Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 25 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Semangat kemerdekaan tak hanya hadir di pusat kota. Di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya Entikong hingga Balai Karangan, Kabupaten Sanggau, lembaga kemanusiaan SIDAQ membawa semangat tersebut langsung kepada masyarakat melalui Ekspedisi SIDAQ Pedalaman di Batas Negeri.
Kegiatan yang berlangsung pada 18–20 Agustus 2026 itu menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia. Selama tiga hari, tim ekspedisi menyusuri wilayah perbatasan dan singgah di 30 titik untuk menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat.
Perjalanan menuju sejumlah titik perbatasan bukan tanpa tantangan. Tim harus melintasi medan wilayah perbatasan di tengah kondisi musim kemarau. Rombongan bahkan sempat mengalami kendala dalam mendapatkan bahan bakar.
Namun, kondisi tersebut tak menyurutkan semangat para relawan untuk menuntaskan misi kemanusiaan.
Setibanya di Entikong, rombongan disambut hangat para santri, jajaran KUA Entikong, guru ngaji, hingga masyarakat setempat.
Ketua Panitia Ekspedisi SIDAQ, Rati, mengatakan kemerdekaan seharusnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di kawasan perbatasan.
“Kemerdekaan sejati adalah ketika saudara-saudara kita di kawasan perbatasan juga dapat merasakan denyut kebahagiaan dan arti kemerdekaan yang utuh,” ujar Rati.
Menurutnya, sambutan hangat masyarakat menjadi energi bagi tim untuk terus menjalankan seluruh rangkaian kegiatan meski harus menghadapi tantangan cuaca dan medan.
Dalam ekspedisi tersebut, SIDAQ bersama para mitra menyalurkan 1.000 mushaf Al-Qur’an di 30 titik singgah sepanjang wilayah perbatasan.
Bantuan juga diberikan kepada 20 guru ngaji sebagai bentuk apresiasi kepada mereka yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pendidikan keagamaan masyarakat.
Tak berhenti di sana, SIDAQ turut merealisasikan pembangunan dua titik wakaf sumur bor untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga.
Sementara itu, salah satu kegiatan yang berlangsung meriah digelar melalui program Berbagi Bersama Santri (BBS) di Pondok Pesantren Miftahul Hidayah, Balai Karangan.
Sebanyak 150 santri mengikuti perayaan 17-an bersama tim ekspedisi. Kegiatan tersebut menjadi momen bagi para santri untuk merayakan kemerdekaan dengan penuh keceriaan di wilayah perbatasan.
Ekspedisi ini diinisiasi SIDAQ atau Surgakan Indonesia dengan Al-Qur’an bersama Baitulmaal Pondok Digital. Program tersebut juga didukung Paskas, Laju Peduli, Ashar Humanity, Hijrah Peduli, Dapur Peduli, serta Karang Taruna Sanggau.
Melalui ekspedisi ini, SIDAQ berharap semangat kemerdekaan dan kepedulian dapat terus menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terdepan Indonesia. (Lid)
KALBARONLINE.com – Semangat kemerdekaan tak hanya hadir di pusat kota. Di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya Entikong hingga Balai Karangan, Kabupaten Sanggau, lembaga kemanusiaan SIDAQ membawa semangat tersebut langsung kepada masyarakat melalui Ekspedisi SIDAQ Pedalaman di Batas Negeri.
Kegiatan yang berlangsung pada 18–20 Agustus 2026 itu menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia. Selama tiga hari, tim ekspedisi menyusuri wilayah perbatasan dan singgah di 30 titik untuk menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat.
Perjalanan menuju sejumlah titik perbatasan bukan tanpa tantangan. Tim harus melintasi medan wilayah perbatasan di tengah kondisi musim kemarau. Rombongan bahkan sempat mengalami kendala dalam mendapatkan bahan bakar.
Namun, kondisi tersebut tak menyurutkan semangat para relawan untuk menuntaskan misi kemanusiaan.
Setibanya di Entikong, rombongan disambut hangat para santri, jajaran KUA Entikong, guru ngaji, hingga masyarakat setempat.
Ketua Panitia Ekspedisi SIDAQ, Rati, mengatakan kemerdekaan seharusnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di kawasan perbatasan.
“Kemerdekaan sejati adalah ketika saudara-saudara kita di kawasan perbatasan juga dapat merasakan denyut kebahagiaan dan arti kemerdekaan yang utuh,” ujar Rati.
Menurutnya, sambutan hangat masyarakat menjadi energi bagi tim untuk terus menjalankan seluruh rangkaian kegiatan meski harus menghadapi tantangan cuaca dan medan.
Dalam ekspedisi tersebut, SIDAQ bersama para mitra menyalurkan 1.000 mushaf Al-Qur’an di 30 titik singgah sepanjang wilayah perbatasan.
Bantuan juga diberikan kepada 20 guru ngaji sebagai bentuk apresiasi kepada mereka yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pendidikan keagamaan masyarakat.
Tak berhenti di sana, SIDAQ turut merealisasikan pembangunan dua titik wakaf sumur bor untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga.
Sementara itu, salah satu kegiatan yang berlangsung meriah digelar melalui program Berbagi Bersama Santri (BBS) di Pondok Pesantren Miftahul Hidayah, Balai Karangan.
Sebanyak 150 santri mengikuti perayaan 17-an bersama tim ekspedisi. Kegiatan tersebut menjadi momen bagi para santri untuk merayakan kemerdekaan dengan penuh keceriaan di wilayah perbatasan.
Ekspedisi ini diinisiasi SIDAQ atau Surgakan Indonesia dengan Al-Qur’an bersama Baitulmaal Pondok Digital. Program tersebut juga didukung Paskas, Laju Peduli, Ashar Humanity, Hijrah Peduli, Dapur Peduli, serta Karang Taruna Sanggau.
Melalui ekspedisi ini, SIDAQ berharap semangat kemerdekaan dan kepedulian dapat terus menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terdepan Indonesia. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini