Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 28 August 2026 |
KALBARONLINE.com - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak umat Islam di Kota Pontianak mengikuti Salat Istisqa dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah kemarau, kabut asap, dan menurunnya kualitas udara di Kalimantan Barat.
Salat Istisqa akan digelar di halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Sabtu (29/8/2026) pukul 07.00 WIB.
Edi mengatakan, kondisi cuaca panas dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada meningkatnya potensi kebakaran, baik kebakaran lahan maupun bangunan. Karena itu, selain melakukan langkah teknis di lapangan, pemerintah juga mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar melalui doa.
“Hari Sabtu, umat Islam kita imbau untuk melaksanakan salat istisqa. Jam 7 pagi di halaman Masjid Raya Mujahidin, kita bersama-sama berdoa meminta hujan,” ujarnya, Jumat (28/8/2026).
Ajakan tersebut sejalan dengan imbauan bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Barat, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalbar, Rektor IAIN Pontianak, Kakanwil Kementerian Agama Kalbar, dan Imam Besar Masjid Raya Mujahidin Pontianak.
“Ini ikhtiar dari pemerintah, dari MUI, dari Dewan Masjid Indonesia. Kita tidak hanya berupaya di lapangan, tetapi juga meminta doa agar segera diturunkan hujan yang berkah,” katanya.
Edi berharap hujan yang turun nantinya dapat membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan, menurunkan intensitas kabut asap, serta memperbaiki kualitas udara di Kalimantan Barat, termasuk Kota Pontianak.
Menurutnya, suhu udara yang tinggi saat ini membuat potensi kebakaran semakin besar. Ancaman tersebut tidak hanya terjadi di lahan gambut, tetapi juga pada bangunan rumah dan ruko.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap jaringan listrik dan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api. Edi menyebut sebagian besar kebakaran bangunan dipicu korsleting listrik, sementara cuaca panas membuat api lebih cepat membesar dan merambat.
“Saya mengimbau warga lebih waspada, terutama jaringan listrik. Kalau ditinggal, peralatan listrik harus dimatikan atau dicabut. Sebagian besar penyebabnya korsleting,” katanya.
Untuk mengantisipasi kebakaran lahan, Edi menyebut BPBD Kota Pontianak telah melakukan patroli setiap hari. Petugas juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar.
“Kita setiap hari sudah patroli dan sosialisasi. Tapi yang paling penting, masyarakat saling menjaga, jangan membakar sampah. Di lahan gambut, api kecil kalau tidak benar-benar padam bisa melebar,” tegasnya.
Selain mengimbau pelaksanaan Salat Istisqa, Pemkot Pontianak juga telah menerbitkan imbauan kepada seluruh pemangku kepentingan, rumah ibadah, kantor-kantor, dan masyarakat untuk mengurangi atau menunda kegiatan luar ruangan selama kondisi udara belum membaik.
Sekolah juga telah mengikuti kebijakan pembelajaran daring selama kualitas udara tidak sehat. Sementara masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap gangguan pernapasan.
“Puskesmas dan rumah sakit sudah saya perintahkan siaga 24 jam, terutama layanan kesehatan bagi warga yang terdampak,” katanya.
Selain itu, Posko Segar Karang Taruna di kawasan PMI juga disiapkan untuk membantu masyarakat. Posko tersebut menyediakan layanan oksigen gratis, pemeriksaan kesehatan, serta bantuan bagi petugas dan warga yang membutuhkan. (*)
KALBARONLINE.com - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak umat Islam di Kota Pontianak mengikuti Salat Istisqa dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah kemarau, kabut asap, dan menurunnya kualitas udara di Kalimantan Barat.
Salat Istisqa akan digelar di halaman Masjid Raya Mujahidin Pontianak, Sabtu (29/8/2026) pukul 07.00 WIB.
Edi mengatakan, kondisi cuaca panas dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada meningkatnya potensi kebakaran, baik kebakaran lahan maupun bangunan. Karena itu, selain melakukan langkah teknis di lapangan, pemerintah juga mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar melalui doa.
“Hari Sabtu, umat Islam kita imbau untuk melaksanakan salat istisqa. Jam 7 pagi di halaman Masjid Raya Mujahidin, kita bersama-sama berdoa meminta hujan,” ujarnya, Jumat (28/8/2026).
Ajakan tersebut sejalan dengan imbauan bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Barat, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalbar, Rektor IAIN Pontianak, Kakanwil Kementerian Agama Kalbar, dan Imam Besar Masjid Raya Mujahidin Pontianak.
“Ini ikhtiar dari pemerintah, dari MUI, dari Dewan Masjid Indonesia. Kita tidak hanya berupaya di lapangan, tetapi juga meminta doa agar segera diturunkan hujan yang berkah,” katanya.
Edi berharap hujan yang turun nantinya dapat membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan, menurunkan intensitas kabut asap, serta memperbaiki kualitas udara di Kalimantan Barat, termasuk Kota Pontianak.
Menurutnya, suhu udara yang tinggi saat ini membuat potensi kebakaran semakin besar. Ancaman tersebut tidak hanya terjadi di lahan gambut, tetapi juga pada bangunan rumah dan ruko.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap jaringan listrik dan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api. Edi menyebut sebagian besar kebakaran bangunan dipicu korsleting listrik, sementara cuaca panas membuat api lebih cepat membesar dan merambat.
“Saya mengimbau warga lebih waspada, terutama jaringan listrik. Kalau ditinggal, peralatan listrik harus dimatikan atau dicabut. Sebagian besar penyebabnya korsleting,” katanya.
Untuk mengantisipasi kebakaran lahan, Edi menyebut BPBD Kota Pontianak telah melakukan patroli setiap hari. Petugas juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar.
“Kita setiap hari sudah patroli dan sosialisasi. Tapi yang paling penting, masyarakat saling menjaga, jangan membakar sampah. Di lahan gambut, api kecil kalau tidak benar-benar padam bisa melebar,” tegasnya.
Selain mengimbau pelaksanaan Salat Istisqa, Pemkot Pontianak juga telah menerbitkan imbauan kepada seluruh pemangku kepentingan, rumah ibadah, kantor-kantor, dan masyarakat untuk mengurangi atau menunda kegiatan luar ruangan selama kondisi udara belum membaik.
Sekolah juga telah mengikuti kebijakan pembelajaran daring selama kualitas udara tidak sehat. Sementara masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap gangguan pernapasan.
“Puskesmas dan rumah sakit sudah saya perintahkan siaga 24 jam, terutama layanan kesehatan bagi warga yang terdampak,” katanya.
Selain itu, Posko Segar Karang Taruna di kawasan PMI juga disiapkan untuk membantu masyarakat. Posko tersebut menyediakan layanan oksigen gratis, pemeriksaan kesehatan, serta bantuan bagi petugas dan warga yang membutuhkan. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini