Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 28 August 2026 |
KALBARONLINE.com - Karhutla kembali memakan korban dari satwa liar. Seekor trenggiling jantan ditemukan mati saat tim melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Mayak, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Trenggiling tersebut ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa pada Senin (24/8/2026).
Koordinator Pencegahan dan Inovasi Manggala Agni Daops Kalimantan X/Ketapang, Fitria Sri Handayani, membenarkan temuan tersebut.
“Iya, ini penemuan baru lagi. Penemuan ini terjadi kemarin di Desa Mayak, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang,” kata Fitria.
Menurut Fitria, trenggiling itu ditemukan ketika tim Manggala Agni bersama personel TNI tengah melakukan pemadaman karhutla.
Satwa tersebut kemudian langsung dikuburkan oleh tim. Temuan itu juga telah dilaporkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
“Saat melakukan pemadaman kami menemukan trenggiling jantan yang sudah mati akibat kebakaran hutan dan lahan. Trenggiling itu sudah kami kuburkan dan sudah kami laporkan kepada pihak BKSDA,” ujarnya.
Temuan trenggiling mati ini bukan yang pertama terjadi di kawasan tersebut.
Sebelumnya, seekor trenggiling juga ditemukan mati di sekitar lokasi karhutla, tidak jauh dari Jalan Poros Tanjungpura, Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, pada Rabu (19/8/2026).
Kembali ditemukannya trenggiling mati menjadi gambaran dampak karhutla terhadap satwa liar. Kebakaran tidak hanya mengancam lahan dan kualitas udara, tetapi juga habitat serta keselamatan satwa yang berada di kawasan terdampak. (Lid)
KALBARONLINE.com - Karhutla kembali memakan korban dari satwa liar. Seekor trenggiling jantan ditemukan mati saat tim melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Mayak, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Trenggiling tersebut ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa pada Senin (24/8/2026).
Koordinator Pencegahan dan Inovasi Manggala Agni Daops Kalimantan X/Ketapang, Fitria Sri Handayani, membenarkan temuan tersebut.
“Iya, ini penemuan baru lagi. Penemuan ini terjadi kemarin di Desa Mayak, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang,” kata Fitria.
Menurut Fitria, trenggiling itu ditemukan ketika tim Manggala Agni bersama personel TNI tengah melakukan pemadaman karhutla.
Satwa tersebut kemudian langsung dikuburkan oleh tim. Temuan itu juga telah dilaporkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
“Saat melakukan pemadaman kami menemukan trenggiling jantan yang sudah mati akibat kebakaran hutan dan lahan. Trenggiling itu sudah kami kuburkan dan sudah kami laporkan kepada pihak BKSDA,” ujarnya.
Temuan trenggiling mati ini bukan yang pertama terjadi di kawasan tersebut.
Sebelumnya, seekor trenggiling juga ditemukan mati di sekitar lokasi karhutla, tidak jauh dari Jalan Poros Tanjungpura, Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, pada Rabu (19/8/2026).
Kembali ditemukannya trenggiling mati menjadi gambaran dampak karhutla terhadap satwa liar. Kebakaran tidak hanya mengancam lahan dan kualitas udara, tetapi juga habitat serta keselamatan satwa yang berada di kawasan terdampak. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini