Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 28 August 2026 |
KALBARONLINE.com - Menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), Kodim 1206/Putussibau membangun sumur bor di salah satu titik hotspot di Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu.
Pembangunan sumur bor tersebut dilaksanakan selama dua hari, 27–28 Agustus 2026, tepatnya di wilayah Lanjak. Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan karhutla.
Sumur bor dibuat untuk mendukung ketersediaan sumber air yang dapat digunakan dalam penanganan dan pemadaman karhutla di kawasan TNDS.
Pelaksanaannya melibatkan Koramil 1206-03/Batang Lupar bersama personel Polisi Kehutanan (Polhut) pengelola TNDS, Manggala Agni, Polsek Batang Lupar, personel Yonif 644/Walet Sakti (Wls), serta unsur Forkopimcam Batang Lupar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Batang Lupar, Ketua TNDS Kapuas Hulu, dan Danramil Batang Lupar, PaSandi Kodim 1206/Psb selaku Dansatgas.
Sebelum kegiatan dimulai, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti apel persiapan. Dalam kesempatan tersebut, Kepala TNDS dan Pa Sandi Kodim 1206/Putussibau menyampaikan arahan sekaligus memberikan motivasi kepada personel agar kegiatan berjalan aman dan lancar.
Namun, menuju titik hotspot bukan perkara mudah. Lokasi sasaran berada di ujung kawasan danau sehingga tim gabungan harus menempuh perjalanan cukup lama dengan medan yang berat dan ekstrem.
Kondisi tersebut membuat kerja sama dan kekompakan seluruh personel menjadi faktor penting dalam pelaksanaan kegiatan.
Melalui sinergi TNI, Polri, pengelola TNDS, Manggala Agni, Yonif 644/Wls, dan Forkopimcam Batang Lupar, pembuatan sumur bor diharapkan dapat memberikan dukungan nyata untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah meluasnya karhutla di kawasan TNDS.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergitas lintas sektor dalam menjaga kawasan Taman Nasional Danau Sentarum dari ancaman kebakaran serta memastikan penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat dan efektif. (Haq)
KALBARONLINE.com - Menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), Kodim 1206/Putussibau membangun sumur bor di salah satu titik hotspot di Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu.
Pembangunan sumur bor tersebut dilaksanakan selama dua hari, 27–28 Agustus 2026, tepatnya di wilayah Lanjak. Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan karhutla.
Sumur bor dibuat untuk mendukung ketersediaan sumber air yang dapat digunakan dalam penanganan dan pemadaman karhutla di kawasan TNDS.
Pelaksanaannya melibatkan Koramil 1206-03/Batang Lupar bersama personel Polisi Kehutanan (Polhut) pengelola TNDS, Manggala Agni, Polsek Batang Lupar, personel Yonif 644/Walet Sakti (Wls), serta unsur Forkopimcam Batang Lupar.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Batang Lupar, Ketua TNDS Kapuas Hulu, dan Danramil Batang Lupar, PaSandi Kodim 1206/Psb selaku Dansatgas.
Sebelum kegiatan dimulai, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti apel persiapan. Dalam kesempatan tersebut, Kepala TNDS dan Pa Sandi Kodim 1206/Putussibau menyampaikan arahan sekaligus memberikan motivasi kepada personel agar kegiatan berjalan aman dan lancar.
Namun, menuju titik hotspot bukan perkara mudah. Lokasi sasaran berada di ujung kawasan danau sehingga tim gabungan harus menempuh perjalanan cukup lama dengan medan yang berat dan ekstrem.
Kondisi tersebut membuat kerja sama dan kekompakan seluruh personel menjadi faktor penting dalam pelaksanaan kegiatan.
Melalui sinergi TNI, Polri, pengelola TNDS, Manggala Agni, Yonif 644/Wls, dan Forkopimcam Batang Lupar, pembuatan sumur bor diharapkan dapat memberikan dukungan nyata untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah meluasnya karhutla di kawasan TNDS.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergitas lintas sektor dalam menjaga kawasan Taman Nasional Danau Sentarum dari ancaman kebakaran serta memastikan penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat dan efektif. (Haq)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini