Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 05 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Kabupaten Ketapang menetapkan status siaga kekeringan dan siaga bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah meningkatnya potensi cuaca kering selama musim kemarau 2026.
Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengimbau seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta bersama-sama melakukan pencegahan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Imbauan itu disampaikan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang yang menyebut musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya.
Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus hingga September 2026 dan diperkirakan berakhir sekitar Oktober 2026. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, karhutla, hingga kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Alexander Wilyo mengatakan, seluruh elemen masyarakat harus meningkatkan kepedulian dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.
“Berdasarkan prediksi BMKG dan informasi dari BPBD Kabupaten Ketapang, saat ini Kabupaten Ketapang berada dalam status siaga kekeringan dan siaga bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem pada musim kemarau tahun 2026,” ujar Alexander Wilyo.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Menurutnya, pembukaan lahan dengan metode pembakaran dapat memicu karhutla yang berdampak luas terhadap lingkungan, kesehatan, hingga aktivitas masyarakat.
“Gunakan air secara bijak dan efisien. Selain itu, jangan membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran hutan dan lahan yang berdampak luas terhadap lingkungan, kesehatan, maupun aktivitas masyarakat,” tegasnya.
Selain larangan membuka lahan dengan cara membakar, masyarakat juga diminta mewaspadai sumber api kecil seperti puntung rokok maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran di kondisi cuaca kering.
Pemerintah Kabupaten Ketapang juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti seluruh informasi dan peringatan resmi yang disampaikan pemerintah melalui berbagai saluran komunikasi, seperti media massa, media sosial, radio, baliho, maupun kanal informasi resmi lainnya.
Apabila terjadi kondisi darurat yang tidak dapat ditangani secara mandiri, masyarakat dapat menghubungi Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Ketapang melalui layanan WhatsApp di nomor 0852-5215-3025 atau 0852-4744-1113.
Alexander berharap seluruh masyarakat dapat berperan aktif menjaga lingkungan serta bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
“Mari kita tingkatkan kepedulian, kewaspadaan, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan demi keselamatan, kesehatan, dan masa depan Kabupaten Ketapang yang kita cintai,” pungkasnya. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Kabupaten Ketapang menetapkan status siaga kekeringan dan siaga bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah meningkatnya potensi cuaca kering selama musim kemarau 2026.
Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengimbau seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta bersama-sama melakukan pencegahan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Imbauan itu disampaikan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ketapang yang menyebut musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya.
Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus hingga September 2026 dan diperkirakan berakhir sekitar Oktober 2026. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, karhutla, hingga kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Alexander Wilyo mengatakan, seluruh elemen masyarakat harus meningkatkan kepedulian dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.
“Berdasarkan prediksi BMKG dan informasi dari BPBD Kabupaten Ketapang, saat ini Kabupaten Ketapang berada dalam status siaga kekeringan dan siaga bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem pada musim kemarau tahun 2026,” ujar Alexander Wilyo.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Menurutnya, pembukaan lahan dengan metode pembakaran dapat memicu karhutla yang berdampak luas terhadap lingkungan, kesehatan, hingga aktivitas masyarakat.
“Gunakan air secara bijak dan efisien. Selain itu, jangan membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran hutan dan lahan yang berdampak luas terhadap lingkungan, kesehatan, maupun aktivitas masyarakat,” tegasnya.
Selain larangan membuka lahan dengan cara membakar, masyarakat juga diminta mewaspadai sumber api kecil seperti puntung rokok maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran di kondisi cuaca kering.
Pemerintah Kabupaten Ketapang juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti seluruh informasi dan peringatan resmi yang disampaikan pemerintah melalui berbagai saluran komunikasi, seperti media massa, media sosial, radio, baliho, maupun kanal informasi resmi lainnya.
Apabila terjadi kondisi darurat yang tidak dapat ditangani secara mandiri, masyarakat dapat menghubungi Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Ketapang melalui layanan WhatsApp di nomor 0852-5215-3025 atau 0852-4744-1113.
Alexander berharap seluruh masyarakat dapat berperan aktif menjaga lingkungan serta bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
“Mari kita tingkatkan kepedulian, kewaspadaan, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan demi keselamatan, kesehatan, dan masa depan Kabupaten Ketapang yang kita cintai,” pungkasnya. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini