Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 23 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ketapang akan menggelar Shalat Istisqa pada Kamis, 27 Agustus 2026 pagi di halaman Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang.
Keputusan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi MUI Kabupaten Ketapang yang digelar pada Rabu malam, 19 Agustus 2026. Rapat melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kapolres Ketapang, Dandim 1203, Bagian Kesra, Kementerian Agama, BPBD, BMKG, Yayasan Masjid Agung Al-Ikhlas, Dewan Masjid Indonesia (DMI), pengurus Masjid Agung Al-Ikhlas, organisasi kemasyarakatan Islam NU dan Muhammadiyah, hingga para tokoh agama.
Shalat Istisqa digelar sebagai ikhtiar spiritual menyikapi kondisi kemarau yang masih berlangsung di Kabupaten Ketapang.
Sekretaris Umum MUI Kabupaten Ketapang, Ustaz H. Arifinsyah, S.Sos., mengatakan kondisi kemarau perlu dihadapi melalui ikhtiar lahir dan batin secara bersama-sama.
“Pemerintah sudah melakukan berbagai upaya preventif dan penanganan. Dalam hal ini, pemerintah juga bersinergi dengan MUI, Kementerian Agama, ormas Islam dan para tokoh agama melalui berbagai kegiatan doa bersama. Sholat istisqa’ merupakan salah satu bentuk ikhtiar kita memohon pertolongan dan rahmat Allah SWT,” ujar Arifinsyah.
Menurutnya, Shalat Istisqa bukan hanya sarana memohon turunnya hujan. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk melakukan introspeksi diri, memperbanyak doa dan istighfar, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Arifinsyah menegaskan, hasil rapat MUI selanjutnya akan dikoordinasikan dan disampaikan kepada Bupati Ketapang selaku kepala daerah dan pemegang kekuasaan wilayah.
Namun, koordinasi tersebut bukan berarti pelaksanaan Shalat Istisqa harus menunggu perintah atau persetujuan kepala daerah.
“Koordinasi dengan Bupati bukan berarti pelaksanaan shalat istisqa’ harus menunggu perintah atau persetujuan Bupati. Ini adalah bagian dari tata kelola dan koordinasi yang baik antara ulama dan pemerintah,” tegasnya.
MUI Ketapang juga berharap hasil rapat tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Kabupaten Ketapang untuk mengeluarkan surat edaran atau imbauan kepada masyarakat.
Dengan begitu, Shalat Istisqa diharapkan dapat dilaksanakan secara serentak di masjid-masjid dan wilayah masing-masing sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi musim kemarau.
“Harapan kami, apa yang sudah diputuskan dalam rapat MUI ini dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah untuk mengajak seluruh masyarakat Ketapang bersama-sama melaksanakan shalat istisqa’. Semakin banyak masyarakat yang berdoa dan bermunajat, mudah-mudahan menjadi wasilah turunnya rahmat Allah SWT,” katanya.
Lebih lanjut, Arifinsyah mengajak masyarakat agar tidak memandang Shalat Istisqa semata-mata sebagai ritual untuk memohon hujan. Menurutnya, kemarau juga dapat menjadi momentum untuk melakukan muhasabah dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia.
“Mari kita jadikan kemarau ini sebagai momentum untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kita telah berikhtiar secara lahiriah, dan sekarang kita sempurnakan dengan ikhtiar batin melalui doa, istighfar dan sholat istisqa’,” ujarnya.
Ia berharap Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan, keselamatan dan kemaslahatan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ketapang akan menggelar Shalat Istisqa pada Kamis, 27 Agustus 2026 pagi di halaman Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang.
Keputusan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi MUI Kabupaten Ketapang yang digelar pada Rabu malam, 19 Agustus 2026. Rapat melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kapolres Ketapang, Dandim 1203, Bagian Kesra, Kementerian Agama, BPBD, BMKG, Yayasan Masjid Agung Al-Ikhlas, Dewan Masjid Indonesia (DMI), pengurus Masjid Agung Al-Ikhlas, organisasi kemasyarakatan Islam NU dan Muhammadiyah, hingga para tokoh agama.
Shalat Istisqa digelar sebagai ikhtiar spiritual menyikapi kondisi kemarau yang masih berlangsung di Kabupaten Ketapang.
Sekretaris Umum MUI Kabupaten Ketapang, Ustaz H. Arifinsyah, S.Sos., mengatakan kondisi kemarau perlu dihadapi melalui ikhtiar lahir dan batin secara bersama-sama.
“Pemerintah sudah melakukan berbagai upaya preventif dan penanganan. Dalam hal ini, pemerintah juga bersinergi dengan MUI, Kementerian Agama, ormas Islam dan para tokoh agama melalui berbagai kegiatan doa bersama. Sholat istisqa’ merupakan salah satu bentuk ikhtiar kita memohon pertolongan dan rahmat Allah SWT,” ujar Arifinsyah.
Menurutnya, Shalat Istisqa bukan hanya sarana memohon turunnya hujan. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk melakukan introspeksi diri, memperbanyak doa dan istighfar, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Arifinsyah menegaskan, hasil rapat MUI selanjutnya akan dikoordinasikan dan disampaikan kepada Bupati Ketapang selaku kepala daerah dan pemegang kekuasaan wilayah.
Namun, koordinasi tersebut bukan berarti pelaksanaan Shalat Istisqa harus menunggu perintah atau persetujuan kepala daerah.
“Koordinasi dengan Bupati bukan berarti pelaksanaan shalat istisqa’ harus menunggu perintah atau persetujuan Bupati. Ini adalah bagian dari tata kelola dan koordinasi yang baik antara ulama dan pemerintah,” tegasnya.
MUI Ketapang juga berharap hasil rapat tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Kabupaten Ketapang untuk mengeluarkan surat edaran atau imbauan kepada masyarakat.
Dengan begitu, Shalat Istisqa diharapkan dapat dilaksanakan secara serentak di masjid-masjid dan wilayah masing-masing sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi musim kemarau.
“Harapan kami, apa yang sudah diputuskan dalam rapat MUI ini dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah untuk mengajak seluruh masyarakat Ketapang bersama-sama melaksanakan shalat istisqa’. Semakin banyak masyarakat yang berdoa dan bermunajat, mudah-mudahan menjadi wasilah turunnya rahmat Allah SWT,” katanya.
Lebih lanjut, Arifinsyah mengajak masyarakat agar tidak memandang Shalat Istisqa semata-mata sebagai ritual untuk memohon hujan. Menurutnya, kemarau juga dapat menjadi momentum untuk melakukan muhasabah dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia.
“Mari kita jadikan kemarau ini sebagai momentum untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kita telah berikhtiar secara lahiriah, dan sekarang kita sempurnakan dengan ikhtiar batin melalui doa, istighfar dan sholat istisqa’,” ujarnya.
Ia berharap Allah SWT segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan, keselamatan dan kemaslahatan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini