Ketapang    

Ribuan Warga Ketapang Salat Istisqa, Bupati Ajak Bersama Cegah Karhutla

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Friday, 28 August 2026
Ribuan Warga Ketapang Salat Istisqa, Bupati Ajak Bersama Cegah Karhutla
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Ribuan warga Kabupaten Ketapang memadati halaman Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang untuk melaksanakan Salat Istisqa, Kamis (27/8/2026) pagi.

Salat untuk memohon turunnya hujan itu digelar sebagai ikhtiar bersama di tengah musim kemarau panjang yang melanda wilayah Ketapang.

Salat Istisqa dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Ketapang Alexander Wilyo, Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir, Ketua DPRD Ketapang, Ketua MUI Kabupaten Ketapang beserta jajaran, pengurus Masjid Agung Al-Ikhlas, unsur Forkopimda, Polres Ketapang, Kodim 1203/Ketapang, Kementerian Agama Kabupaten Ketapang, serta perwakilan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Ustaz H. Ismail Zainullah bertindak sebagai imam, sementara khutbah disampaikan KH. Muhammad Dudung Basuni.

Dalam khutbahnya, KH. Muhammad Dudung Basuni mengingatkan jamaah mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, menjaga dan merawat alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sekaligus sejalan dengan nilai-nilai keagamaan.

Usai Salat Istisqa, Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk ikhtiar bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk memohon rahmat serta pertolongan Allah SWT.

“Kita bersama-sama berikhtiar dan berdoa memohon kepada Allah SWT agar diberikan hujan, keselamatan, serta kemudahan dalam menghadapi musim kemarau ini,” ujar Alexander Wilyo.

Ia berharap musim kemarau yang berlangsung dapat segera berakhir sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang dapat diminimalkan.

Alexander juga menyampaikan apresiasi kepada MUI Kabupaten Ketapang, jajaran ulama, serta Pengurus Masjid Agung Al-Ikhlas yang telah mendukung pelaksanaan Salat Istisqa secara serentak di wilayah Kabupaten Ketapang.

“Terima kasih dan apresiasi kepada Ketua MUI, jajaran ulama, serta pengurus Masjid Al-Ikhlas atas penyelenggaraan Sholat Istisqa gabungan yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Ketapang,” katanya.

Menurut Alexander, menghadapi musim kemarau sekaligus mencegah karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparat maupun petugas di lapangan. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat dinilai sangat dibutuhkan untuk menjaga lingkungan.

“Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Ketapang terus melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan potensi karhutla melalui sinergi dengan BPBD, Polres Ketapang, Kodim 1203/Ketapang, Manggala Agni, relawan, serta berbagai elemen masyarakat.

Sementara itu, pelaksanaan Salat Istisqa berlangsung lancar. Antusiasme masyarakat terlihat dari ribuan jamaah yang memadati halaman Masjid Agung Al-Ikhlas sejak pagi.

Panitia penyelenggara dari Pengurus Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang yang ditunjuk MUI Kabupaten Ketapang juga mendapat apresiasi. Persiapan kegiatan dilakukan secara intensif sejak tiga hari sebelum pelaksanaan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan lancar.

Salat Istisqa diharapkan tidak hanya menjadi momentum untuk memanjatkan doa agar hujan segera turun, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla selama musim kemarau. (Adi LC)

Artikel Selanjutnya
Hadapi Karhutla di TNDS, Kodim Putussibau Bangun Sumur Bor di Titik Hotspot
Friday, 28 August 2026
Artikel Sebelumnya
Polres Ketapang Siagakan 150 Personel Hadapi Karhutla, Kapolres Tekankan Sinergi Lintas Instansi
Friday, 28 August 2026

Berita terkait