Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 24 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin mengganggu aktivitas penerbangan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Jarak pandang di Bandara Rahadi Oesman Ketapang pada Kamis (24/9/2026) pagi hanya sekitar 50 meter.
Kondisi tersebut membuat penerbangan rute Ketapang-Pontianak terganggu. Bahkan, penerbangan dari dan menuju Pontianak disebut telah tidak beroperasi selama lebih dari sepekan.
Kepala Kantor UPBU Kelas II Rahadi Oesman Ketapang Dwi Muji Raharjo mengatakan, rendahnya jarak pandang menjadi faktor utama yang menghambat penerbangan menuju Pontianak.
“Sudah lebih sepekan penerbangan dari dan ke Pontianak batal,” kata Dwi, Kamis.
Menurutnya, rendahnya jarak pandang di sekitar Bandara Rahadi Oesman dipengaruhi kabut asap dari karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Ketapang.
Gangguan penerbangan mulai dirasakan sejak awal September 2026. Sejak 2 September, kondisi cuaca dan jarak pandang mulai memengaruhi aktivitas penerbangan di Bandara Rahadi Oesman.
Meski rute Ketapang-Pontianak terganggu, penerbangan Ketapang-Jakarta masih dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi jarak pandang dan aspek keselamatan penerbangan.
Dwi mengatakan, penerbangan Ketapang-Jakarta saat ini masih dilayani satu kali perjalanan pulang-pergi setiap hari.
“Sesuai jadwal penerbangan ke Jakarta pagi, karena faktor jarak pandang, sore baru bisa terbang,” ujarnya.
Ia menegaskan, penerbangan dapat kembali dilakukan apabila kondisi jarak pandang telah memenuhi ketentuan keselamatan penerbangan.
Kabupaten Ketapang sendiri masih menghadapi kemarau ekstrem yang telah berlangsung hampir tiga bulan tanpa hujan. Kondisi tersebut turut meningkatkan risiko karhutla di sejumlah wilayah.
Kabut asap yang ditimbulkan karhutla kemudian berdampak langsung terhadap jarak pandang, termasuk di kawasan Bandara Rahadi Oesman.
Jarak pandang sekitar 50 meter pada Kamis pagi menjadi salah satu kondisi terburuk yang terjadi sejak karhutla dan kemarau ekstrem melanda Ketapang tahun ini. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin mengganggu aktivitas penerbangan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Jarak pandang di Bandara Rahadi Oesman Ketapang pada Kamis (24/9/2026) pagi hanya sekitar 50 meter.
Kondisi tersebut membuat penerbangan rute Ketapang-Pontianak terganggu. Bahkan, penerbangan dari dan menuju Pontianak disebut telah tidak beroperasi selama lebih dari sepekan.
Kepala Kantor UPBU Kelas II Rahadi Oesman Ketapang Dwi Muji Raharjo mengatakan, rendahnya jarak pandang menjadi faktor utama yang menghambat penerbangan menuju Pontianak.
“Sudah lebih sepekan penerbangan dari dan ke Pontianak batal,” kata Dwi, Kamis.
Menurutnya, rendahnya jarak pandang di sekitar Bandara Rahadi Oesman dipengaruhi kabut asap dari karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Ketapang.
Gangguan penerbangan mulai dirasakan sejak awal September 2026. Sejak 2 September, kondisi cuaca dan jarak pandang mulai memengaruhi aktivitas penerbangan di Bandara Rahadi Oesman.
Meski rute Ketapang-Pontianak terganggu, penerbangan Ketapang-Jakarta masih dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi jarak pandang dan aspek keselamatan penerbangan.
Dwi mengatakan, penerbangan Ketapang-Jakarta saat ini masih dilayani satu kali perjalanan pulang-pergi setiap hari.
“Sesuai jadwal penerbangan ke Jakarta pagi, karena faktor jarak pandang, sore baru bisa terbang,” ujarnya.
Ia menegaskan, penerbangan dapat kembali dilakukan apabila kondisi jarak pandang telah memenuhi ketentuan keselamatan penerbangan.
Kabupaten Ketapang sendiri masih menghadapi kemarau ekstrem yang telah berlangsung hampir tiga bulan tanpa hujan. Kondisi tersebut turut meningkatkan risiko karhutla di sejumlah wilayah.
Kabut asap yang ditimbulkan karhutla kemudian berdampak langsung terhadap jarak pandang, termasuk di kawasan Bandara Rahadi Oesman.
Jarak pandang sekitar 50 meter pada Kamis pagi menjadi salah satu kondisi terburuk yang terjadi sejak karhutla dan kemarau ekstrem melanda Ketapang tahun ini. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini