaman Kyai Jemai Makmur. Momen tersebut menjadi bagian dari silaturahmi sekaligus mencerminkan eratnya hubungan antara ulama, pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keharmonisan di Kabupaten Ketapang.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, pemerintah daerah berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga persatuan, toleransi dan kedamaian di tengah keberagaman masyarakat Ketapang. (Adi LC)

Artikel Selanjutnya
Tak Punya SPBU dan Masuk Wilayah 3T, Harga Pertalite di Bunut Hilir Tetap Stabil
Tuesday, 08 September 2026
Artikel Sebelumnya
Pontianak Sukses Gelar Indonesia Masters 2026, Edi Kamtono Bidik Seri Lebih Tinggi
Tuesday, 08 September 2026

Berita terkait