Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Senin, 16 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com - Suasana malam Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kabupaten Ketapang berlangsung semarak. Ratusan warga memadati kawasan Kelenteng Tua Pek Kong yang terletak di kawasan Pasar Lama, Jalan Merdeka, Senin (16/02/2026) malam.
Sejak pukul 19.30 WIB, masyarakat mulai berdatangan untuk menyaksikan pertunjukan barongsai dan replika naga yang menjadi daya tarik utama perayaan Imlek tahun ini.
Puluhan barongsai tampil bergantian, disusul atraksi dua replika naga yang berkeliling di sekitar kelenteng, disambut antusias para penonton.
Perayaan tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi warga Ketapang. Tidak hanya masyarakat keturunan Tionghoa, warga dari berbagai latar belakang, termasuk umat Muslim, turut memadati lokasi untuk menikmati kemeriahan acara.
Perayaan Imlek di Kelenteng Tua Pek Kong ini kembali menjadi simbol kebersamaan dan toleransi antar warga di Kabupaten Ketapang
Salah seorang pengunjung, Yudi, mengaku sengaja datang bersama keluarganya dari Kecamatan Benua Kayong sejak pukul 19.00 WIB. Ia ingin memberikan hiburan sekaligus edukasi budaya kepada anak-anaknya.
“Sengaja datang bawa anak-anak buat hiburan nonton barongsai. Sekalian mengedukasi mereka soal adat dan budaya di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Yuni (25 tahun), warga Kelurahan Sampit, datang bersama pasangannya untuk mengabadikan momen perayaan Imlek tersebut.
“Buat foto-foto, kenang-kenangan nanti diposting di sosmed,” katanya.
Tahun Baru Imlek 2557 Kongzili yang jatuh pada 17 Februari 2026 merupakan tahun bagi shio kuda dengan elemen api (kuda api).
Dalam astrologi Tiongkok, shio kuda api dikenal memiliki karakteristik yang sangat energik, penuh semangat, dan mandiri. Namun kombinasi ini juga sering dikaitkan dengan sifat yang agak keras kepala dan impulsif.
Sebagai pengingat, Tahun Kuda Api ini dimulai dari tanggal 17 Februari 2026 hingga 5 Februari 2027.
Perayaan ini menandai dimulainya Festival Musim Semi yang berlangsung selama 15 hari dan akan diakhiri dengan perayaan Cap Go Meh atau Festival Lentera. (Adi LC)
KALBARONLINE.com - Suasana malam Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kabupaten Ketapang berlangsung semarak. Ratusan warga memadati kawasan Kelenteng Tua Pek Kong yang terletak di kawasan Pasar Lama, Jalan Merdeka, Senin (16/02/2026) malam.
Sejak pukul 19.30 WIB, masyarakat mulai berdatangan untuk menyaksikan pertunjukan barongsai dan replika naga yang menjadi daya tarik utama perayaan Imlek tahun ini.
Puluhan barongsai tampil bergantian, disusul atraksi dua replika naga yang berkeliling di sekitar kelenteng, disambut antusias para penonton.
Perayaan tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi warga Ketapang. Tidak hanya masyarakat keturunan Tionghoa, warga dari berbagai latar belakang, termasuk umat Muslim, turut memadati lokasi untuk menikmati kemeriahan acara.
Perayaan Imlek di Kelenteng Tua Pek Kong ini kembali menjadi simbol kebersamaan dan toleransi antar warga di Kabupaten Ketapang
Salah seorang pengunjung, Yudi, mengaku sengaja datang bersama keluarganya dari Kecamatan Benua Kayong sejak pukul 19.00 WIB. Ia ingin memberikan hiburan sekaligus edukasi budaya kepada anak-anaknya.
“Sengaja datang bawa anak-anak buat hiburan nonton barongsai. Sekalian mengedukasi mereka soal adat dan budaya di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Yuni (25 tahun), warga Kelurahan Sampit, datang bersama pasangannya untuk mengabadikan momen perayaan Imlek tersebut.
“Buat foto-foto, kenang-kenangan nanti diposting di sosmed,” katanya.
Tahun Baru Imlek 2557 Kongzili yang jatuh pada 17 Februari 2026 merupakan tahun bagi shio kuda dengan elemen api (kuda api).
Dalam astrologi Tiongkok, shio kuda api dikenal memiliki karakteristik yang sangat energik, penuh semangat, dan mandiri. Namun kombinasi ini juga sering dikaitkan dengan sifat yang agak keras kepala dan impulsif.
Sebagai pengingat, Tahun Kuda Api ini dimulai dari tanggal 17 Februari 2026 hingga 5 Februari 2027.
Perayaan ini menandai dimulainya Festival Musim Semi yang berlangsung selama 15 hari dan akan diakhiri dengan perayaan Cap Go Meh atau Festival Lentera. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini