Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 04 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Kemarau panjang membuat kebutuhan air bersih warga Kota Pontianak meningkat. Di tengah kondisi tersebut, sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dan aliansi masyarakat bergerak membantu warga dengan membuka posko air bersih layak minum secara gratis.
Posko tersebut dibuka di Jalan Gajahmada, eks Pondok Nelayan, Pontianak, dan beroperasi selama 24 jam untuk memenuhi kebutuhan air warga.
Ketua Komunitas Budaya Tionghoa Pontianak, Hendry Pangestu Lim, mengatakan gerakan tersebut mulai dilakukan sejak Kamis (3/9/2026).
Ia mengatakan posko merupakan hasil kolaborasi sejumlah pihak yang memiliki kepedulian terhadap kondisi warga Pontianak. Di antaranya Kesultanan Kadariah, Aliansi Masyarakat Melayu Kalbar Bersatu, sejumlah ormas Melayu, pihak kepolisian, Pertamina, PLN, serta para donatur.
Hendry menyebut air bersih layak minum yang disediakan di posko tersebut berasal dari air pegunungan di Anjungan. Sebelum diberikan kepada warga, air tersebut melalui proses penyaringan menggunakan filter sehingga dapat langsung dikonsumsi.
“Air ini bisa dikonsumsi langsung. Ada filternya juga, aman. Kita sudah berkali-kali minum,” katanya.
Hendry menyebut kondisi yang terjadi saat ini merupakan situasi bencana yang membutuhkan kepedulian bersama. Menurutnya, masyarakat tidak bisa sepenuhnya mengandalkan pemerintah karena pemerintah juga memiliki keterbatasan.
“Ini adalah bencana. Jadi kita sebagai masyarakat wajib saling mendukung, bahu-membahu. Kita tidak hanya mengharapkan pemerintah. Pemerintah itu juga terbatas,” ucapnya.
Karena itu, posko tersebut dibuka selama 24 jam. Warga yang membutuhkan air dapat datang kapan saja dan mengambil sesuai kebutuhan.
“Jadi hari ini kita bisa lihat ramai. Kita memberikan pelayanan 24 jam. Tengah malam pun bisa. Silakan mengambil sesuai kebutuhannya. Kalau sudah habis, balik lagi, tidak apa-apa. Kita siap,” katanya.
Selain membuka layanan air bersih layak minum, mereka juga membuka donasi bagi warga yang ingin menyalurkan air mineral secara gratis.
Air tersebut nantinya disalurkan kepada panti asuhan, panti jompo, pondok pesantren nonkomersial, serta tempat-tempat lain yang membutuhkan.
“Kami hanya sebagai penyalur. Insyaallah open donasi itu kami buka, yang akan kami bagikan kepada panti asuhan, pondok-pondok pesantren yang nonkomersial, yang sangat perlu daripada harus antre air galon,” ungkap Yayan, Ketua DPP Bala Komando.
Yayan mengatakan air mineral tersebut nantinya diantar langsung dengan jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima, sekitar 10 hingga 15 dus.
Menurut Yayan, langkah tersebut dilakukan karena sejumlah mata air dan sumber air yang selama ini menjadi pasokan air galon di luar Kota Pontianak mulai mengalami kekeringan.
Yayan juga meminta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di tingkat kota, kabupaten, dan provinsi untuk bersama-sama memetakan sumber air bersih yang masih tersedia di Kalimantan Barat.
“Kami dari Aliansi Masyarakat Melayu Kalbar Bersatu meminta kepada Forkopimda, kota, kabupaten, dan provinsi, bisa bahu-membahu. Yuk, kita duduk sama-sama, tentukan di mana titik air bersih yang ada di Kalbar,” katanya.
Dengan adanya pemetaan sumber air, menurutnya, pemerintah maupun pihak swasta dapat mengerahkan armada mobil tangki untuk mengambil air dan mendistribusikannya ke wilayah yang membutuhkan.
“Dari pemadam kebakaran, swasta maupun pemerintah, bisa mengerahkan armada-armada mobil tangkinya untuk mengambil air bersih itu, air gunung itu,” ujarnya.
Ia berharap distribusi air nantinya dapat dilakukan berdasarkan arahan pemerintah daerah sehingga bantuan benar-benar sampai ke wilayah yang membutuhkan.
