Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 08 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang Alexander Wilyo menegaskan pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama sebagai modal utama dalam membangun daerah. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Pondok Pesantren Hidayaturrahman, Sabtu (6/9/2026).
Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri ulama, santri, pemuka agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan serta berbagai elemen masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi tersebut menghadirkan KH Muhammad Hilmy Asidiqy Al Aroki, pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Jakarta sekaligus murid almarhum KH Hasyim Muzadi, sebagai penceramah.
Dalam tausiyahnya, KH Muhammad Hilmy menyampaikan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW sekaligus menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Ia juga menyampaikan tiga pesan utama almarhum KH Hasyim Muzadi dalam merawat kerukunan, yakni toleransi yang berakar pada nilai spiritual, memperkuat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah, serta menolak radikalisme dengan memperkuat dialog demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengatakan, peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan memperkuat hubungan antara ulama, pemerintah dan masyarakat.
“Ulama dan umara memiliki peran yang saling melengkapi. Ulama memberikan tuntunan, pencerahan, serta pendidikan akhlak dan adab mengikuti jejak Rasulullah SAW, sementara umara menjalankan amanah untuk melayani masyarakat dan membangun daerah,” ujar Alexander.
Menurutnya, sinergi antara ulama dan pemerintah sangat penting untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai dan sejahtera.
“Ketika ulama dan umara berjalan bersama, insyaallah akan hadir kedamaian dan kesejahteraan di tengah masyarakat. Karena pembangunan tidak hanya membutuhkan kemajuan secara fisik, tetapi juga harus dibangun dengan nilai-nilai moral dan kehidupan sosial yang baik,” katanya.
Alexander menegaskan Kabupaten Ketapang merupakan rumah besar bagi seluruh umat beragama. Karena itu, kerukunan dan toleransi yang selama ini terjaga harus terus dipelihara oleh seluruh elemen masyarakat.
“Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Mari kita jaga toleransi, kerukunan dan persaudaraan di tengah keberagaman. Ini menjadi modal utama untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan menuju Kabupaten Ketapang yang maju dan mandiri,” tegasnya.
Ia menyebut semangat menjaga kehidupan sosial dan budaya masyarakat juga sejalan dengan Misi Kelima Kabupaten Ketapang, yakni meningkatkan pembangunan kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Peringatan Maulid kemudian dilanjutkan dengan perjamuan makan siang di kediaman Kyai Jemai Makmur. Momen tersebut menjadi bagian dari silaturahmi sekaligus mencerminkan eratnya hubungan antara ulama, pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keharmonisan di Kabupaten Ketapang.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, pemerintah daerah berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga persatuan, toleransi dan kedamaian di tengah keberagaman masyarakat Ketapang. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Bupati Ketapang Alexander Wilyo menegaskan pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama sebagai modal utama dalam membangun daerah. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Pondok Pesantren Hidayaturrahman, Sabtu (6/9/2026).
Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri ulama, santri, pemuka agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan serta berbagai elemen masyarakat.
Peringatan Maulid Nabi tersebut menghadirkan KH Muhammad Hilmy Asidiqy Al Aroki, pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Jakarta sekaligus murid almarhum KH Hasyim Muzadi, sebagai penceramah.
Dalam tausiyahnya, KH Muhammad Hilmy menyampaikan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW sekaligus menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Ia juga menyampaikan tiga pesan utama almarhum KH Hasyim Muzadi dalam merawat kerukunan, yakni toleransi yang berakar pada nilai spiritual, memperkuat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah, serta menolak radikalisme dengan memperkuat dialog demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengatakan, peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan memperkuat hubungan antara ulama, pemerintah dan masyarakat.
“Ulama dan umara memiliki peran yang saling melengkapi. Ulama memberikan tuntunan, pencerahan, serta pendidikan akhlak dan adab mengikuti jejak Rasulullah SAW, sementara umara menjalankan amanah untuk melayani masyarakat dan membangun daerah,” ujar Alexander.
Menurutnya, sinergi antara ulama dan pemerintah sangat penting untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai dan sejahtera.
“Ketika ulama dan umara berjalan bersama, insyaallah akan hadir kedamaian dan kesejahteraan di tengah masyarakat. Karena pembangunan tidak hanya membutuhkan kemajuan secara fisik, tetapi juga harus dibangun dengan nilai-nilai moral dan kehidupan sosial yang baik,” katanya.
Alexander menegaskan Kabupaten Ketapang merupakan rumah besar bagi seluruh umat beragama. Karena itu, kerukunan dan toleransi yang selama ini terjaga harus terus dipelihara oleh seluruh elemen masyarakat.
“Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Mari kita jaga toleransi, kerukunan dan persaudaraan di tengah keberagaman. Ini menjadi modal utama untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan menuju Kabupaten Ketapang yang maju dan mandiri,” tegasnya.
Ia menyebut semangat menjaga kehidupan sosial dan budaya masyarakat juga sejalan dengan Misi Kelima Kabupaten Ketapang, yakni meningkatkan pembangunan kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Peringatan Maulid kemudian dilanjutkan dengan perjamuan makan siang di kediaman Kyai Jemai Makmur. Momen tersebut menjadi bagian dari silaturahmi sekaligus mencerminkan eratnya hubungan antara ulama, pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keharmonisan di Kabupaten Ketapang.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, pemerintah daerah berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjaga persatuan, toleransi dan kedamaian di tengah keberagaman masyarakat Ketapang. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini