Ketapang    

Trenggiling Kembali Jadi Korban Karhutla, Ditemukan Mati Saat Pemadaman di Ketapang

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Friday, 28 August 2026
Trenggiling Kembali Jadi Korban Karhutla, Ditemukan Mati Saat Pemadaman di Ketapang
Trenggiling jantan kembali ditemukan mati akibat karhutla di Ketapang saat tim melakukan pemadaman di Desa Mayak (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com - Karhutla kembali memakan korban dari satwa liar. Seekor trenggiling jantan ditemukan mati saat tim melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Mayak, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Trenggiling tersebut ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa pada Senin (24/8/2026).

Koordinator Pencegahan dan Inovasi Manggala Agni Daops Kalimantan X/Ketapang, Fitria Sri Handayani, membenarkan temuan tersebut.

“Iya, ini penemuan baru lagi. Penemuan ini terjadi kemarin di Desa Mayak, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang,” kata Fitria.

Menurut Fitria, trenggiling itu ditemukan ketika tim Manggala Agni bersama personel TNI tengah melakukan pemadaman karhutla.

Satwa tersebut kemudian langsung dikuburkan oleh tim. Temuan itu juga telah dilaporkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

“Saat melakukan pemadaman kami menemukan trenggiling jantan yang sudah mati akibat kebakaran hutan dan lahan. Trenggiling itu sudah kami kuburkan dan sudah kami laporkan kepada pihak BKSDA,” ujarnya.

Temuan trenggiling mati ini bukan yang pertama terjadi di kawasan tersebut.

Sebelumnya, seekor trenggiling juga ditemukan mati di sekitar lokasi karhutla, tidak jauh dari Jalan Poros Tanjungpura, Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, pada Rabu (19/8/2026).

Kembali ditemukannya trenggiling mati menjadi gambaran dampak karhutla terhadap satwa liar. Kebakaran tidak hanya mengancam lahan dan kualitas udara, tetapi juga habitat serta keselamatan satwa yang berada di kawasan terdampak. (Lid)

Artikel Selanjutnya
MUI Kalbar Ajak Warga Salat Istisqa, Mohon Hujan di Tengah Kemarau dan Kabut Asap
Friday, 28 August 2026
Artikel Sebelumnya
Tolak Perda Peladang Dicabut, DAD Kalbar: Jangan Kambing Hitamkan Peladang Tradisional
Friday, 28 August 2026

Berita terkait