“Nanti sesuai arahan dari Forkopimda, air ini mau dibagikan ke titik-titik mana saja, supaya masyarakat tidak panik dan tepat sasaran,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Kemarau panjang membuat kebutuhan air bersih warga Kota Pontianak meningkat. Di tengah kondisi tersebut, sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dan aliansi masyarakat bergerak membantu warga dengan membuka posko air bersih layak minum secara gratis.
Posko tersebut dibuka di Jalan Gajahmada, eks Pondok Nelayan, Pontianak, dan beroperasi selama 24 jam untuk memenuhi kebutuhan air warga.
Ketua Komunitas Budaya Tionghoa Pontianak, Hendry Pangestu Lim, mengatakan gerakan tersebut mulai dilakukan sejak Kamis (3/9/2026).
Ia mengatakan posko merupakan hasil kolaborasi sejumlah pihak yang memiliki kepedulian terhadap kondisi warga Pontianak. Di antaranya Kesultanan Kadariah, Aliansi Masyarakat Melayu Kalbar Bersatu, sejumlah ormas Melayu, pihak kepolisian, Pertamina, PLN, serta para donatur.
Hendry menyebut air bersih layak minum yang disediakan di posko tersebut berasal dari air pegunungan di Anjungan. Sebelum diberikan kepada warga, air tersebut melalui proses penyaringan menggunakan filter sehingga dapat langsung dikonsumsi.
“Air ini bisa dikonsumsi langsung. Ada filternya juga, aman. Kita sudah berkali-kali minum,” katanya.
Hendry menyebut kondisi yang terjadi saat ini merupakan situasi bencana yang membutuhkan kepedulian bersama. Menurutnya, masyarakat tidak bisa sepenuhnya mengandalkan pemerintah karena pemerintah juga memiliki keterbatasan.
“Ini adalah bencana. Jadi kita sebagai masyarakat wajib saling mendukung, bahu-membahu. Kita tidak hanya mengharapkan pemerintah. Pemerintah itu juga terbatas,” ucapnya.
Karena itu, posko tersebut dibuka selama 24 jam. Warga yang membutuhkan air dapat datang kapan saja dan mengambil sesuai kebutuhan.
“Jadi hari ini kita bisa lihat ramai. Kita memberikan pelayanan 24 jam. Tengah malam pun bisa. Silakan mengambil sesuai kebutuhannya. Kalau sudah habis, balik lagi, tidak apa-apa. Kita siap,” katanya.
Selain membuka layanan air bersih layak minum, mereka juga membuka donasi bagi warga yang ingin menyalurkan air mineral secara gratis.
Air tersebut nantinya disalurkan kepada panti asuhan, panti jompo, pondok pesantren nonkomersial, serta tempat-tempat lain yang membutuhkan.
“Kami hanya sebagai penyalur. Insyaallah open donasi itu kami buka, yang akan kami bagikan kepada panti asuhan, pondok-pondok pesantren yang nonkomersial, yang sangat perlu daripada harus antre air galon,” ungkap Yayan, Ketua DPP Bala Komando.
Yayan mengatakan air mineral tersebut nantinya diantar langsung dengan jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima, sekitar 10 hingga 15 dus.
Menurut Yayan, langkah tersebut dilakukan karena sejumlah mata air dan sumber air yang selama ini menjadi pasokan air galon di luar Kota Pontianak mulai mengalami kekeringan.
Yayan juga meminta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di tingkat kota, kabupaten, dan provinsi untuk bersama-sama memetakan sumber air bersih yang masih tersedia di Kalimantan Barat.
“Kami dari Aliansi Masyarakat Melayu Kalbar Bersatu meminta kepada Forkopimda, kota, kabupaten, dan provinsi, bisa bahu-membahu. Yuk, kita duduk sama-sama, tentukan di mana titik air bersih yang ada di Kalbar,” katanya.
Dengan adanya pemetaan sumber air, menurutnya, pemerintah maupun pihak swasta dapat mengerahkan armada mobil tangki untuk mengambil air dan mendistribusikannya ke wilayah yang membutuhkan.
“Dari pemadam kebakaran, swasta maupun pemerintah, bisa mengerahkan armada-armada mobil tangkinya untuk mengambil air bersih itu, air gunung itu,” ujarnya.
Ia berharap distribusi air nantinya dapat dilakukan berdasarkan arahan pemerintah daerah sehingga bantuan benar-benar sampai ke wilayah yang membutuhkan.
“Nanti sesuai arahan dari Forkopimda, air ini mau dibagikan ke titik-titik mana saja, supaya masyarakat tidak panik dan tepat sasaran,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini