Pontianak    

Karang Taruna Pontianak Buka Posko Segar 24 Jam, Siapkan Oksigen untuk Relawan dan Warga Terdampak Karhutla

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Saturday, 22 August 2026
Karang Taruna Pontianak Buka Posko Segar 24 Jam, Siapkan Oksigen untuk Relawan dan Warga Terdampak Karhutla
Karang Taruna Pontianak membuka Posko Segar 24 jam untuk relawan dan warga terdampak asap karhutla, lengkap dengan oksigen (Foto: Lid/KALBARRONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Karang Taruna Kota Pontianak menyiapkan Posko Segar Relawan untuk membantu para relawan yang berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus warga yang terdampak buruknya kualitas udara akibat asap.

Posko tersebut berada di halaman PMI Kota Pontianak. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara gratis, termasuk bagi masyarakat yang mengalami keluhan seperti sesak napas akibat paparan asap karhutla.

Koordinator Wilayah (Korwil) Kalimantan Pengurus Nasional Karang Taruna, Sudirman, mengatakan Posko Segar tidak hanya dibangun di Pontianak.

Posko serupa juga telah disiapkan di Kubu Raya, tepatnya di Jalan Arteri Supadio di depan Kantor Dinas Sosial Pemerintah Kubu Raya, serta di Kota Ketapang.

“Untuk Posko Segar ini, selain di Kota Pontianak, kami sudah bangun juga di Kubu Raya, tepatnya di Jalan Arteri Supadio, di depan Kantor Dinas Sosial Pemerintah Kubu Raya. Kemudian di Kota Ketapang juga kami bangun,” ujar Sudirman.

Menurut Sudirman, keberadaan posko tersebut diharapkan bisa membantu relawan maupun masyarakat yang terdampak karhutla. Terlebih, sejumlah wilayah di Kalimantan Barat memiliki lahan gambut yang relatif mudah terbakar.

Untuk tahap awal, Posko Segar diperkirakan beroperasi selama satu hingga tiga bulan. Durasi tersebut masih akan dievaluasi menyesuaikan perkembangan kondisi karhutla dan kualitas udara.

“Kita estimasikan satu sampai tiga bulan. Jadi petunjuk dari pimpinan kita mungkin satu sampai tiga bulan. Sambil kita evaluasi dan melihat perkembangan situasi,” katanya.

Sudirman menjelaskan, Karang Taruna memiliki jaringan hingga tingkat masyarakat paling bawah. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menggerakkan kepedulian sosial dan lingkungan.

“Karang Taruna ini kan hadir dari 1962. Tentu ini organisasi yang cukup tua usianya dan base-nya betul-betul ada di grassroot, di tingkat yang paling bawah, bahkan sampai tingkat RT/RW,” jelasnya.

Ia menilai aksi sosial yang dilakukan dalam skala kecil tetap bisa memberikan dampak besar apabila dilakukan secara bersama-sama dan melibatkan banyak pihak.

“Kami berharap warga Karang Taruna untuk peduli lingkungan, kemudian menggerakkan aksi-aksi sosial. Aksi-aksi seperti ini memang kecil, tapi kalau kita buat dalam jumlah yang banyak, dampaknya sangat besar,” ujarnya.

Ke depan, fasilitas Posko Segar akan terus dikembangkan. Tidak hanya menyediakan makanan dan minuman, posko juga direncanakan menyediakan masker serta fasilitas pemeriksaan kesehatan.

“Jadi seperti model check point untuk kita bisa mengetahui kondisi kita, kemudian para relawan. Jadi terbuka untuk masalah umum,” kata Sudirman.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kota Pontianak, Irfan Oktodiar, mengatakan pihaknya menyiapkan air mineral, air segar hingga oksigen untuk membantu relawan pemadam dan masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat asap karhutla.

“Karang Taruna Kota siap membantu dengan menyediakan air mineral dan air segar, serta oksigen untuk membantu para relawan pemadam dan masyarakat apabila mengalami kondisi seperti sesak napas dan sebagainya,” kata Irfan.

Saat ini, sebanyak 10 tabung oksigen disiagakan di Posko Segar. Selain fasilitas tersebut, Karang Taruna juga memberikan bantuan berupa beras dan gula untuk mendukung kebutuhan para relawan pemadam yang bertugas di lapangan.

“Untuk oksigen, saat ini kami menyediakan 10 tabung. Posko ini akan beroperasi selama 24 jam dan kami berkolaborasi dengan PMI. Ke depannya, kolaborasi yang baik ini juga akan terus kami lanjutkan,” ujarnya.

Irfan mengatakan Posko Segar untuk sementara disiagakan selama satu bulan. Namun, masa operasionalnya bisa diperpanjang dengan mempertimbangkan perkembangan karhutla dan kondisi kualitas udara di Pontianak.

“Harapan kami dari Karang Taruna, kami bisa membantu para relawan pemadam, terutama mereka yang turun langsung ke lapangan. Kami membantu menyediakan minuman segar, masker, serta mendukung kebutuhan kesehatan mereka,” pungkasnya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Prabowo Pimpin Rapat Penanganan Karhutla di Kalbar, 198 Hotspot Terdeteksi
Saturday, 22 August 2026
Artikel Sebelumnya
Prabowo Pimpin Rapat Penanganan Karhutla di Kalbar, 198 Hotspot Terdeteksi
Saturday, 22 August 2026

Berita terkait