Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 07 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Kabut asap yang kembali menebal mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Kalimantan Barat. Kondisi jarak pandang yang rendah membuat seluruh penerbangan di bandara tersebut dibatalkan selama sekitar lima hari terakhir.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Dwi Muji Raharjo, membenarkan pembatalan penerbangan tersebut.
Menurutnya, keputusan itu diambil karena jarak pandang di sekitar bandara belum memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.
“Betul penerbangan dicancel karena kondisi cuaca, jarak pandang yang rendah,” ujar Dwi saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/2026).
Dwi mengatakan, kondisi tersebut telah berlangsung sejak Sabtu. Kabut asap menyebabkan jarak pandang, terutama pada pagi hari, turun cukup drastis.
“Sudah terjadi sekitar lima hari sejak hari Sabtu kemarin,” katanya.
Ia menjelaskan, jarak pandang terburuk terjadi pada pagi hari yang hanya mencapai sekitar 300 meter. Kondisi tersebut belum membaik secara signifikan hingga sore hari.
“Jarak pandang rendah, di pagi hari sekitar 300 meter dan sampai sore belum membaik sesuai persyaratan minimalnya, yaitu 2.800 meter untuk pendaratan dan 1.600 meter untuk lepas landas,” jelasnya.
Dengan kondisi jarak pandang yang masih jauh di bawah batas minimal tersebut, seluruh penerbangan terpaksa dibatalkan.
Pembatalan dilakukan sebagai langkah keselamatan penerbangan hingga kondisi jarak pandang kembali memenuhi standar operasional dan penerbangan di Bandara Rahadi Oesman Ketapang dapat kembali dilaksanakan. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Kabut asap yang kembali menebal mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Kalimantan Barat. Kondisi jarak pandang yang rendah membuat seluruh penerbangan di bandara tersebut dibatalkan selama sekitar lima hari terakhir.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Dwi Muji Raharjo, membenarkan pembatalan penerbangan tersebut.
Menurutnya, keputusan itu diambil karena jarak pandang di sekitar bandara belum memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan.
“Betul penerbangan dicancel karena kondisi cuaca, jarak pandang yang rendah,” ujar Dwi saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/2026).
Dwi mengatakan, kondisi tersebut telah berlangsung sejak Sabtu. Kabut asap menyebabkan jarak pandang, terutama pada pagi hari, turun cukup drastis.
“Sudah terjadi sekitar lima hari sejak hari Sabtu kemarin,” katanya.
Ia menjelaskan, jarak pandang terburuk terjadi pada pagi hari yang hanya mencapai sekitar 300 meter. Kondisi tersebut belum membaik secara signifikan hingga sore hari.
“Jarak pandang rendah, di pagi hari sekitar 300 meter dan sampai sore belum membaik sesuai persyaratan minimalnya, yaitu 2.800 meter untuk pendaratan dan 1.600 meter untuk lepas landas,” jelasnya.
Dengan kondisi jarak pandang yang masih jauh di bawah batas minimal tersebut, seluruh penerbangan terpaksa dibatalkan.
Pembatalan dilakukan sebagai langkah keselamatan penerbangan hingga kondisi jarak pandang kembali memenuhi standar operasional dan penerbangan di Bandara Rahadi Oesman Ketapang dapat kembali dilaksanakan. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini