Kayong Utara    

Sholat Istisqa di Tengah Karhutla, Polres Kayong Utara Ajak Warga Memohon Hujan

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Thursday, 13 August 2026
Sholat Istisqa di Tengah Karhutla, Polres Kayong Utara Ajak Warga Memohon Hujan
Polres Kayong Utara dan Pemkab menggelar Sholat Istisqa di tengah kemarau panjang dan karhutla yang membakar lebih dari 1.000 hektar lahan (Foto: Sans/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Di tengah kemarau panjang dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Polres Kayong Utara bersama Pemerintah Kabupaten Kayong Utara menggelar Sholat Istisqa dan doa bersama di halaman Mapolres Sukadana, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan mengusung tema “Memohon Turunnya Hujan, Keberkahan, dan Keselamatan untuk Kabupaten Kayong Utara” dan diikuti jajaran kepolisian, pejabat pemerintah daerah serta masyarakat setempat.

Kapolres Kayong Utara AKBP Adi Prabowo mengatakan, Sholat Istisqa dan doa bersama tersebut menjadi ikhtiar batiniah di tengah kondisi kekeringan dan karhutla yang melanda wilayah Kayong Utara.

“Polres Kayong Utara melaksanakan kegiatan Sholat Istisqa dan doa bersama memohon turunnya hujan. Yang kita tahu saat ini wilayah kita dilanda kekeringan, belum ada hujan, termasuk bencana kebakaran hutan. Untuk itu, sebagai usaha kita secara spiritual, kita memohon kepada Allah SWT untuk segera diturunkan hujan, sehingga bencana kekeringan dan kebakaran hutan yang melanda wilayah kita ini bisa teratasi,” ujar Adi kepada awak media, Kamis (13/8).

Wakil Bupati Kayong Utara menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Kayong Utara menggelar kegiatan tersebut. Menurutnya, ikhtiar penanganan di lapangan telah dilakukan, namun keterbatasan fasilitas dan personel membuat doa menjadi bagian dari upaya yang dilakukan.

“Pertama-tama kami dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kayong Utara mengucapkan terima kasih atas inisiatif Polres Kayong Utara. Ini adalah bagian dari ikhtiar setelah batas kemampuan kita sebagai manusia. Tempat akhir kita menyerahkan diri dan memohon pertolongan tentu kepada Allah SWT,” tuturnya.

Ia juga memaparkan kondisi yang dihadapi masyarakat Kayong Utara. Cuaca panas berkepanjangan disebut telah memicu kesulitan air bersih sekaligus memperparah ancaman karhutla.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan dan belum pernah terjadi sebelumnya. Cuaca panas berkepanjangan membuat warga Sukadana dan sekitarnya kesulitan air bersih. Sampai hari ini, diperkirakan lebih dari 1.000 hektar lahan dan hutan terbakar di Kayong Utara. Daerah kita termasuk satu dari lima kabupaten rawan karhutla di Kalimantan Barat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan penanganan karhutla di lapangan masih menghadapi kendala keterbatasan alat dan personel. Karena itu, hujan dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk membantu pemadaman titik api secara menyeluruh.

“Penanganan di lapangan tidak begitu signifikan karena keterbatasan personel dan peralatan. Semua permasalahan ini akan teratasi apabila hujan turun. Melalui doa bersama dan Sholat Istisqa ini, kami meyakini dengan turunnya hujan dari Allah SWT, segala permasalahan kekeringan dan karhutla di Kayong Utara dapat segera terselesaikan,” pungkasnya. (Sans)

Artikel Selanjutnya
Polsek Putussibau Selatan Bagikan 36 Bendera Merah Putih Sambut HUT ke-81 RI
Thursday, 13 August 2026
Artikel Sebelumnya
Polsek Putussibau Selatan Bagikan 36 Bendera Merah Putih Sambut HUT ke-81 RI
Thursday, 13 August 2026

Berita terkait