Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 03 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Kabar duka datang dari Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) jantan dewasa bernama Sempurna dinyatakan mati setelah sebelumnya ditemukan dalam kondisi lemah dan mengalami gangguan pernapasan yang diduga berkaitan dengan paparan asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Sempurna ditemukan warga pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 07.00 WIB di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Ketapang.
Saat ditemukan, kondisi Sempurna sangat lemah dan kesulitan bernapas. BKSDA Kalimantan Barat bersama Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) kemudian bergerak melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan medis.
Sempurna terlebih dahulu mendapatkan terapi oksigen dan cairan intravena. Sekitar pukul 11.30 WIB, satwa tersebut kemudian dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Namun, kondisi Sempurna terus memburuk. Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal dan saturasi oksigen tidak lagi terdeteksi.
Tim medis kemudian melakukan upaya resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR). Sayangnya, Sempurna akhirnya dinyatakan mati pada pukul 15.20 WIB.
Untuk mengetahui kondisi kesehatan dan dugaan penyebab kematian, nekropsi dilakukan pada 1 September 2026. Pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.
Pada paru-paru ditemukan perubahan yang berdasarkan riwayat kondisi klinis dan hasil pemeriksaan diduga berkaitan dengan paparan asap. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu fungsi paru-paru dan menyebabkan hipoksia akut atau kondisi kekurangan oksigen dalam tubuh.
Gangguan tersebut kemudian diduga berkontribusi terhadap terganggunya fungsi kardiovaskular hingga menyebabkan kematian Sempurna.
Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, menyampaikan duka atas kematian Sempurna.
“Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan. Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,” ujar Murlan, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, pemeriksaan lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.
Murlan juga mengapresiasi masyarakat yang telah melaporkan keberadaan Sempurna sehingga upaya penyelamatan dapat segera dilakukan.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menangani sendiri satwa liar yang ditemukan dalam kondisi sakit, terluka, maupun terdampak Karhutla.
Masyarakat diminta segera melaporkan temuan satwa liar yang membutuhkan pertolongan kepada petugas BKSDA Kalimantan Barat agar dapat ditindaklanjuti dengan penanganan yang tepat.
KALBARONLINE.com – Kabar duka datang dari Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) jantan dewasa bernama Sempurna dinyatakan mati setelah sebelumnya ditemukan dalam kondisi lemah dan mengalami gangguan pernapasan yang diduga berkaitan dengan paparan asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Sempurna ditemukan warga pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 07.00 WIB di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Ketapang.
Saat ditemukan, kondisi Sempurna sangat lemah dan kesulitan bernapas. BKSDA Kalimantan Barat bersama Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI) kemudian bergerak melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan medis.
Sempurna terlebih dahulu mendapatkan terapi oksigen dan cairan intravena. Sekitar pukul 11.30 WIB, satwa tersebut kemudian dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Namun, kondisi Sempurna terus memburuk. Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal dan saturasi oksigen tidak lagi terdeteksi.
Tim medis kemudian melakukan upaya resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR). Sayangnya, Sempurna akhirnya dinyatakan mati pada pukul 15.20 WIB.
Untuk mengetahui kondisi kesehatan dan dugaan penyebab kematian, nekropsi dilakukan pada 1 September 2026. Pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.
Pada paru-paru ditemukan perubahan yang berdasarkan riwayat kondisi klinis dan hasil pemeriksaan diduga berkaitan dengan paparan asap. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu fungsi paru-paru dan menyebabkan hipoksia akut atau kondisi kekurangan oksigen dalam tubuh.
Gangguan tersebut kemudian diduga berkontribusi terhadap terganggunya fungsi kardiovaskular hingga menyebabkan kematian Sempurna.
Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, menyampaikan duka atas kematian Sempurna.
“Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan. Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,” ujar Murlan, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, pemeriksaan lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.
Murlan juga mengapresiasi masyarakat yang telah melaporkan keberadaan Sempurna sehingga upaya penyelamatan dapat segera dilakukan.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menangani sendiri satwa liar yang ditemukan dalam kondisi sakit, terluka, maupun terdampak Karhutla.
Masyarakat diminta segera melaporkan temuan satwa liar yang membutuhkan pertolongan kepada petugas BKSDA Kalimantan Barat agar dapat ditindaklanjuti dengan penanganan yang tepat.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini