Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Rabu, 04 Maret 2026 |
KALBARONLINE.com – Puncak perayaan Cap Go Meh 2026 di Klenteng Tua Pek Kong, Jalan Merdeka, Rabu (4/3/2026) malam, berlangsung meriah dan penuh nuansa kebersamaan. Ribuan lampion menghiasi pelataran klenteng, sementara atraksi naga dan barongsai sukses memikat warga yang memadati lokasi.
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, hadir bersama jajaran Forkopimda, para kepala OPD, tokoh agama, serta tokoh masyarakat Tionghoa untuk merayakan puncak Cap Go Meh 2026 yang menjadi agenda budaya tahunan di Kabupaten Ketapang.
Dalam sambutannya, Alexander menegaskan bahwa perayaan Cap Go Meh bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan simbol kuatnya harmoni sosial dan toleransi di Ketapang.
“Saya percaya, kita tidak bisa membangun daerah ini sendirian. Pembangunan Ketapang membutuhkan gotong royong lintas suku dan agama. Keberagaman yang kita saksikan malam ini di Klenteng Tua Pek Kong adalah kekuatan, bukan sekat pemisah,” ujar Alexander di hadapan masyarakat.
Menurutnya, Kabupaten Ketapang adalah rumah besar yang harus dijaga bersama agar tetap aman, damai, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang suku maupun agama. Ia menekankan bahwa toleransi di Ketapang harus terus dirawat sebagai fondasi pembangunan daerah.
Momentum Cap Go Meh 2026 terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan dan menjelang perayaan Paskah. Situasi ini dinilai menjadi pesan kuat tentang indahnya hidup berdampingan dalam perbedaan.
“Ini adalah momentum toleransi yang luar biasa. Di saat saudara-saudara kita menjalankan ibadah Ramadan dan bersiap menyambut Paskah, kita juga merayakan Cap Go Meh dengan penuh suka cita. Inilah wajah Ketapang yang sesungguhnya, hidup berdampingan dalam damai,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, melestarikan budaya, serta mempererat persatuan demi mendukung pembangunan Ketapang yang berkelanjutan dan inklusif.
Kehadiran lengkap unsur Forkopimda dan pimpinan perangkat daerah pada malam puncak perayaan Cap Go Meh 2026 menunjukkan sinergi pemerintah dalam mendukung kegiatan budaya yang mempererat tali persaudaraan.
Di bawah gemerlap lampion dan semarak pertunjukan seni tradisional, semangat kebersamaan begitu terasa. Perayaan Cap Go Meh di Klenteng Tua Pek Kong ini diharapkan menjadi energi positif bagi masyarakat dalam melangkah menuju Ketapang yang lebih maju, mandiri, dan penuh toleransi. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Puncak perayaan Cap Go Meh 2026 di Klenteng Tua Pek Kong, Jalan Merdeka, Rabu (4/3/2026) malam, berlangsung meriah dan penuh nuansa kebersamaan. Ribuan lampion menghiasi pelataran klenteng, sementara atraksi naga dan barongsai sukses memikat warga yang memadati lokasi.
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, hadir bersama jajaran Forkopimda, para kepala OPD, tokoh agama, serta tokoh masyarakat Tionghoa untuk merayakan puncak Cap Go Meh 2026 yang menjadi agenda budaya tahunan di Kabupaten Ketapang.
Dalam sambutannya, Alexander menegaskan bahwa perayaan Cap Go Meh bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan simbol kuatnya harmoni sosial dan toleransi di Ketapang.
“Saya percaya, kita tidak bisa membangun daerah ini sendirian. Pembangunan Ketapang membutuhkan gotong royong lintas suku dan agama. Keberagaman yang kita saksikan malam ini di Klenteng Tua Pek Kong adalah kekuatan, bukan sekat pemisah,” ujar Alexander di hadapan masyarakat.
Menurutnya, Kabupaten Ketapang adalah rumah besar yang harus dijaga bersama agar tetap aman, damai, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang suku maupun agama. Ia menekankan bahwa toleransi di Ketapang harus terus dirawat sebagai fondasi pembangunan daerah.
Momentum Cap Go Meh 2026 terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan dan menjelang perayaan Paskah. Situasi ini dinilai menjadi pesan kuat tentang indahnya hidup berdampingan dalam perbedaan.
“Ini adalah momentum toleransi yang luar biasa. Di saat saudara-saudara kita menjalankan ibadah Ramadan dan bersiap menyambut Paskah, kita juga merayakan Cap Go Meh dengan penuh suka cita. Inilah wajah Ketapang yang sesungguhnya, hidup berdampingan dalam damai,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, melestarikan budaya, serta mempererat persatuan demi mendukung pembangunan Ketapang yang berkelanjutan dan inklusif.
Kehadiran lengkap unsur Forkopimda dan pimpinan perangkat daerah pada malam puncak perayaan Cap Go Meh 2026 menunjukkan sinergi pemerintah dalam mendukung kegiatan budaya yang mempererat tali persaudaraan.
Di bawah gemerlap lampion dan semarak pertunjukan seni tradisional, semangat kebersamaan begitu terasa. Perayaan Cap Go Meh di Klenteng Tua Pek Kong ini diharapkan menjadi energi positif bagi masyarakat dalam melangkah menuju Ketapang yang lebih maju, mandiri, dan penuh toleransi. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini