Ketapang    

Asap Pekat Tingkatkan ISPU dan Kasus ISPA, Bupati Ketapang Imbau Warga Tak Lewat Jalan Pelang

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 02 September 2026
Asap Pekat Tingkatkan ISPU dan Kasus ISPA, Bupati Ketapang Imbau Warga Tak Lewat Jalan Pelang
ISPU Ketapang mencapai 300 akibat kabut asap Karhutla. Bupati Alexander Wilyo imbau warga kurangi aktivitas dan hindari Jalan Pelang (Foto: Adi LC/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Kondisi udara di Kabupaten Ketapang semakin memburuk akibat kepungan asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Pemerintah Kabupaten Ketapang mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah, termasuk menghindari perjalanan melalui Jalan Pelang jika tidak memiliki keperluan mendesak.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ketapang mencatat nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 300 pada Rabu (2/9/2026) pukul 09.00 WIB.

Parameter kritis dalam pengukuran tersebut adalah PM2,5 dengan nilai 300, sedangkan PM10 tercatat 218. Angka tersebut masuk kategori sangat tidak sehat.

Kondisi itu membuat pemerintah meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. DLH mengimbau warga mengurangi paparan udara luar, membatasi aktivitas fisik dalam waktu lama di luar ruangan, serta memperbanyak aktivitas di dalam rumah selama kualitas udara masih buruk.

Dampak kabut asap juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berpotensi meningkatkan gangguan kesehatan. Dalam rapat penanganan Karhutla, Dinas Kesehatan Ketapang mencatat sebanyak 803 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Pemerintah juga mewaspadai potensi peningkatan penyakit lain, termasuk diare, di tengah kondisi kekeringan dan keterbatasan air bersih.

Bupati Ketapang Alexander Wilyo meminta masyarakat menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Ia juga mengimbau warga mengurangi perjalanan ke wilayah yang terdampak asap tebal, khususnya kawasan Pelang.

“Kalau tidak perlu, jangan lewat Pelang dulu,” kata Alexander.

Menurutnya, kondisi asap yang pekat dapat mengganggu jarak pandang dan meningkatkan risiko bagi pengguna jalan. Karena itu, masyarakat diminta tidak memaksakan perjalanan apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.

Pemkab Ketapang juga mempertimbangkan penutupan sementara akses Jalan Pelang apabila kondisi semakin membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Langkah tersebut dinilai perlu diambil sebagai upaya mencegah terjadinya korban akibat kondisi kabut asap.

“Kalau memang tidak memungkinkan lagi, tutup saja Jalan Pelang agar tidak ada korban dengan kondisi yang ada,” tegas Alexander.

Alexander menegaskan, keselamatan masyarakat menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam mengambil langkah penanganan di tengah memburuknya kualitas udara. Warga juga diminta tetap mengikuti imbauan pemerintah dan membatasi aktivitas di luar rumah.

“Masyarakat harus mengurangi aktivitas di luar rumah dan gunakan masker kalau memang harus keluar,” ujarnya. (Adi LC)

Artikel Selanjutnya
Karhutla Meluas, Pemkab Ketapang Perketat Larangan Membakar, Termasuk Bakar Sampah
Wednesday, 02 September 2026
Artikel Sebelumnya
Api Membara di Lahan Gambut Pelang, Kapolres Ketapang Pimpin Pemadaman
Wednesday, 02 September 2026

Berita terkait