Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 28 August 2026 |
KALBARONLINE.com - Polres Ketapang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah melalui Operasi Kontingensi Aman Nusa II “Karhutla Kapuas 2026”.
Kesiapan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan di halaman Mapolres Ketapang, Kamis (27/8/2026). Sekitar 150 personel mengikuti apel sebagai bagian dari kesiapan menghadapi potensi karhutla di Kabupaten Ketapang.
Apel dipimpin langsung Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Ketapang, jajaran Forkopimda, TNI, Polri, Brimob, Satpol PP, BPBD, Manggala Agni, tenaga kesehatan, serta sejumlah unsur terkait lainnya.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Menurutnya, persoalan karhutla tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu instansi.
“Penanganan Karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Kita harus menghilangkan ego sektoral dan memperkuat sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, perusahaan, pemadam kebakaran, masyarakat serta seluruh unsur yang berada di lapangan,” ujar Muhammad Harris.
Ia menegaskan, Polres Ketapang akan mengedepankan langkah pencegahan dan deteksi dini untuk meminimalkan dampak karhutla. Respons cepat juga akan dilakukan apabila ditemukan titik api di wilayah hukum Polres Ketapang.
Selain pemadaman, penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan juga menjadi bagian dari operasi tersebut.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Keselamatan personel di lapangan juga menjadi perhatian utama dalam setiap pelaksanaan penanganan Karhutla,” tegasnya.
Apel pasukan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi ancaman karhutla di Kabupaten Ketapang.
Setelah apel selesai, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama sebagai simbol komitmen dan sinergitas lintas instansi dalam mendukung Operasi Aman Nusa II “Karhutla Kapuas 2026” di Kabupaten Ketapang. (Adi LC)
KALBARONLINE.com - Polres Ketapang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah melalui Operasi Kontingensi Aman Nusa II “Karhutla Kapuas 2026”.
Kesiapan tersebut ditandai dengan Apel Gelar Pasukan di halaman Mapolres Ketapang, Kamis (27/8/2026). Sekitar 150 personel mengikuti apel sebagai bagian dari kesiapan menghadapi potensi karhutla di Kabupaten Ketapang.
Apel dipimpin langsung Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris. Kegiatan turut dihadiri Wakil Bupati Ketapang, jajaran Forkopimda, TNI, Polri, Brimob, Satpol PP, BPBD, Manggala Agni, tenaga kesehatan, serta sejumlah unsur terkait lainnya.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris mengatakan, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Menurutnya, persoalan karhutla tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu instansi.
“Penanganan Karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Kita harus menghilangkan ego sektoral dan memperkuat sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, perusahaan, pemadam kebakaran, masyarakat serta seluruh unsur yang berada di lapangan,” ujar Muhammad Harris.
Ia menegaskan, Polres Ketapang akan mengedepankan langkah pencegahan dan deteksi dini untuk meminimalkan dampak karhutla. Respons cepat juga akan dilakukan apabila ditemukan titik api di wilayah hukum Polres Ketapang.
Selain pemadaman, penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan juga menjadi bagian dari operasi tersebut.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api. Keselamatan personel di lapangan juga menjadi perhatian utama dalam setiap pelaksanaan penanganan Karhutla,” tegasnya.
Apel pasukan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi ancaman karhutla di Kabupaten Ketapang.
Setelah apel selesai, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama sebagai simbol komitmen dan sinergitas lintas instansi dalam mendukung Operasi Aman Nusa II “Karhutla Kapuas 2026” di Kabupaten Ketapang. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini