Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 07 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Kabut asap yang menyelimuti Kota Pontianak ikut berdampak pada bisnis perhotelan. Sejumlah tamu memilih membatalkan atau menunda perjalanan karena kondisi penerbangan yang belum menentu.
General Manager Aston Pontianak, Udik Setiadi, mengatakan kondisi tersebut membuat pihak hotel harus bekerja lebih keras untuk menjaga tingkat okupansi.
“Dengan kabut asap, kami harus berjuang. Hotel-hotel di Pontianak harus bekerja keras. Dengan tingkat okupansi kita yang hanya sekitar 30–40 persen, kita harus memangkas berbagai biaya dan terus berusaha meningkatkan okupansi,” kata Udik.
Menurutnya, tingkat okupansi saat ini jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jika sebelumnya hotel bisa mencapai okupansi sekitar 70–80 persen, kini angkanya hanya berada di kisaran 30 persen.
“Kalau tingkat okupansinya apple to apple dengan tahun lalu, pastinya jauh berbeda. Tahun lalu kita bisa mencapai sekitar 70–80 persen. Angka tersebut sudah bisa kita capai dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya.
“Sekarang sekitar 30 persen. Jadi memang jauh, turun sekitar 30–40 persen,” sambungnya.
Tak hanya membuat okupansi turun, kabut asap juga membuat sejumlah tamu membatalkan atau menunda pemesanan kamar. Dalam satu malam, Aston Pontianak bahkan bisa menerima beberapa pembatalan.
“Untuk sementara ini memang banyak tamu yang cancel dan postpone,” ungkap Udik.
Ia menyebut, dalam satu malam saja ada sekitar tiga hingga empat tamu yang membatalkan pemesanan. Kondisi serupa juga terjadi di hotel lain karena ketidakpastian penerbangan.
“Hotel di sebelah juga ada sekitar dua tamu yang membatalkan karena penerbangannya tidak menentu,” katanya.
Untuk tamu yang melakukan pemesanan melalui Traveloka, kata Udik, jadwal biasanya masih bisa dipindahkan, baik waktu maupun harinya. Namun, kondisi tersebut tetap memberikan dampak bagi pihak hotel.
Di tengah turunnya okupansi, Aston Pontianak mencoba mencari cara agar bisnis tetap berjalan. Salah satunya dengan membuat berbagai kreasi makanan dan kegiatan untuk menarik masyarakat.
“Kalau tidak ada tamu dari 14 kabupaten/kota maupun dari skala nasional, kita juga mencoba membuat berbagai kreasi makanan dan kegiatan,” jelasnya.
Pihak hotel juga membuka peluang bagi masyarakat yang ingin menggelar acara, mulai dari ulang tahun hingga kegiatan meeting dan event dari instansi pemerintah.
“Kita mengundang masyarakat yang ingin mengadakan acara ulang tahun, kemudian dinas-dinas yang masih memiliki anggaran untuk kegiatan, event, maupun meeting,” ujarnya.
Meski begitu, Udik mengatakan masih ada kegiatan yang mampu membantu okupansi hotel di tengah kondisi kabut asap. Salah satunya saat gelaran Polytron bulu tangkis di Pontianak.
“Walaupun kemarin ada kegiatan Polytron bulu tangkis, meskipun kondisi sedang berkabut asap, tetapi okupansi kita masih cukup bagus,” katanya.
Udik berharap kondisi kabut asap segera berakhir sehingga aktivitas masyarakat dan sektor perhotelan bisa kembali normal.
“Kita berharap kabut asap segera selesai sehingga kita bisa kembali melakukan kebiasaan dan kegiatan sehari-hari seperti biasa,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Kabut asap yang menyelimuti Kota Pontianak ikut berdampak pada bisnis perhotelan. Sejumlah tamu memilih membatalkan atau menunda perjalanan karena kondisi penerbangan yang belum menentu.
General Manager Aston Pontianak, Udik Setiadi, mengatakan kondisi tersebut membuat pihak hotel harus bekerja lebih keras untuk menjaga tingkat okupansi.
“Dengan kabut asap, kami harus berjuang. Hotel-hotel di Pontianak harus bekerja keras. Dengan tingkat okupansi kita yang hanya sekitar 30–40 persen, kita harus memangkas berbagai biaya dan terus berusaha meningkatkan okupansi,” kata Udik.
Menurutnya, tingkat okupansi saat ini jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jika sebelumnya hotel bisa mencapai okupansi sekitar 70–80 persen, kini angkanya hanya berada di kisaran 30 persen.
“Kalau tingkat okupansinya apple to apple dengan tahun lalu, pastinya jauh berbeda. Tahun lalu kita bisa mencapai sekitar 70–80 persen. Angka tersebut sudah bisa kita capai dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya.
“Sekarang sekitar 30 persen. Jadi memang jauh, turun sekitar 30–40 persen,” sambungnya.
Tak hanya membuat okupansi turun, kabut asap juga membuat sejumlah tamu membatalkan atau menunda pemesanan kamar. Dalam satu malam, Aston Pontianak bahkan bisa menerima beberapa pembatalan.
“Untuk sementara ini memang banyak tamu yang cancel dan postpone,” ungkap Udik.
Ia menyebut, dalam satu malam saja ada sekitar tiga hingga empat tamu yang membatalkan pemesanan. Kondisi serupa juga terjadi di hotel lain karena ketidakpastian penerbangan.
“Hotel di sebelah juga ada sekitar dua tamu yang membatalkan karena penerbangannya tidak menentu,” katanya.
Untuk tamu yang melakukan pemesanan melalui Traveloka, kata Udik, jadwal biasanya masih bisa dipindahkan, baik waktu maupun harinya. Namun, kondisi tersebut tetap memberikan dampak bagi pihak hotel.
Di tengah turunnya okupansi, Aston Pontianak mencoba mencari cara agar bisnis tetap berjalan. Salah satunya dengan membuat berbagai kreasi makanan dan kegiatan untuk menarik masyarakat.
“Kalau tidak ada tamu dari 14 kabupaten/kota maupun dari skala nasional, kita juga mencoba membuat berbagai kreasi makanan dan kegiatan,” jelasnya.
Pihak hotel juga membuka peluang bagi masyarakat yang ingin menggelar acara, mulai dari ulang tahun hingga kegiatan meeting dan event dari instansi pemerintah.
“Kita mengundang masyarakat yang ingin mengadakan acara ulang tahun, kemudian dinas-dinas yang masih memiliki anggaran untuk kegiatan, event, maupun meeting,” ujarnya.
Meski begitu, Udik mengatakan masih ada kegiatan yang mampu membantu okupansi hotel di tengah kondisi kabut asap. Salah satunya saat gelaran Polytron bulu tangkis di Pontianak.
“Walaupun kemarin ada kegiatan Polytron bulu tangkis, meskipun kondisi sedang berkabut asap, tetapi okupansi kita masih cukup bagus,” katanya.
Udik berharap kondisi kabut asap segera berakhir sehingga aktivitas masyarakat dan sektor perhotelan bisa kembali normal.
“Kita berharap kabut asap segera selesai sehingga kita bisa kembali melakukan kebiasaan dan kegiatan sehari-hari seperti biasa,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini